30 Ide Peluang Usaha Baru yang Menjanjikan [Profit Besar]

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
07 Oktober 2020
Waktu membaca
23 Menit

Kini mulai banyak ibu rumah tangga, karyawan, hingga mahasiswa yang mencari ide peluang usaha. Alasannya beragam, dari yang ingin menambah penghasilan hingga mereka yang terkena dampak pandemi covid-19. Dari yang mulanya mengandalkan gaji, kini “terpaksa” harus buka usaha sendiri.

Buat Anda yang masih bingung mau jualan apa, simak tulisan ini sampai selesai ya. Kami akan tunjukkan beberapa ide usaha yang menjanjikan dari berbagai bidang, seperti:

  • Makanan dan minuman
  • Tanaman budidaya dan hias
  • Usaha ternak hewan
  • Pemasaran digital dan kreatif
  • Fashion pria dan wanita
  • Kecantikan dan perawatan tubuh

Sudah ada gambaran, ya? Kalau ingin langsung ke daftar ide, gunakan fitur Daftar Isi di bawah. Mari kita mulai.

 

Peluang Usaha Makanan dan Minuman

Usaha makanan dan minuman menjadi cukup prospektif untuk direalisasikan. Hasil riset Global Consumer Insights 2020 yang dikutip dari Liputan6.com, mengatakan bahwa sebanyak 67% masyarakat Indonesia kian aktif membeli bahan makanan.

peluang usaha makanan

Tren positif usaha kuliner selama pandemi (c) Liputan6.com

Lebih dari itu, kami mencoba menilik kembali, jenis makanan dan minuman apa yang menunjukkan tren positif selama pandemi covid-19. Hasilnya antara lain:

  • Makanan beku
  • Makanan ringan
  • Sari lemon
  • Salad buah
  • Martabak mini

Frozen Food

Makanan beku menjadi solusi praktis saat banyak orang beraktivitas di rumah aja.

Terbukti, Gojek mencatatkan transaksi makanan siap saji naik 8x lipat dibanding sebelum pandemi. Transaksi tersebut didapat dari platform GoFood dan GoMart.

makanan cepat saji di gofood

(c) katadata.co.id

Bahkan, Gojek dalam aplikasi terbarunya juga sudah meluncurkan menu baru bernama “Siap Masak”. Dan salah satu menu andalannya adalah frozen food.

Sekarang, kita coba lihat siapa yang sudah berhasil menjalankan bisnis makanan beku ini. Adalah seorang ibu rumah tangga asal Tangerang Selatan, Astri Putri Ardi, sebagai pemilik brand Hoki Foods.

astri hoki foods pengusaha frozen food

(c) Kanal YouTube BeritaSatu TV

Astri sudah menjalankan bisnis frozen food sejak 2013, dimulai dari skala rumahan dengan menjual 10 pack steamboat (modal awal Rp650.000).

Selama pandemi, bisnis Hoki Foods berhasil melonjak dengan profit bersih sebesar Rp60-75 juta. (Dibanding sebelum pandemi “hanya” Rp30-40 juta)

Rinciannya bisa dilihat sebagai berikut:

  • Harga 1 pack frozen food berkisar Rp20.000 – Rp85.000
  • Sehari bisa laku 100-200 pack
  • Ambil laba 10-20%

Cukup menggiurkan, bukan?

Next, kami coba sampaikan tips dari Astri (Hoki Foods) untuk memulai usaha rumahan makanan beku yang dikutip dari Kompas.com berikut ini:

  • Tentukan target pasar. Harus tau siapa yang akan jadi pelanggan nantinya. Kalau Astri, menyasar ibu rumah tangga dan ibu muda kantoran yang tidak mau ribet masak, namun tetap ingin ada makanan lezat di meja makan.
  • Paham akan produk yang dijual. Memahami apa yang akan dijual. Bagaimana cara membuatnya, dan menu apa yang sedang dicari pelanggan. Saat ini dimsum, shrimproll, eggroll, cireng, cukup diminati. Namun lebih baiknya dicari tau lagi.
  • Promosi menggunakan digital marketing. Jangan terpaku dengan satu platform saja. Gunakan media sosial, aplikasi chat, dan marketplace untuk menawarkan produk.

Khusus untuk bagian promosi, kami coba amati teknik pemasaran yang dipakai oleh Hoki Foods. Mereka menggunakan setidaknya 4 platform:

  1. WhatsApp: 082113461419
  2. Tokopedia: Hokifoods
  3. Shopee: Hokifood
  4. Instagram: @hokifoods dan @hokifoods_catalog

Sedangkan, untuk etalase (sekaligus pengiriman) bisa menggunakan GrabFood dan GoFood.

Camilan Ringan

Untuk menemani aktivitas WFH, camilan ringan juga makin laris diburu konsumen.

Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, hingga Blibli, menjadi tempat favorit pelanggan untuk menemukan jajanan khas.

Bahkan, Tokopedia juga telah membuat flash sale dan promo besar-besaran khusus jajanan nusantara bernama “Tokopedia Nyam” pada beberapa bulan lalu.

(Hal ini menandakan jika makanan ringan cukup diminati di pasaran)

Next, salah satu contoh usaha camilan yang sudah sukses adalah Juara Snack. UMKM asal Bogor milik mantan karyawati swasta, Fitria Hadiah.

fitria hadiah usaha makanan ringan

Fitria Hadiah pemilik Juara Snack (c) instagram @juarasnack

Awal berdiri, snack buatan Fitria dipasarkan melalui toko-toko camilan di Mampang, Jakarta Selatan. Namun ternyata omzet yang dihasilkan tak sesuai harapan.

Tercetuslah ide untuk memasarkan camilan buatannya di pasar online. Kala itu, ia mendaftar sebagai seller di beberapa marketplace.

Kurang lebih seperti ini perjalanan yang dilalui:

  • Juara Snack bergabung di Shopee (2017) dan Lazada (2018).
  • Selama pandemi, orderan mencapai 100-200 pcs per hari.
  • Mulai buka toko lagi di Blibli dan Bukalapak.
  • Saat promo Ramadhan di Lazada bahkan mencapai 1.000 pcs per hari.
  • Mulai menambah karyawan berjumlah hingga 15-20 orang.
  • Berhasil menjadi seller resmi di Lazada dengan level 7 (Biasanya hanya brand besar yang bisa mencapai level ini).
  • Berhasil menjadi Star Seller di Shopee (Salah satu syaratnya harus punya omzet minimal Rp100 juta per bulan).
  • Mulai membuka dropship & reseller.
usaha camilan ringan

Produk Juara Snack (c) Shopee.co.id

Sedangkan, untuk perhitungan omzet-nya, kami coba beri gambaran besarnya seperti ini:

  • Harga snack: Rp10.000 – Rp30.000 (ukuran kecil) dan Rp50.000 – Rp80.000 (ukuran besar)
  • Jumlah pesanan: 100 – 200 pcs per hari
  • Omzet bulanan: Rp45-300 juta

Jika mengamati sepak terjang Juara Snack dari nol, maka kami dapat menyimpulkan cara membuka usaha camilan dari rumah sebagai berikut:

  • Cari supplier. Langkah awal paling aman apabila belum mengerti seluk beluk pembuatan snack. Usahakan cari yang murah namun tetap enak di lidah.
  • Kemas lagi. Jika snack dari supplier masih polosan kemasannya, maka bisa dirombak menggunakan kemasan yang berbeda. Tips: gunakan pouch zipper + desain dari brand sendiri.
  • Jual di pasar online. Rekomendasi kami jatuh pada Shopee & Tokopedia. Keduanya cukup mudah digunakan + banyak promo.
  • Promosi. Gunakan fitur “Naikkan Produk” pada Shopee & Tokopedia. Jika sudah ada pemasukan, coba untuk beriklan di platform mereka.
  • Sosial media. Sembari mengembangkan toko, buat akun sosial media dan perkenalkan produk Anda kepada calon pelanggan.

Salad Buah

Beberapa waktu lalu, kami coba meriset toko salad buah di Tokopedia untuk mencari tau seberapa besar peluang usaha yang baru-baru ini mengalami kenaikan tren.

Dan kami berhasil menemukan 1 toko dengan statistik cukup menarik. Namanya Dapur Mamski dari Palmerah, Jakarta Barat.

Coba lihat statistik tokonya berikut ini:

toko mamski salad buah

Statistik toko salad Buah Dapur Mamski (c) tokopedia.com

Dari data di atas, Dapur Mamski yang mulai jualan di Tokopedia sejak Januari 2019 telah berhasil menjual hampir 6.000 produk.

Sedangkan untuk harga salad buah yang dijual berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Maka kalau dihitung, perkiraan omzet yang diperoleh adalah sebagai berikut:

  • Total produk yang dijual: 6.000 pcs (dibulatkan)
  • Total bulan sejak bergabung hingga tulisan ini terbit (awal Oktober 2020): 20 bulan (dibulatkan)
  • Rata-rata omzet (per bulan) yang didapat:
    – Jika yang terjual adalah produk seharga Rp20.000 → (6.000 x Rp20.000) / 20 = Rp6.000.000
    – Jika yang terjual adalah produk seharga Rp50.000 → (6.000 x Rp50.000) / 20 = Rp15.000.000
  • Jadi, omzet yang didapat (hanya dari Tokopedia, belum yang lain) adalah Rp6-15 juta/bulan.
usaha salad buah 750 ml

Salad buah 750 ml Dapur Mamski (c) tokopedia.com

Perlu digarisbawahi, penjualan salad buah ini masih bisa ditingkatkan untuk daerah lokal dan melalui gerai offline / rumahan. Karena cocoknya memang dijual fresh secara tatap muka.

(Kalaupun order via online, bisa memanfaatkan fitur GoFood atau GrabFood)

Sekarang pertanyaannya, harus mulai dari mana untuk buka usaha salad buah?

  • Coba buat dulu. Mulai kreasikan salad buah pertama Anda dengan bahan: buah apel, nanas, melon, anggur, jeruk, strawberry, mayonaise, susu kental manis, yogurt, topping parutan keju.
  • Kasih tester ke teman. Setelah bikin satu, coba tambah beberapa dan kasih ke teman-teman anda. Minta mereka memberi ulasan jujur tentang rasa, buah, porsi, dan ekspektasi harga.
  • Jika minat, suruh beli. Coba lihat bagaimana respon mereka. Jika ternyata banyak yang suka, Anda bisa pasang harga dan mulai buka pre-order.
  • Riset buah paling murah. Harga buah bisa saja naik-turun. Jadi coba cari supplier yang punya buah paling stabil harganya dan kualitasnya OK.
  • Variasikan topping. Tambahkan variasi topping pada salad buah yang Anda jual. Tidak hanya parutan keju, namun juga bisa kacang-kacangan, cokelat, hingga biskuit.
  • Analisis usaha salad buah. Jika respon pelanggan cukup bagus dan pesanan mulai meningkat, mulailah menganalisis untuk mengembangkan usaha jadi lebih besar.
  • Daftar GoFood & GrabFood. Alihkan pelanggan Anda dari order via WhatsApp menuju ke aplikasi Gojek atau Grab dengan menjadi mitra untuk mendapat benefit tambahan.
  • Promosi lokal saja. Karena salad buah merupakan menu yang segar dan tidak tahan lama, maka Anda cukup menawarkan untuk area 1 kota saja.

Buat yang belum pernah bikin, jangan khawatir. Anda bisa mulai dari yang paling simpel dulu. Untuk tutorial-nya bisa tonton video berikut ya:

Martabak Mini

Produk martabak mini cenderung bertahan tak hanya dalam kondisi pandemi, tetapi juga dalam jangka waktu yang panjang.

(Akhir-akhir ini melonjak penjualannya, seiring tren minuman boba yang sama-sama favoritnya)

Martabak ada 2 jenis, yakni martabak manis dan martabak telur. Nah, martabak mini masuk ke kategori manis. Namun dengan ukuran lebih kecil + topping lebih variatif.

Baik, kita coba lihat contoh usaha martabak mini milik Nisa. Ia merupakan mahasiswi asal Solo, lulusan Akademi Bisnis Jakarta yang telah memulai bisnis lewat gerai Martabak Mini Mami.

Perjalanan bisnisnya kira-kira seperti ini:

  • Mulai jualan 2017 di CFD Slamet Riyadi Solo
  • Harga martabak mini: Rp10.000 / box (isi 4 pcs)
  • Omzet harian: 60 box = Rp10.000 x 60 = Rp600.000
  • Omzet bulanan: Rp600.000 x 30 = Rp18.000.000
martabak mini mami

Martabak mini mami (c) Google My Business

Untuk memulai usaha martabak mini, berikut tahapan-tahapan yang bisa dilalui:

  • Buat menu favorit. Rasa martabak terletak pada adonannya. Mulai dari red velvet, pandan, original, hingga rasa kopi. Coba variasikan dulu yang paling enak.
  • Tawarkan kepada teman. Cara memvalidasi mana yang paling disukai, ya dengan mendapatkan feedback dari orang lain. Bisa tawarkan dulu pada teman atau kerabat.
  • Promosi lewat acara. Pemasaran pertama bisa dimulai dari CFD atau event sejenis, misal kumpul RT, ibu PKK, hingga arisan. Atau, bisa juga bebarengan dengan promosi via WhatsApp / IG.
  • Fokus pada outlet + jadi mitra GoFood / GrabFood. Setelah punya basis pelanggan yang cukup, bisa mulai gabung ke Gojek / Grab dan mendirikan outlet.

Untuk cara pembuatan martabak mini paling mudah, Anda bisa menyimak video ini sampai habis ya:

Sari Lemon

Hampir sama dengan martabak mini, sari lemon juga tak lekang oleh pandemi. Karena, motif orang mau membeli sari lemon adalah untuk:

  • Menurunkan berat badan
  • Menjaga daya tahan tubuh
  • Melancarkan BAB setiap pagi
  • Mengikuti tren gaya hidup sehat

Sehingga boleh dikatakan bahwa produk ini akan terus dibutuhkan seiring dengan perkembangan gaya hidup sehat dan “kembali ke alam”.

Nah, kali ini ada mahasiswi asal UNS Solo yang memulai usaha sari lemon sejak Juni 2019 lalu dan sudah berhasil meraup omzet hingga ratusan juta rupiah.

Rincian usahanya bisa dilihat di bawah ini:

  • Nama produk: Lemonih
  • Harga: Rp95.000 (250 ml)
  • Bahan: Lemon, Jahe, Kayu manis
  • Platform jualan: WhatsApp, Instagram, Shopee
  • Target pembeli: ibu-ibu dan mahasiswi (khususnya yang ingin menurunkan berat badan)

Di Shopee, produk Lemonih sudah terjual lebih dari 950+ pcs. Dan masih akan terus bertambah. Belum lagi untuk pembelian dari WA, IG, dan rumah produksi (sayangnya kami belum bisa menjangkau sampai ke sana).

(Diberitakan oleh Solopos, omzet yang dihasilkan sudah mencapai ratusan juta per bulan)

lemonih

Produk lemonih (c) Shopee.co.id

Nah, sebelum mulai usaha sari lemon, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • (Lebih bagus) punya ketertarikan di bidang kesehatan. Paling simpel, saat Anda ingin menurunkan berat badan lalu memanfaatkan sari lemon sebagai medianya.
  • Teliti ketika memilih buah lemon. Bedakan lemon lokal dan import, baik dari segi harga, kualitas rasa, dan kandungannya (bisa dilihat ketika Anda sudah coba buat dan rasakan perbedaannya).
  • Harga lemon (kualitas premium) per kg bisa sampai 50 ribu. Makanya, harga sari lemon terbilang cukup mahal. Karena untuk bisa menjadi 250 ml, butuh kira-kira 1-1,5 kg buah lemon.
  • Variasikan menggunakan bahan lain. Lemonih adalah contoh yang bagus. Mereka memvariasikan jahe dan kayu manis. Selain menunjang khasiat, juga sebagai pembeda.
  • Pasarkan mulai dari kumpulan ibu-ibu. Target market yang sangat jelas dan spesifik seperti ibu-ibu ini bisa jadi keuntungan. Karena kita bisa langsung tawarkan dan peluang untuk diterima cukup besar.
Kami sudah merangkum ide lain yang lebih lengkap. Kamu bisa membacanya di sini: Ide Jualan Makanan Kekinian.

Peluang Usaha Tanaman (Agribisnis)

Jika Anda lebih ceria ketika merawat tanaman di rumah, pergi belanja bibit, rutin menyirami tiap pagi dan sore, maka kategori ini cukup disarankan.

Kenapa? Karena selain membuat Anda senang saat melakoni hobi, tren masyarakat Indonesia saat pandemi juga mulai berubah: jadi lebih peduli untuk mulai menanam di rumah, atau membeli tanaman hias.

Beberapa ide yang bisa Anda mulai:

  • Bibit tanaman
  • Hidroponik
  • Tanaman hias
  • Budidaya jamur
  • Aquaponik

Bibit Tanaman

Kita mulai dengan bibit tanaman, salah satu aspek saat menanam yang tak boleh dilewatkan.

Dikutip dari Republika.co.id, penjualan tanaman semakin meningkat pada masa pandemi ini. Khususnya untuk wilayah Bogor (salah satu kota budidaya tanaman terbesar).

peminat bibit tanaman melonjak

Lonjakan minat bibit tanaman saat pandemi (c) republika.co.id

Ada satu kisah menarik dari Bapak Afi dari Temanggung, mantan pegawai security yang beralih profesi menjadi pengusaha di bidang pembibitan tanaman sayur-mayur, meliputi:

  • Cabai
  • Terong
  • Tomat
  • Kembang kol
  • Kubis

Saat memulai usaha ini (sejak 2010), Pak Afi memanfaatkan lahan 6 x 12 meter persegi di pekarangan rumah. Tahun kedua dan seterusnya berhasil menambah lahan hingga 500 meter persegi + karyawan sebanyak 8 orang.

(Namun sayangnya kami belum bisa menyampaikan berapa omzet-nya, karena keterbatasan data yang diperoleh)

Memang sih, syarat pertama yang harus dipenuhi: mengerti tentang bagaimana menyemai bibit, merawatnya, sampai siap untuk ditanam di lahan.

Tapi untuk proses belajarnya tidak terlalu rumit kok. Bisa dipelajari bahkan lewat video YouTube juga banyak yang berbagi soal ini.

Nah, untuk memulainya, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan:

  • Lahan minimal berukuran 5 x 10 meter persegi
  • Jaring-jaring paranet berukuran sama
  • Polybag sebanyak bibit yang ingin dirawat
  • Benih sebanyak polybag

Bisa dikatakan, peluang usaha bibit tanaman ini sangat cocok untuk Anda yang berlokasi di desa dan dataran tinggi. Bagaimana cara memulai & cerita selengkapnya, Anda bisa tonton video berikut ini ya:

Hidroponik

Hidroponik adalah peluang usaha menjanjikan untuk Anda yang tinggal di kota tapi tidak punya lahan (atau terbatas) untuk memulai bisnis budidaya tanaman.

Kenapa bisa begitu?

Setidaknya ada beberapa alasan (dikutip dari Jawa Pos), yakni:

  • Tren kehidupan urban sudah mulai peduli konsep “back to nature“, apalagi semenjak di rumah aja.
  • Karena konsep tersebut, muncullah tren di perkotaan untuk mengkonsumsi makanan sehat.
  • Target konsumen sayur-sayuran segar lebih banyak di kota daripada di desa.
  • Tingginya permintaan tidak diimbangi dengan pasokan bahan yang ready stock.
  • Bahan-bahan masih dipasok dari luar kota (kadang lama pengirimannya).
peluang usaha hidroponik

Usaha hidroponik makin diminati (c) JawaPos.com

Masih mengulas berita tersebut, Kampung Hidroponik di Kota Surabaya sudah berhasil menjalankan usaha ini, meski skalanya masih rumahan.

Dari bisnis tersebut, kami coba mengamati model usahanya dan mendapat hasil sebagai berikut:

  • Produk: sayuran segar seperti selada dan sawi
  • Target: warga perumahan di kota besar, pemilik resto & kafe, perhotelan
  • Alat: 12 media tanam (rangka pipa)
  • Biaya perawatan & produksi: Rp1.200.000 per bulan
  • Omzet penjualan: Rp3.000.000 – Rp4.000.000 per bulan
  • Keuntungan dalam sebulan: Rp1.800.000 – Rp2.800.000

Dapat untung lumayan besar, bukan? Itulah kelebihan dari usaha hidroponik.

Selain juga tidak butuh lahan yang terlalu besar (seperti budidaya di lahan pertanian), tidak terlalu banyak memakai pestisida kimia (atau bahkan tidak sama sekali), dan sayuran segar selalu dibutuhkan.

Lalu, untuk cara budidaya hidroponik skala kecil, bisa dimulai dengan beberapa tahap:

  1. Menyiapkan alat dan bahan: pipa, air stone, tray semai, media tanam, pH meter, benih tanaman.
  2. Memilih benih tanaman yang ingin dibudidayakan. Bisa beli di gerai pertanian di dekat anda.
  3. Menyemai benih pada tray semai. Kemudian dipindahkan ke media tanam (bisa memakai rock woll).
  4. Memindahkan benih yang sudah muncul tunas ke pipa hidroponik.
  5. Memberikan nutrisi bernama AB-MIX.
  6. Merawat hidroponik mulai dari kebersihan pipa, kelancaran air, sumber listrik, menghilangkan hama.
  7. Memanen hasil budidaya yang sudah mulai tumbuh buah dan sayuran.
  8. Menawarkan ke tetangga, teman, atau langsung dijual ke platform jual beli tanaman online.

Namun jika Anda masih belum begitu jelas tentang penjelasan di atas, coba ikuti video singkat berikut ini:

Tanaman Hias

Tanaman hias memang tidak ada matinya. Bahkan saat pandemi, penjualan bisa meningkat 3-4x lipat dari biasanya.

Hasil tersebut didapat dari salah satu toko yang menjual beragam tanaman cantik untuk keperluan hiasan rumah (indoor & outdoor), Shop with Sky, lewat berita yang kami kutip dari Alinea.id.

bisnis tanaman hias

Prospek bisnis tanaman hias cukup bagus (c) Alinea.id

Kami juga telah melakukan analisis usaha tanaman hias dari toko Shop with Sky (secara sederhana), melalui data yang kami dapat dari laman Tokopedia mereka.

Mari kita lihat sama-sama statistiknya berikut ini:

toko tanaman hias

Statistik toko Shop with Sky (c) Tokopedia.com

  • Berjualan di Tokopedia sejak April 2016
  • Total produk terjual: 59.200 pcs
  • Harga produk: Mulai dari Rp20.000 hingga Rp250.000 (bahkan ada yang Rp1.500.000), jadi kita ambil rata-rata Rp80.000 (asumsi)
  • Total penjualan sejak April 2016 hingga Oktober 2020: 59.200 x Rp80.000 = Rp4,7 miliar

Dari angka tersebut, bisa kita ambil rata-rata (asumsi) omzet per bulannya menjadi = Rp4,7 miliar / 247 (jumlah bulan sejak 2016) = Rp19-20 juta per bulan.

Sekali lagi, perhitungan ini masih asumsi karena kami belum benar-benar mendapat data yang sesungguhnya. Namun, semoga bisa dijadikan gambaran bagi pembaca.

Di sisi lain, ada juga brand tanaman hias dengan 15K followers di Instagram saat tulisan ini dibuat: @kuma.living. (Mungkin bisa dijadikan contoh usaha skala rumahan)

kuma living tanaman hias

Instagram kuma living (c) instagram.com

Dari informasi yang kami dapat, berikut analisis bisnis mereka:

  • Modal usaha: Rp2-3 juta
  • Omzet: Rp30 juta per bulan
  • Profit: +- 50% dari omzet

Jika Anda tertarik, silakan tonton video dari CNBC Indonesia di bawah. Telah dibahas bagaimana cara memulai usaha tanaman hias dari nol hingga berhasil.

Budidaya Jamur

Budidaya jamur bisa menjadi peluang usaha di desa yang cukup menjanjikan.

Sebab, menurut Plt Ditjen Kementan, Sukarman, kebutuhan jamur di Indonesia masih belum mendapat suplai yang cukup. Seperti yang beliau sampaikan kepada MediaIndonesia.com berikut ini:

peluang usaha jamur

Kebutuhan jamur di Indonesia (c) mediaindonesia.com

Ada beberapa jenis jamur yang cukup disukai konsumen:

  • Tiram
  • Merang
  • Kancing
  • Shitake
  • Kuping

Namun, paling populer ialah jamur tiram dan jamur merang. Untuk contoh analisis usahanya, kami memilih usaha jamur tiram milik Pak Wahab dari Kecamatan Waru, berikut ini:

budidaya jamur tiram pak wahab

Budidaya jamur tiram Pak Wahab (c) Tribun Kaltim

  • Mulai usaha: 2018
  • Modal usaha: Rp2 juta
  • Luas lahan: 6 x 12 meter
  • Hasil panen: 5-6 Kg per hari
  • Harga: Rp35.000 – Rp50.000 per Kg
  • Omzet: Rp5.250.000 – Rp7.500.000 per bulan

Aquaponik

Aquaponik juga dapat menjadi pilihan untuk budidaya ikan dan sayur dalam satu media.

Dalam ulasan-ulasan di atas, sudah dibahas tentang seberapa besar permintaan sayur-mayur dan ikan di pasar lokal maupun supermarket.

Adapun kelebihan dari aquaponik, yakni:

  • Tidak perlu lahan yang luas (bisa di taman rumah, kost, kantor, dll)
  • Masa panen lebih cepat ketimbang budidaya tradisional
  • Bisa panen 2 komoditi: sayur-mayur (kangkung, sawi, bayam, dll) dan ikan (biasanya ikan lele)

Salah satu contoh usaha aquaponik yang berhasil adalah Randi Farm dari Purwokerto. Seperti disampaikan oleh Kontan.co.id, berikut hasil analisis peluang dan omzet-nya:

peluang usaha aquaponik

Usaha aquaponik randi farm (c) Kontan.co.id

  • Luas lahan tidak diketahui
  • Hasil panen: 240 Kg kangkung + 1 ton lele
  • Masa panen: Kangkung 1 bulan sekali, lele 6 bulan sekali
  • Harga:
    – Kangkung = Rp3.000 per ikat (1 Kg bisa 4-5 ikat)
    – Lele = Rp15.000 per Kg
  • Omzet per bulan:
    – Kangkung = Rp15.000 x 240 = Rp3.600.000
    – Lele = (1 ton / 6) x Rp15.000 = Rp2.500.000
  • Total omzet per bulan adalah Rp6.100.000

Jika Anda tertarik, bisa mencoba dulu untuk skala rumahan menggunakan teknik pengembangan dari aquaponik: Budikdamber (budidaya ikan dalam ember).

Silakan tonton video berikut untuk penjelasannya ya:

Peluang Usaha Hewan Ternak

Cocok apabila Anda tinggal di desa dan punya lahan untuk beternak, usaha ini akan tetap eksis dan banyak dicari.

Dalam kategori ini, kami merekomendasikan:

  • Ayam kampung
  • Burung kicau
  • Kelinci budidaya
  • Ikan lele
  • Ikan hias

Ayam Kampung

Usaha ternak ayam dinilai cenderung akan selalu naik. Sebab, makin banyak kuliner ayam geprek, penyet, kremes, dll, maka makin banyak permintaan daging ayam.

Ada beberapa jenis usaha untuk ternak ayam, yakni: (1) ayam petelur, (2) ayam potong, (3) ayam kampung.

Jika boleh merekomendasikan, kami akan memilih ayam kampung. Kenapa? Ada beberapa alasan:

  • Tingginya permintaan ayam buras menurut BPS
  • Bisa dimulai dengan produksi rumahan (jumlah ayam kurang dari 100)
  • Lebih tahan penyakit dibanding ayam ras (misal: broiler)
  • Harga jual ayam kampung lebih tinggi dibanding ayam ras

Salah satu contoh pelaku usaha ayam kampung yang berhasil adalah Muslimin, pemilik Permata Farm dari Makassar.

usaha ternak ayam kampung

Peluang usaha ternak ayam (c) Jpnn.com

Kami mencoba membuat analisis usaha ternak milik Muslimin secara garis besarnya. Berikut hasil yang kami dapat:

  • Modal usaha: Rp66 jutaan (untuk membeli bibit unggul 3.000 ekor ayam)
  • Harga jual: Rp55.000 per ekor ayam
  • Biaya perawatan: Rp22.000 per ekor ayam (selama 1 bulan)
  • Omzet per bulan: 3.000 ekor ayam x Rp55.000 = Rp165.000.000
  • Keuntungan per bulan: Rp165.000.000 – (Rp22.000 x 3000) = Rp99.000.000

Jika Anda tertarik belajar bagaimana memulainya, coba simak video singkat di bawah ini ya:

Burung Kicau

Bagaimana peluang usaha burung kicau saat ini? Menurut kami, sangat menjanjikan. Dikutip dari Okezone, angka perputaran bisnis burung kicau telah mencapai Rp1,7 triliun.

bisnis burung kicau

Perputaran bisnis burung kicau di Indonesia (c) okezone.com

Angka tersebut diperoleh dari aktivitas jual-beli seputar burung kicau, meliputi:

  • Burung kicau
  • Kandang
  • Pakan ternak
  • Vitamin

Kualitas burung kicau dinilai dari setidaknya 2 aspek: (1) fisik (warna, tekstur bulu), (2) suara (gacor, merdu),  sedangkan untuk jenis burung yang paling diburu kolektor antara lain:

  • Ciblek
  • Gelatik
  • Pipit
  • Jalak
  • Kenari
  • Lovebird
  • Murai batu (paling diminati)

Jika Anda berminat untuk belajar budidaya burung kicau, silakan tonton video dari praktisinya langsung, JFP Farm Yogyakarta berikut ini:

Kelinci Budidaya

Usaha budidaya kelinci juga tak kalah diminati. Permintaan daging makin meningkat seiring kuliner kelinci yang diburu konsumen.

Ada salah satu pelaku usaha budidaya kelinci dari Batang, Aditya Prasetyo, seperti yang dikutip dari Tribunnews.

peluang bisnis kelinci

Peluang bisnis kelinci (c) tribunnews.com

Sayangnya untuk analisis usaha kelinci daging dari Adit, kami belum mendapatkan data omzet dan profit per bulan, hanya saja untuk harganya antara lain:

  • Harga per Kg: Rp40.000
  • Harga per ekor: Rp25.000 – Rp650.000 (targantung jenis dan bobot kelinci)
  • Biasanya, 1 ekor indukan kelinci bisa menghasilkan 8-10 ekor anakan setiap 3-4 bulannya

Ada 2 jenis kelinci yang ada di pasaran saat ini: (1) kelinci hias, (2) kelinci budidaya.

Kali ini, kita akan bahas untuk poin yang kedua. Jenis kelinci budidaya juga masih dibedakan menjadi:

  • Kelinci pedaging
  • Kelinci penghasil kulit
  • Kelinci penghasil bulu

Permintaan daging kelinci makin hari kian meningkat, namun tidak diiringi dengan ketersediaan stok. Nah, ini bisa menjadi peluang usaha ternak yang cukup potensial.

Memulainya pun tidak cukup sulit, meliputi:

  1. Memilih jenis kelinci budidaya, apakah pedaging, penghasil kulit atau bulu.
  2. Memilih indukan yang unggul baik kelinci jantan maupun betina.
  3. Memberi pakan rutin meliputi air minum, jerami, sayuran segar.
  4. Mengawinkan kelinci setelah dirawat selama kurang lebih 6 bulan.
  5. Memanen hasil ternakan kelinci.

Untuk referensi lain seputar ternak kelinci, Anda bisa simak video singkat berikut ini:

Budidaya Lele

Siapa yang sering makan di warung pecel lele? Bahkan jika diamati, tiap pinggir jalan kota hingga desa, begitu banyak warung yang menjajakan menu ini.

Tak ayal jika permintaan yang terus berdatangan cukup sulit dipenuhi. Mengingat tidak semua peternak lele selalu menyediakan stok yang konstan.

Ada salah satu kisah unik yang kami kutip dari Otomania.com berikut ini:

ternak lele menguntungkan

Prospek bisnis ternak lele (c) Otomania.com

Dari bisnis milik Bripda Heidi tersebut, kami dapat melakukan analisis usaha sederhana seperti ini:

  • Modal awal:
    – Kolam 1 petak diameter ukuran 3 meter
    – Benih lele sebanyak 6.000 bibit
  • Omzet awal: Rp6.500.000
  • Modal berjalan:
    – 20 kolam petak
  • Hasil panen: 1 ton lele setiap bulan
  • Profit bersih: Rp15.500.000

Jika Anda tertarik mencoba ternak ikan lele, berikut sedikit gambaran untuk tahapan yang dilalui:

  1. Menyiapkan kolam ikan lele minimal 3 x 5 meter. Kemudian dilakukan beberapa perlakuan meliputi penyediaan lahan, pemupukan, hingga pengaturan air.
  2. Menyiapkan benih ikan lele yang unggul. Ciri-cirinya: gerakannya normal dan gesit, ukuran tubuhnya sekitar 4-6 cm.
  3. Menyiapkan pakan utama dan tambahan. Pakan utama wajib mengandung protein 30%, karbohidrat 20%, lemak 15%. Pakan tambahan berupa ikan rucah dan keong.
  4. Merawat air dan memberikan makan secara rutin (3-5 kali sehari).
  5. Rutin membersihkan kolam dari hama, gulma, dan lainnya.
  6. Memanen lele setelah 2-3 bulan perawatan.

Supaya lebih jelas, silakan tonton video ini sampai habis ya:

Ikan Cupang

Tidak hanya dirawat di kolam taman belakang rumah untuk menyegarkan pikiran, ikan hias juga kerap menjadi “teman” yang hidup di akuarium ruang keluarga.

Banyak sekali peminat dari ikan yang punya warna, bentuk, dan ciri khas yang unik ini. Sebagai contoh, ikan hias yang paling diminati di pasaran antara lain:

  • Ikan guppy
  • Ikan cupang
  • Ikan arwana
  • Ikan mas koi
  • Ikan louhan

Sebelum memulai usaha, mungkin Anda bisa mencoba memelihara terlebih dulu. Langkahnya seperti ini:

  • Memilih tempat untuk merawat ikan hias: akuarium dan perabotnya.
  • Memilih jenis ikan hias sesuai dengan kesukaan atau kemampuan merawat.
  • Merawat ikan dengan memberi makan serta membersihkan akuarium.
  • Menunggu proses reproduksi ikan.
  • Memanen hasil budidaya.

Peluang Usaha Digital Marketing

Saat penjual berbondong-bondong promosi di internet, maka di situlah letak peluang usaha pemasaran digital sangat menjanjikan.

Tidak hanya skala UMKM, tapi brand besar juga telah menggelontorkan dana besar untuk proyek pemasaran melalui media sosial, mesin pencari, dll.

Untuk memahami bagaimana digital marketing bekerja, kita bisa simak dulu penjelasan dari Denny Santoso, pengusaha sekaligus Digital Marketing Strategist berikut ini:

Nah, karena kebutuhan yang tinggi ini, tentu perusahaan juga akan membutuhkan jasa digital marketing. Di situlah Anda bisa mengambil peluang usaha sebagai freelancer.

Beberapa rekomendasi peluang usaha digital marketing yang mudah untuk dijalankan, bahkan untuk pemula sekalipun:

  • Penulis artikel blog
  • Penulis iklan atau caption IG
  • Micro-nano influencer IG / Twitter
  • Kreator (komik, ilustrasi, tulisan)
  • Fotografi produk kafe kekinian

(Penjelasannya nanti hanya gambaran umumnya saja. Untuk studi kasus yang lebih detail, silakan baca konten Ide Bisnis Online)

Penulis Artikel

Sering disebutnya sebagai content writer. Bisa kerja freelance di beberapa tempat penyedia job, seperti:

  • GetCraft.com
  • Projects.co.id
  • Freelancer.co.id
  • Sribulancer.com
  • Fastwork.id
  • Saungwriter.com

Penulis artikel biasanya mendapat bayaran mulai dari Rp50 – Rp250 per kata. Itu artinya, setiap menulis 500 kata maka bisa dihargai Rp25.000 – Rp125.000.

Pekerjaan ini cocok buat mereka yang punya kemampuan berikut:

  • Riset ide dan topik tulisan yang dicari banyak orang
  • Bisa menyampaikan topik berat ke dalam tulisan ringan
  • Mengerti dasar algoritma mesin pencari Google
  • Memiliki gaya penulisan yang enak dibaca, sesuai EYD
  • Mampu menyampaikan cerita yang asyik dan mengalir
  • (dan masih banyak lagi)

Penulis Iklan

Kebutuhan pemasaran brand kini sudah beralih ke ranah digital. Iklan untuk video YouTube, post IG, status Facebook, mulai digencarkan.

Nah, untuk membuat iklan yang menarik, dibutuhkan seorang penulis iklan, atau sering disebut Copywriter.

Bedanya apa dengan content writer? Kalau copywriter lebih fokus ke tulisan yang persuasif, hemat kata namun memikat pembaca. Fokus hasilnya pada penjualan produk atau jasa.

Biasanya, mereka menulis materi untuk media-media berikut:

  • Landing page
  • Email newsletter
  • Caption Instagram
  • Teks iklan di gambar
  • Tagline brand
  • Kampanye iklan FB
  • (dan masih banyak lagi)

Micro Influencer

Buat Anda yang memang basisnya sudah punya banyak teman, suka bikin konten yang menarik perhatian, senang mengulas produk yang sering dibeli, hingga suka jalan-jalan, maka influencer bisa jadi pilihan.

Intinya, kita bisa dapat uang dari brand yang ingin mengiklankan produk di akun yang kita miliki. Baik melalui pihak ketiga atau langsung menghubungi anda.

Beberapa media yang paling mudah digunakan untuk memulai jadi influencer ada 2, yakni: (1) YouTube, (2) Instagram.

Namun, bagaimana memulainya?

Cukup simpel sebenarnya. Anda tinggal merancang konten baik video, foto, maupun tulisan sesuai dengan hobi dan kesukaan. Atau bahkan banyak juga yang didasari oleh keresahan.

Cara mendapat uang dari YouTube dan Instagram juga beragam. Penjelasannya berikut ini:

  1. YouTube → Iklan Google AdSense, endorse produk, buka kelas online
  2. Instagram → Endorse produk, jualan kursus, jual produk sendiri

Kreator Konten

Bukan hanya influencer, namun kini juga ada opsi lain dengan menjadi kreator. Kreasi yang dihasilkan bisa beragam, berupa:

  • Cerita pendek
  • Cerita bersambung
  • Cerita komik
  • Gambar ilustrasi
  • Podcast
  • Edukasi
  • Tutorial
  • Fotografi

Siapa yang menjembatani antara kreator dan para penggemar? Ada beberapa platform yang kini mulai populer di Indonesia, yakni:

  • KaryaKarsa
  • SociaBuzz

Sistemnya adalah, Anda membuat karya yang disukai penggemar. Lalu, penggemar membayar biaya langganan untuk bisa menikmati karya-karya buatan Anda kepada pihak platform tadi.

Selesai, nanti KaryaKarsa / SociaBuzz akan memberikan komisi yang sudah dipotong bersih.

Jasa Fotografi

Berbeda dengan usaha lainnya, untuk jasa fotografi bisa menyasar 2 target pasar: (1) konsumen, (2) pengusaha.

Untuk konsumen, jasa yang bisa ditawarkan antara lain:

  • Foto pre-wedding
  • Foto wisuda
  • Dokumentasi traveling

Sedangkan, jika menyasar ke pengusaha, maka ada opsi untuk menawarkan jasa berikut:

  • Foto produk
  • Foto katalog
  • Foto untuk post IG
  • Foto company profile

Anda bisa langsung menawarkan jasa ini kepada konsumen dan pengusaha yang ditarget. Atau juga bisa menjemput bola dengan aktif mencari di platform freelance seperti:

  • GetCraft
  • Freelancer.co.id
  • Projects.co.id

Peluang Usaha Fashion Pria dan Wanita

Jika Anda merupakan pribadi yang cukup peduli soal penampilan, maka cocok rasanya untuk mengambil peluang usaha bidang fesyen. Sembari melakoni hobi, namun juga dapat penghasilan yang cukup.

(Namun, biasanya keluhan yang dihadapi adalah modal yang dibutuhkan terlalu besar)

Tenang saja. Solusinya adalah gabung menjadi dropshipper.

Dropship membuat Anda bisa menjual barang milik supplier, tanpa harus stok barang dan seluruh pengiriman diurus oleh supplier. Tugas Anda cukup mempromosikan barang saja.

Nah, untuk bidang fashion, ada banyak sekali pilihan. Caranya, Anda tinggal mengetik kata kunci berikut:

  • Dropship + (barang yang ingin dijual)

Atau, jika tak mau bingung, bisa mendaftar ke platform dropship khusus fashion seperti Sistersel.

Hijab Printing

Apa itu? Simpelnya, pas Anda lihat model hijab modern, pasti ada motif-motif lucu bunga warna-warni. Nah, kemungkinan besar, hijab tersebut masuk ke dalam jenis printing.

Yakni model hijab yang punya motif dari hasil printing menggunakan mesin. Jadi, tahapannya adalah:

  1. Menyiapkan desain motif yang menarik, berukuran 110 x 110 cm.
  2. Menyiapkan bahan kain yang kualitasnya bagus, warna pastel cukup disukai.
  3. Mencetak hasil desain ke bahan kain menggunakan printer profesional.

Untuk bahan kainnya, rekomendasi kami adalah:

  • Chiffon
  • Satin hermes
  • Satin velvet
  • Satin silk

Namun perlu digarisbawahi, jika Anda belum tau seluk-beluk printing, lebih baik bekerja sama dengan pihak konveksi untuk mengurangi risiko usaha.

Gamis Syar’i

Meski sudah banyak pemainnya, namun tetap ada saja permintaannya. Biasanya, cocok untuk mahasiswi muslimah yang mulai peduli penampilan sesuai syari’at Islam.

Untuk memulainya, saran kami paling mudah adalah:

  • Mulai dengan dropship atau mendaftar reseller di supplier yang sudah besar dan punya pasar.

Selebihnya, Anda tinggal memaksimalkan promosi.

Pemasaran cukup dari orang ke orang, ditambah menggunakan platform media sosial. Tipsnya, gunakan basis wilayah saat menjual gamis. Misalnya: Jual Gamis Syar’i di UGM Yogyakarta.

Masker Kain

Saat ini dan ke depan nanti, kita akan menjalani kenormalan baru. Salah satunya, tidak luput dari mengenakan masker untuk menghindari penularan virus corona.

Namun lebih dari itu, masker bukan hanya jadi pelindung, tetapi juga aksen fesyen yang patut dipertimbangkan secara desain. Nah, di sinilah letak peluangnya.

Anda menawarkan produk masker kain yang punya motif unik dan cocok dikenakan oleh target pasar. Syarat kain yang baik juga sudah diatur, yakni:

  • Menutupi seluruh bagian dagu, mulut, hidung, pipi dengan sempurna.
  • Tidak mengganggu proses pernapasan ketika mengenakannya.
  • Menggunakan tali telinga yang fleksibel dan sesuai ukuran.
  • Jika dicuci tidak berubah warna, tekstur, dan bentuknya.

Untuk kainnya, bahan yang sering digunakan antara lain:

  • Katun (untuk lapisan bagian dalam)
  • Perca (untuk lapisan bagian luar)

Sudah, deh. Untungnya, sudah banyak tutorial di YouTube tentang bagaimana membuat masker kain yang estetik namun tetap aman. Anda tinggal ikuti saja.

Tote Bag

Kalau kamu suka desain yang estetik ala-ala selebgram, boleh dicoba menekuni usaha ini. Tas kanvas yang bisa diberi lukisan atau motif printing kesukaan.

Silakan Anda coba sendiri dulu dengan mengenakannya tiap hari. Biarkan teman-teman penasaran dan jika mereka bertanya, langsung Anda tawarkan saat itu juga.

Sebelum itu, kenali dulu macam-macam tote bag berikut ini:

  • Dipped dye: gradasi warna
  • Hand written: tulis tangan estetik
  • Glitter: motif kerlap-kerlip dari glitter
  • Stamped: di-stempel menggunakan ukiran kayu
  • Sprayed: diwarnai menggunakan cat semprot

Selain jenis tadi, Anda juga bisa bagi menjadi 2 kategori: (1) printing, (2) lukis. Jika menggunakan printing, maka saran kami bisa menggandeng partner vendor.

Namun kalau ingin lebih ada sentuhan karya anda, bisa memilih tas kanvas lukis. Biasanya harga yang ditawarkan jauh lebih mahal karena termasuk produk handmade.

Kaos Printing

Kaos dengan sablon digital printing juga menjadi peluang usaha yang tidak ada habisnya. Kebanyakan, target pasar yang selalu ada untuk produk ini antara lain:

  • Komunitas yang aktif
  • Fanbase klub sepakbola
  • Fanbase K-POP

Tinggal buat desain yang sesuai dengan kesukaan mereka, lalu tawarkan deh. Tidak perlu usaha untuk edukasi lagi tentang kaos sablon printing.

Karena, mereka sudah tidak peduli itu. Melainkan peduli pada desain kaos yang Anda jual. Apakah berhasil mewakili suara mereka atau belum.

Tips lain untuk menjalani usaha kaos printing antara lain:

  • Bekerja sama dengan konveksi yang sudah punya alat lengkap
  • Aktif mencari tempat komunitas yang ramai
  • Jeli dalam menawarkan apa yang komunitas tersebut mau
  • Membuat desain yang sesuai dan unik dari yang lain

Peluang Usaha Perawatan dan Kecantikan

Sekarang giliran untuk perempuan, yakni perawatan tubuh dan kecantikan. Hal ini berangkat dari kebiasaan perempuan yang tak bisa lepas dari makeup, maskeran, dan lainnya.

Hampir sama dengan peluang usaha fashion, Anda sebaiknya memulai dari menjadi dropshipper. Platform dropship yang bagus untuk bidang usaha kecantikan adalah 101Red.com.

Berikut ini beberapa produk yang laris di pasaran.

Liptint Herbal

Banyak yang mengeluh saat perempuan punya bibir yang tidak merah merona, terlihat pucat, pecah-pecah. Nah, karena mereka sangat peduli penampilan, maka penting untuk menjaga kelembaban dan warna bibir.

Karena itu, produk liptint akan terus dicari. Dan untuk pembeda, Anda bisa menggunakan bahan herbal untuk membuatnya.

Jenis-jenis liptint yang bisa Anda jadikan acuan:

  • Creamy: tekstur cair namun warna kuat
  • Tatto: warna tebal dan teksturnya kental
  • Water based: dipadukan dengan lip balm
  • Oil based: untuk bibir kering
  • Gel lipt: punya tekstur seperti jelly

Bahan dasar yang dipakau untuk membuat liptint antara lain:

  • Minyak zaitun
  • Beeswax
  • Lip butter
  • Jelly potrelium
  • Pigment
  • Madu

Untuk pembuatannya juga cukup mudah. Semua bahan dicampur sesuai resep. Resep ini bisa Anda cari di YouTube. Sudah banyak yang berbagi soal ini.

Makeup Artist

Kalau Anda suka berdandan dan merasa cukup OK untuk hasilnya, make up artis bisa jadi peluang usaha kecantikan yang prospektif.

Target pasar yang bisa dituju cukup banyak dan terus ada:

  • Pengantin
  • Model
  • Artis
  • Mahasiswi (wisuda)

Setelah mengerti targetnya siapa, Anda juga perlu menggandeng partner usaha. Misalkan, Anda bekerja sama dengan wedding organizer untuk mengisi bagian make up pengantin.

Namun sebelum itu, tentu Anda harus punya hasil karya terlebih dulu. Anda bisa mulai dengan merias diri Anda sendiri, keluarga, hingga teman, lalu tunjukkan lewat sosial media.

Pro-tip: Selain membuka jasa rias, Anda juga bisa menjadi influencer dengan aktif berbagi tips makeup di Instagram dan YouTube. Monetisasi jadi lebih variatif.

Skincare Starter Kit

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, Anda pun bisa menjual kembali skincare dari berbagai macam brand. Dengan cara, bergabung menjadi dropship atau reseller.

Setelahnya, Anda coba membuat pembeda dengan cara memberikan paket starter kit. Atau, paket untuk pemula yang baru terjun di bidang kecantikan.

Paket ini bisa berisi:

  • Serum
  • Masker
  • Sunscreen
  • Eye cream
  • Moisturizer
  • Cleanser

Tentu, Anda juga harus mengerti seluk beluknya. Bagaimana cara pakainya. Lalu, yang paling penting adalah, apakah cocok untuk jenis kulit kering, lembab, dan sebagainya.

Masker Organik

Makin berkembangnya gaya hidup modern, justru makin peduli untuk kembali mengkonsumsi pangan organik. Bahkan, untuk perawatan kecantikan pun begitu.

Kini banyak juga yang melirik masker organik karena dinilai aman dan cocok untuk semua kulit. Namun juga punya efek membersihkan dan memperkecil pori-pori yang cukup efektif.

Untuk mengenalinya, ada beberapa jenis produk masker organik yang ada saat ini:

  • Kefir
  • Clay
  • Greentea
  • Dedaunan
  • Bengkoang
  • Kentang

Semua bahannya bisa dengan mudah kita temukan. Bahkan kebanyakan ada di pedesaan yang hawanya asri, sejuk, dan cukup nagih untuk disinggahi.

Lagi-lagi, masker ini cukup mudah dibuat. Anda bisa coba cari di YouTube untuk tutorial bagaimana cara membuatnya.

Hal-hal yang perlu Anda tau juga soal masker organik:

  • Harga biasanya berkisar antara Rp10.000-an.
  • Pengemasan bisa menggunakan standing pouch.
  • Paling mudah laku di antara produk kecantikan lainnya.

Sabun Herbal

Terakhir namun bukan yang paling akhir, ada usaha sabun herbal / homemade yang mulai diminati. Beberapa kelebihan menjalankan usaha ini adalah:

  • Modal yang dibutuhkan tak terlalu besar (<1 juta).
  • Permintaan terus meningkat.
  • Bisa jadi souvenir pernikahan.
  • Tahan lama tanpa pengawet.

Harga jual produk sabun herbal bisa bermacam-macam. Ada yang mulai dari Rp20.000, bahkan ada juga yang mencapai Rp90.000.

Bahan-bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat sabun herbal antara lain:

  • Minyak nabati
  • Minyak esensial
  • Minyak zaitun
  • Minyak kelapa sawit
  • Minyak kelapa
  • Bahan alami untuk pewangi
  • Soda api
  • Air distilasi

Wah, tak terasa kita sudah ada di penghujung pembahasan. Sudah banyak peluang usaha yang kita bahas tadi. Mulai dari kuliner, kecantikan, digital, ternak, hingga agribisnis.

Usaha ini dikatakan bisa mendatangkan omzet besar dan prospektif karena:

  • Modal yang dibutuhkan tidak besar.
  • Permintaan pasar cukup tinggi.
  • Proses produksi tidak memakan biaya besar.
  • Bisa dikerjakan di desa maupun kota.

Terpenting, jika Anda masih bingung mau pilih ide yang mana, Anda bisa coba tips berikut:

  1. Mendaftar sebagai dropshipper atau reseller produk yang punya banyak kategori.
  2. Membuat brand sendiri lalu mendaftar di pasar online dan sosial media.
  3. Posting seluruh produk dan promosi menggunakan iklan.

Selesai. Nanti sambil belajar akan ketemu polanya, dan bisa dikembangkan menjadi usaha yang lebih besar lagi. Sekian, mudah-mudahan bermanfaat, ya.

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *