Advertisement

Kemenkominfo Hadirkan Program Edukasi NFT dan Blockchain

Penulis
Noer
Diterbitkan pada
01 Maret 2022
Waktu membaca
2 Menit

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi hadirkan program edukasi NFT dan blockchain.

Program ini bertujuan untuk mengedukasi publik, khususnya dalam merespon lonjakan minat terhadap cryptocurrency dan blockchain di kalangan anak muda Indonesia.

Baca juga: Kena Phising! Ratusan NFT di OpenSea Senilai Rp24 M Hilang

Bertajuk ‘Obral Obrol liTerasi Digital (OOTD)’, program ini ditayangkan perdana di YouTube pada 17 Februari dengan topik ‘Mengenal Dunia NFT dan Blockchain’.

Pembicara yang hadir antara lain Syammas P Sarbini dari Komunitas NFT Indonesia, Bhredipta Socarana dari Youth IGF, dan kolektor NFT Indonesia Dennis Adhiswara.

Seiring dengan pertumbuhan cryptocurrency yang berlangsung di seluruh dunia, Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan khususnya dalam mengadopsi teknologi baru.

Tahun lalu, sebuah laporan dari startup pendidikan blockchain Australia menempatkan Indonesia pada peringkat tertinggi dalam daftar negara dengan minat terbesar pada kripto.

Menurut laporan tersebut, jumlah pencarian di search engine Google, pemakaian keyword cryptocurrency, NFT, dan blockchain melonjak selama dua belas bulan terakhir.

Peningkatan ketertarikan ini dibuktikan lewat acara webinar, di mana ratusan peserta hadir secara live di YouTube, dan hingga hari ini ribuan orang telah menonton video webinar ini.

Baca juga: Marketplace NFT Indonesia, Tempat Jual Beli Aset Digital NFT

Pada webinar tersebut, Syammas P Sarbini dari Komunitas NFT Indonesia membuka diskusi dengan topik mengenai dasar-dasar NFT dan bagaimana pengaplikasiannya di dunia saat ini.

Sementara Bhredipta Socarana berbicara tentang literasi digital seputar blockchain, implementasinya, serta sejauh mana pengguna di Indonesia paham mengenai manfaat dan potensinya.

Pada 2021, tercatat lebih dari 7,4 juta pemilik cryptocurrency yang ada di Indonesia. Angka tersebut meningkat kurang lebih 85% dibandingkan tahun 2020.

Pada awal tahun ini, Indonesia juga menjadi sorotan global awal setelah ramai NFT Ghozali Everyday dan berhasil meraup untung hingga 1 juta USD pejualan NFT tersebut.

Menyoroti pentingnya memahami platform, baik risiko maupun peluang, dibanding hanya ikut arus, Syammas P Sarbini mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru berinvestasi.

“Ghozali Everyday adalah anomali. Siapa pun yang ingin menjelajahi dunia NFT dan blockchain perlu fokus pada komunitas dan pertumbuhan, bukan pada menghasilkan uang dengan mudah,” ujarnya.

Dennis Adhiswara, seorang tokoh masyarakat dan kolektor NFT, mengungkapkan pendapat serupa. Ia berbagi pengalamannya dalam memilih dan mengoleksi karya seni NFT.

“Nilai dan potensi nyata NFT terletak pada teknologinya. Masyarakat perlu memahami dan mengetahui seluk beluk teknologi yang mendukungnya,” ujar Dennis.

Baca juga: Apa Itu NFT? Bagaimana Cara Kerjanya? Seperti Apa Bisnisnya?

Untuk mengantisipasi risiko dalam berinvestasi NFT, pemerintah telah menjalankan berbagai program literasi digital untuk mengedukasi masyarakat Indonesia.

Khususnya literasi digital terkait keamanan dalam navigasi teknologi dan keterampilan digital yang diperlukan untuk dapat mengoptimalkan inovasi anak muda Indonesia.


Artikel ini telah terbit di Siberindo.co dengan judul “Kemenkominfo Hadirkan Program Edukasi NFT dan Blockchain Untuk Kaum Muda”.

Link: https://siberindo.co/28/02/2022/kemenkominfo-hadirkan-program-edukasi-nft-dan-blockchain-untuk-kaum-muda/

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ditulis oleh

Noer

Menjadi content writer (CW) di PintarJualan.id sejak Desember 2021. Menulis atas dasar perintah dan arahan dari Project Manager atau PM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *