Advertisement

8 Cara Memulai Bisnis Online dari Nol Sampai Sukses Mendapatkan Pembeli

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
26 Agustus 2022
Waktu membaca
7 Menit

Banyak orang bertanya, “Bagaimana cara memulai bisnis online?” Seringkali mereka (atau juga kamu) bingung mau mulai dari mana.

Setidaknya ada 3 problem utama yang dihadapi oleh pemula:

  • Modal dari mana?
  • Mau jualan apa?
  • Gimana cara jualnya?

Jangan khawatir, hal ini umum dijumpai orang yang mau terjun ke bisnis online. Dalam tulisan ini, kami akan menjawab ketiga pertanyaan tersebut hingga tuntas. Mari kita mulai.

 

1 — Cari Ide Bisnis yang Potensial

Untuk memulai bisnis online, kamu harus tahu produk apa yang akan kamu jual nanti. Untuk menemukannya, ada 2 tipe produk yang bisa kamu pilih: (1) produk yang paling laku, (2) produk yang “kamu banget”.

Cara pertama adalah cari tahu jualan online apa yang paling laris. Bagaimana kita bisa tahu produk yang laris di pasaran? Caranya sederhana:

  1. Buka aplikasi Shopee di ponsel kamu.
  2. Scroll ke bawah, perhatikan menu Pencarian Populer. Di situ akan terlihat kategori produk yang sedang dicari pembeli.
  3. Scroll ke bawah lagi, perhatikan menu Produk Terlaris. Sesi ini menunjukkan produk apa saja yang paling banyak dibeli.
  4. Selesai.

(Cara ini juga bisa kamu terapkan untuk marketplace Tokopedia, Bukalapak, atau Lazada)

Selanjutnya ada cara kedua, yakni menemukan produk yang sesuai dengan passion alias “kamu banget”. Langkahnya juga tidak terlalu rumit, kok. Cukup ajukan 3 pertanyaan:

  1. Aku sukanya apa, ya? Paling antusias kalau lagi ngapain? (Hobi dan minat)
  2. Ada contoh produk yang sesuai hobi dan jualannya laris? (Potensi bisnis)
  3. Kalau orang tanya ke aku soal produk ini, aku bisa jawab nggak ya? (Kemampuan)

Sebenarnya, kedua cara di atas bisa digabungkan. Kamu pilih produk yang sesuai dengan minatmu, lalu gali potensi bisnisnya menggunakan cara pertama.

Kalau masih terlalu mengawang-awang, kamu bisa cek postingan kami yang sudah membahas tuntas mengenai ide usaha online beserta contoh suksesnya:

2 — Pilih Model Bisnis yang Cocok

Setelah berhasil mendapatkan ide bisnis online yang cocok, kamu bisa lanjut untuk menentukan model bisnisnya.

Model bisnis ini berguna untuk melihat kondisi finansial (modal) dan kecocokan kamu dalam menjalankan bisnis. Sehingga tidak ada lagi alasan “aku gak punya modal untuk buka usaha” 😛

Sepengalaman kami, ada 4 model bisnis yang bisa kamu mulai tekuni:

  1. Dropshipper
  2. Reseller
  3. Distributor
  4. Produsen

Penjelasan untuk keempat jenis bisnis tersebut (+ kelebihan dan kekurangannya) bisa kamu simak pada tabel berikut:

DropshipperReseller
Kamu mempromosikan produk supplier via media sosial / marketplace.

  • Tidak perlu stok barang.
  • Pengiriman dilakukan oleh supplier.


  • Keuntungan relatif kecil.
  • Tidak bisa atur stok dan kualitas produk.

Kamu membeli sejumlah produk dari supplier untuk mendapat potongan harga.

  • Bisa dikemas ulang menggunakan brand kamu.
  • Potongan harga lebih besar dari dropshipper.


  • Modal awal lebih besar dibanding dropshipper.
  • Risiko produk tidak laku relatif sedang.

DistributorProdusen
Sebagai distributor, kamu berperan untuk menyalurkan produk dari pabrik ke reseller.

  • Mendapat harga grosir yang relatif murah.
  • Keuntungan lebih besar dibanding reseller.


  • Modal awal lebih besar dibanding reseller.
  • Risiko produk tidak laku relatif tinggi.

Kamu membuat produk sendiri, mulai dari bahan mentah hingga siap untuk dijual.

  • Bisa mengatur jumlah profit per produk.
  • Punya brand unik dari produk lain.


  • Modal awal cukup besar untuk produksi.
  • Risiko produk tidak laku relatif tinggi.

Karena banyak yang menanyakan, Apa saja bisnis online tanpa modal? Kami menyarankan untuk memulainya dengan menjadi dropshipper. Apalagi bila kamu baru terjun ke dunia bisnis online.

Setelah ada modal lebih, kamu bisa beralih menjadi reseller. Begitu seterusnya hingga kamu bisa punya produk sendiri.

3 — Kenali Siapa Calon Pembelinya

Berikutnya, setelah menentukan model bisnis, kamu harus mengenal siapa calon pelanggan yang akan membeli produkmu.

Untuk mengetahuinya, kita butuh berpikir sejenak untuk mencatat detail profil mereka, di mana mereka tinggal, hingga kebiasaan mereka apa. Para ahli menyebutnya segmentasi pasar.

Menurut Edward Lowe, pakar bisnis asal Amerika Serikat, ada setidaknya 4 hal yang perlu diteliti: (1) geografis, (2) demografi, (3) psikologi, dan (4) behaviour.

Geografis

Tentang letak usaha dan jangkauannya.

Apakah kamu ingin menjangkau pasar lokal di sekitarmu, atau ingin menarget lokasi lain (regional, nasional, internasional).

Laman: 1 2 3 4

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *