Advertisement

30 Ide Peluang Usaha Baru yang Menjanjikan [Profit Besar]

Ifan Prasya
Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
07 Oktober 2020
Waktu membaca
23 Menit

Kini mulai banyak ibu rumah tangga, karyawan, hingga mahasiswa yang mencari ide peluang usaha. Alasannya beragam, dari yang ingin menambah penghasilan hingga mereka yang terkena dampak pandemi covid-19. Dari yang mulanya mengandalkan gaji, kini “terpaksa” harus buka usaha sendiri.

Buat Anda yang masih bingung mau jualan apa, simak tulisan ini sampai selesai ya. Kami akan tunjukkan beberapa ide usaha yang menjanjikan dari berbagai bidang, seperti:

  • Makanan dan minuman
  • Tanaman budidaya dan hias
  • Usaha ternak hewan
  • Pemasaran digital dan kreatif
  • Fashion pria dan wanita
  • Kecantikan dan perawatan tubuh

Sudah ada gambaran, ya? Kalau ingin langsung ke daftar ide, gunakan fitur Daftar Isi di bawah. Mari kita mulai.

 

Peluang Usaha Makanan dan Minuman

Usaha makanan dan minuman menjadi cukup prospektif untuk direalisasikan. Hasil riset Global Consumer Insights 2020 yang dikutip dari Liputan6.com, mengatakan bahwa sebanyak 67% masyarakat Indonesia kian aktif membeli bahan makanan.

peluang usaha makanan

Tren positif usaha kuliner selama pandemi (c) Liputan6.com

Lebih dari itu, kami mencoba menilik kembali, jenis makanan dan minuman apa yang menunjukkan tren positif selama pandemi covid-19. Hasilnya antara lain:

  • Makanan beku
  • Makanan ringan
  • Sari lemon
  • Salad buah
  • Martabak mini

Frozen Food

Makanan beku menjadi solusi praktis saat banyak orang beraktivitas di rumah aja.

Terbukti, Gojek mencatatkan transaksi makanan siap saji naik 8x lipat dibanding sebelum pandemi. Transaksi tersebut didapat dari platform GoFood dan GoMart.

makanan cepat saji di gofood

(c) katadata.co.id

Bahkan, Gojek dalam aplikasi terbarunya juga sudah meluncurkan menu baru bernama “Siap Masak”. Dan salah satu menu andalannya adalah frozen food.

Sekarang, kita coba lihat siapa yang sudah berhasil menjalankan bisnis makanan beku ini. Adalah seorang ibu rumah tangga asal Tangerang Selatan, Astri Putri Ardi, sebagai pemilik brand Hoki Foods.

astri hoki foods pengusaha frozen food

(c) Kanal YouTube BeritaSatu TV

Astri sudah menjalankan bisnis frozen food sejak 2013, dimulai dari skala rumahan dengan menjual 10 pack steamboat (modal awal Rp650.000).

Selama pandemi, bisnis Hoki Foods berhasil melonjak dengan profit bersih sebesar Rp60-75 juta. (Dibanding sebelum pandemi “hanya” Rp30-40 juta)

Rinciannya bisa dilihat sebagai berikut:

  • Harga 1 pack frozen food berkisar Rp20.000 – Rp85.000
  • Sehari bisa laku 100-200 pack
  • Ambil laba 10-20%

Cukup menggiurkan, bukan?

Next, kami coba sampaikan tips dari Astri (Hoki Foods) untuk memulai usaha rumahan makanan beku yang dikutip dari Kompas.com berikut ini:

  • Tentukan target pasar. Harus tau siapa yang akan jadi pelanggan nantinya. Kalau Astri, menyasar ibu rumah tangga dan ibu muda kantoran yang tidak mau ribet masak, namun tetap ingin ada makanan lezat di meja makan.
  • Paham akan produk yang dijual. Memahami apa yang akan dijual. Bagaimana cara membuatnya, dan menu apa yang sedang dicari pelanggan. Saat ini dimsum, shrimproll, eggroll, cireng, cukup diminati. Namun lebih baiknya dicari tau lagi.
  • Promosi menggunakan digital marketing. Jangan terpaku dengan satu platform saja. Gunakan media sosial, aplikasi chat, dan marketplace untuk menawarkan produk.

Khusus untuk bagian promosi, kami coba amati teknik pemasaran yang dipakai oleh Hoki Foods. Mereka menggunakan setidaknya 4 platform:

  1. WhatsApp: 082113461419
  2. Tokopedia: Hokifoods
  3. Shopee: Hokifood
  4. Instagram: @hokifoods dan @hokifoods_catalog

Sedangkan, untuk etalase (sekaligus pengiriman) bisa menggunakan GrabFood dan GoFood.

Camilan Ringan

Untuk menemani aktivitas WFH, camilan ringan juga makin laris diburu konsumen.

Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, hingga Blibli, menjadi tempat favorit pelanggan untuk menemukan jajanan khas.

Bahkan, Tokopedia juga telah membuat flash sale dan promo besar-besaran khusus jajanan nusantara bernama “Tokopedia Nyam” pada beberapa bulan lalu.

(Hal ini menandakan jika makanan ringan cukup diminati di pasaran)

Next, salah satu contoh usaha camilan yang sudah sukses adalah Juara Snack. UMKM asal Bogor milik mantan karyawati swasta, Fitria Hadiah.

fitria hadiah usaha makanan ringan

Fitria Hadiah pemilik Juara Snack (c) instagram @juarasnack

Awal berdiri, snack buatan Fitria dipasarkan melalui toko-toko camilan di Mampang, Jakarta Selatan. Namun ternyata omzet yang dihasilkan tak sesuai harapan.

Tercetuslah ide untuk memasarkan camilan buatannya di pasar online. Kala itu, ia mendaftar sebagai seller di beberapa marketplace.

Kurang lebih seperti ini perjalanan yang dilalui:

  • Juara Snack bergabung di Shopee (2017) dan Lazada (2018).
  • Selama pandemi, orderan mencapai 100-200 pcs per hari.
  • Mulai buka toko lagi di Blibli dan Bukalapak.
  • Saat promo Ramadhan di Lazada bahkan mencapai 1.000 pcs per hari.
  • Mulai menambah karyawan berjumlah hingga 15-20 orang.
  • Berhasil menjadi seller resmi di Lazada dengan level 7 (Biasanya hanya brand besar yang bisa mencapai level ini).
  • Berhasil menjadi Star Seller di Shopee (Salah satu syaratnya harus punya omzet minimal Rp100 juta per bulan).
  • Mulai membuka dropship & reseller.
usaha camilan ringan

Produk Juara Snack (c) Shopee.co.id

Sedangkan, untuk perhitungan omzet-nya, kami coba beri gambaran besarnya seperti ini:

  • Harga snack: Rp10.000 – Rp30.000 (ukuran kecil) dan Rp50.000 – Rp80.000 (ukuran besar)
  • Jumlah pesanan: 100 – 200 pcs per hari
  • Omzet bulanan: Rp45-300 juta

Jika mengamati sepak terjang Juara Snack dari nol, maka kami dapat menyimpulkan cara membuka usaha camilan dari rumah sebagai berikut:

  • Cari supplier. Langkah awal paling aman apabila belum mengerti seluk beluk pembuatan snack. Usahakan cari yang murah namun tetap enak di lidah.
  • Kemas lagi. Jika snack dari supplier masih polosan kemasannya, maka bisa dirombak menggunakan kemasan yang berbeda. Tips: gunakan pouch zipper + desain dari brand sendiri.
  • Jual di pasar online. Rekomendasi kami jatuh pada Shopee & Tokopedia. Keduanya cukup mudah digunakan + banyak promo.
  • Promosi. Gunakan fitur “Naikkan Produk” pada Shopee & Tokopedia. Jika sudah ada pemasukan, coba untuk beriklan di platform mereka.
  • Sosial media. Sembari mengembangkan toko, buat akun sosial media dan perkenalkan produk Anda kepada calon pelanggan.

Salad Buah

Beberapa waktu lalu, kami coba meriset toko salad buah di Tokopedia untuk mencari tau seberapa besar peluang usaha yang baru-baru ini mengalami kenaikan tren.

Dan kami berhasil menemukan 1 toko dengan statistik cukup menarik. Namanya Dapur Mamski dari Palmerah, Jakarta Barat.

Coba lihat statistik tokonya berikut ini:

toko mamski salad buah

Statistik toko salad Buah Dapur Mamski (c) tokopedia.com

Dari data di atas, Dapur Mamski yang mulai jualan di Tokopedia sejak Januari 2019 telah berhasil menjual hampir 6.000 produk.

Sedangkan untuk harga salad buah yang dijual berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Maka kalau dihitung, perkiraan omzet yang diperoleh adalah sebagai berikut:

  • Total produk yang dijual: 6.000 pcs (dibulatkan)
  • Total bulan sejak bergabung hingga tulisan ini terbit (awal Oktober 2020): 20 bulan (dibulatkan)
  • Rata-rata omzet (per bulan) yang didapat:
    – Jika yang terjual adalah produk seharga Rp20.000 → (6.000 x Rp20.000) / 20 = Rp6.000.000
    – Jika yang terjual adalah produk seharga Rp50.000 → (6.000 x Rp50.000) / 20 = Rp15.000.000
  • Jadi, omzet yang didapat (hanya dari Tokopedia, belum yang lain) adalah Rp6-15 juta/bulan.
usaha salad buah 750 ml

Salad buah 750 ml Dapur Mamski (c) tokopedia.com

Perlu digarisbawahi, penjualan salad buah ini masih bisa ditingkatkan untuk daerah lokal dan melalui gerai offline / rumahan. Karena cocoknya memang dijual fresh secara tatap muka.

(Kalaupun order via online, bisa memanfaatkan fitur GoFood atau GrabFood)

Sekarang pertanyaannya, harus mulai dari mana untuk buka usaha salad buah?

  • Coba buat dulu. Mulai kreasikan salad buah pertama Anda dengan bahan: buah apel, nanas, melon, anggur, jeruk, strawberry, mayonaise, susu kental manis, yogurt, topping parutan keju.
  • Kasih tester ke teman. Setelah bikin satu, coba tambah beberapa dan kasih ke teman-teman anda. Minta mereka memberi ulasan jujur tentang rasa, buah, porsi, dan ekspektasi harga.
  • Jika minat, suruh beli. Coba lihat bagaimana respon mereka. Jika ternyata banyak yang suka, Anda bisa pasang harga dan mulai buka pre-order.
  • Riset buah paling murah. Harga buah bisa saja naik-turun. Jadi coba cari supplier yang punya buah paling stabil harganya dan kualitasnya OK.
  • Variasikan topping. Tambahkan variasi topping pada salad buah yang Anda jual. Tidak hanya parutan keju, namun juga bisa kacang-kacangan, cokelat, hingga biskuit.
  • Analisis usaha salad buah. Jika respon pelanggan cukup bagus dan pesanan mulai meningkat, mulailah menganalisis untuk mengembangkan usaha jadi lebih besar.
  • Daftar GoFood & GrabFood. Alihkan pelanggan Anda dari order via WhatsApp menuju ke aplikasi Gojek atau Grab dengan menjadi mitra untuk mendapat benefit tambahan.
  • Promosi lokal saja. Karena salad buah merupakan menu yang segar dan tidak tahan lama, maka Anda cukup menawarkan untuk area 1 kota saja.

Buat yang belum pernah bikin, jangan khawatir. Anda bisa mulai dari yang paling simpel dulu. Untuk tutorial-nya bisa tonton video berikut ya:

Martabak Mini

Produk martabak mini cenderung bertahan tak hanya dalam kondisi pandemi, tetapi juga dalam jangka waktu yang panjang.

Laman: 1 2 3 4 5

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *