Advertisement

Kena Phising! Ratusan NFT di OpenSea Senilai Rp24 M Hilang

Diterbitkan pada
23 Februari 2022
Waktu membaca
2 Menit

Jakarta – OpenSea kena serangan phising yang mencuri ratusan Non-Fungible Token (NFT) di marketplace NFT tersebut yang terjadi pada hari Sabtu (19/2/2022) waktu setempat.

Phising merupakan serangan dengan memanfaatkan laman situs palsu yang digunakan untuk mengelabui calon korban. Alamat atau laman situs yang digunakan untuk phising terlihat mirip dengan website resmi dan menggunakan nama domain yang mirip.

Baca Juga : Terinspirasi Ghozali, Bambang Soesatyo Jual NFT Kecelakaan Rp217 Juta

Seperti dilansir dari The Verge, pada Senin (21/2/2022), dokumen yang dibuat oleh layanan keamanan blockchain Peck Shield telah mencatat 254 token yang berhasil dicuri saat serangan terjadi. Termasuk token dari Decentraland dan juga Bored Ape Yacht.

Serangan phising tersebut terjadi pada pukul 17.00 dan 20.00 ET (Eastern Time) yang menargetkan total jumlh pengguna yaitu 32.

Salah seorang yang menjalankan blog “Web3 is Going Great”, yaitu Molly White, menyebutkan bahwa kira-kira token yang dicuri totalnya bisa mencapai lebih dari 1,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 24,3 miliar.

Selain itu, sama halnya dengan yang dikatakan oleh CEO OpenSea yaitu Davin Fincher melalui kanal media sosial Twitter miliknya. Ia mematahkan berita yang beredar bahwa peretasan atau phising itu telah merugikan senilai 200 juta dolar AS.

Tapi, menurutnya penyerang phising tersebut memang mempunyai 1,7 juta dolar AS Ethereum di dompet miliknya dari menjual beberapa NFT yang berhasil dicurinya.

“Kami menduga serangan itu tidak terhubung ke situs OpenSea. Tampaknya 32 pengguna sejauh ini telah menandatangani muatan berbahaya dari penyerang, dan beberapa NFT mereka dicuri,” ungkap Finzer.

Ia juga mengungkapkan bahwa serangan tersebut sepertinya tidak aktif untuk saat ini. Pihaknya belum melihat ada aktivitas yang berbahaya dari akun penyerang dalam kurun waktu 2 jam. Menurutnya, beberapa NFT sudah dikembalikan.

Tapi, dengan terjadinya serangan tersebut telah mengeksploitasi fleksibilitas dalam Protokol Wyvern. Karena standar sumber terbuka yang menjadi dasar sebagian besar smart kontrak NFT, termasuk yang telah dibuat oleh OpenSera.

Salah satu pengguna di Twitter bernama Neso juga mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi ketika korban menandatangani kontrak parsial atau cek yang dibiarkan kosong. Dengan begitu. penyerang bisa mengalihkan hak kepemilikan NFT tanpa melakukan pembayaran.

Penggambaran yang diungkapkan oleh Neso juga dibagikan ulang oleh Finzer di akun Twitter dirinya.

NFT artinya token digital dengan teknologi blockchain dan bisa diperjualbelikan, kemudian NFT tersebut bisa dibuktikan keasliannya dalam bentuk sertifikat smart kontrak.

Aset dalam bentuk NFT ini sangat bermacam-macam bentuknya. Yaitu seperti foto, gambar ilustrasi, musik, video, gif, bahwak kata-kata bijak dalam twitter.

Baca Juga : Judika Beli 1 M Token ASIX, Warganet Kritik Promosi Anang Pembodohan

Sedangkan OpenSea itu sendiri, merupakan suatu platform yang bisa digunakan untuk transaksi jual beli NFT yang saat ini paling populer.

OpenSea mempunyai fitur-fitur yang sangat mudah digunakan bagi pengguna pemula untuk melakukan pendaftaran akun, mencari NFT, menjual, hingga membeli dengan melakukan penawaran token tanpa berinteraksi langsung dengan teknologi blockchain.

Ketika kena serangan phising tersebut, di marketplace OpenSea sedang dalam proses pembaharuan sistem kontrak untuk NFT. Walaupun demikian, OpenSea membantah jika serangan tersebut terjadi dari kontrak baru.

Artikel ini telah terbit di Ulasan.co dengan judul “Ratusan NFT di OpenSea Senilai Rp24 Miliar Hilang dalam Serangan Phising”

Link Sumber : https://ulasan.co/ratusan-nft-di-opensea-senilai-rp24-miliar-hilang-dalam-serangan-phising/

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ditulis oleh

Ambar Arum Juliyanti

I have experience in field of the SEO Content Writer. I am willing and able to learn also work with new things either individual or team. I am also interested in anything about Digital Marketing, SEO and Informatics.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *