Cara Melakukan Pembayaran Menggunakan QRIS Saat Belanja

Anisa Juniardi 27 Sep 2022 4 Menit 0

Belanja di Alfamart dan berbagai gerai di Indonesia sekarang makin mudah dan cepat lewat QRIS. Bagaimana cara melakukan pembayaran menggunakan QRIS agar lebih efisien?

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard saat ini telah banyak digunakan sebagai metode pembayaran nontunai di Indonesia.

Bahkan program sekaligus layanan QRIS telah menembus 2 juta merchant hanya dalam beberapa waktu semenjak perilisan resminya.

Hal tersebut dinilai mampu meningkatkan digitalisasi UMKM sebagai salah satu ujung tombak perekonomian di tanar air. Lantas bagaimana menggunakan kode QRIS bagi pemula yang ingin berbelanja?

Apa Itu QRIS?

Quick Response Code Indonesian Standard atau disingkat dengan QRIS adalah sebuah standar pembayaran menggunakan kode QR yang dibentuk oleh Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia tiga tahun yang lalu, tepatnya pada 17 Agustus 2019.

Terpantau hingga detik ini, sejumlah 514, masing-masing dari 416 kabupaten dan 98 kota telah menyediakan layanan QRIS bagi pelanggannya.

Menurut informasi yang diunggah oleh QRIS Indonesia, pihaknya telah mengelola Rp. 284.437.017.777 data transaksi dari seluruh merchant yang terdaftar.

Perkembangan tersebut tentu menunjukkan bahwa upaya digitalisasi lewat metode pembayaran makin signifikan dari tahun ke tahun.

Beberapa aplikasi bank dan dompet digital (e-wallet) yang dapat mengakses QRIS meliputi, BCA, BRI, BSI, Mandiri, GoPay, OVO, LinkAja, ShopeePay, DANA, DOKU, dan masih banyak lagi.

Syarat Menggunakan QRIS

QRIS dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti membayar tiket, shopping di pusat perbelanjaan, bayar parkir resmi, mengunjungi tempat-tempat tertentu, dan masih banyak lagi.

Namun tahukah kamu syarat menggunakan QRIS?

  1. Sudah downloadaplikasi mobile banking atau e-wallet yang menyediakan layanan QRIS
  2. Saldo dalam rekening minimal Rp25.000-Rp50.000, tergantung kebijakan terkait
  3. Kamera ponsel tidak rusak atau punya resolusi yang memadai untuk proses scanning

Nah sekarang bahas dulu yuk keuntungan dan keunggulan menggunakan QRIS!

Keuntungan Menggunakan QRIS

Keuntungan menggunakan fitur QRIS dapat dirasakan oleh dua pihak, yakni pengguna reguler serta merchant sebagai penyedia metode pembayaran.

Bagi Pengguna Reguler QRIS

  • Tidak perlu membawa uang cash atau tunai. Cukup scan barcode yang tersedia
  • Lebih efektif dan efisien, karena pengguna tidak perlu pergi ke ATM untuk menarik uang
  • Membantu transaksi modern karena layanan QRIS hampir ada di seluruh merchant di Indonesia
  • Registrasi sangat mudah dan cepat
  • Pengguna bisa memilih jenis dompet virtual yang ingin digunakan. Misalnya daftar GoPay untuk berbagai keperluan

Bagi Merchant Penyedia Layanan

  • Penjualan meningkat karena mampu memberikan pelayanan lewat metode pembayaran QRIS
  • Mengurangi pengeluaran biaya untuk pengelolaan kas dan mesin kasir
  • Mencegah terjadinya penipuan lewat uang palsu dari konsumen tak bertanggung jawab
  • Setiap transaksi tercatat secara detail dan otomatis
  • Memisahkan keuangan (aset) pribadi dan usaha
  • Menghindari fraud atau pencurian yang biasanya dilakukan oleh karyawan
  • Pengusaha tidak perlu menyetok atau menyediakan uang kembalian yang berpotensi disalahgunakan
  • Menaikkan branding usaha dan memikat pelanggan baru
  • Meningkatkan informasi credit profile yang akan memudahkan pemilik bisnis di industri kreatif untuk memperoleh limit credit cukup besar di masa yang akan datang

Kekurangan Menggunakan QRIS

Setiap ada keunggulan yang disajikan, tetap saja terdapat beberapa kelemahan QRIS sebagai alat pembayaran berbasis teknologi.

  1. Belum menjangkau warung, toko, pasar, atau beberapa tempat perbelanjaan di sejumlah daerah, khususnya kota kecil, terutama mini market atas nama perusahaan perseorangan
  2. Adanya pembatasan transaksi setiap kali menggunakan QRIS untuk belanja. Fitur ini belum mendukung untuk membayar transaksi dalam jumlah yang sangat besar dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
  3. Apabila baterai HP habis, otomatis tidak dapat menggunakan QRIS.
  4. Butuh kecepatan internet yang stabil dan kuota yang cukup
  5. Pengguna harus selalu cek saldo aplikasi mobile banking atau e-wallet setiap hendak berbelanja karena dikhawatirkan jumlah uang tidak mencukupi
  6. Apabila terjadi eror pada sistem QRIS merchant terkait, maka pembeli tidak bisa menggunakan aplikasinya.

Biaya Admin Setiap Pakai QRIS

QRIS menetapkan sejumlah biaya transaksi untuk beragam kategori yang dikenal dengan sebutan MDR (Merchant Discount Rate).

Tentunya MDR ditetapkan oleh PT Telkom Indonesia yang sudah menyesuaikan standar serta aturan dari Bank Indonesia.

Berikut besaran MDR yang wajib diketahui oleh pengguna dan merchant QRIS!

1. Transaksi Reguler

Transaksi reguler saat pembelian barang akan dikenakan biaya MDR 0.7% dari nominal yang harus dikeluarkan.

Contoh kasus:

Ada salah seorang pengguna membeli barang senilai Rp50.000,00.

Rp50.000,00 x o.7% = Rp350,00, sehingga uang bersih yang diterima oleh Merchant senilai Rp50.000,00 – Rp350,00 = Rp46.500,00.

2. Transaksi di Dunia Pendidikan

Sedangkan transaksi untuk bidang pendidikan lebih rendah dibanding pembiayaan reguler, yakni sebesar 0.6%

Contoh perhitungan:

Pembiayaan sebesar Rp150.000,00 x 0.6% = Rp900,00 .

Sehingga uang bersih yang didapat Rp150.000,00 – Rp900,00 = Rp149.100,00.

Halaman Selanjutnya
3. Pembayaran di POM Bensin...

Laman: 1 2

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Anisa Juniardi
Ditulis oleh

Anisa Juniardi

I love being I am. Menulis dan membaca pada ruang yang telah disediakan oleh Tuhan. Iya. Saya seorang content writer SEO dan yeaah.. here we go

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com