8 Cara Memulai Bisnis Online dari Nol Sampai Sukses Mendapatkan Pembeli

cara praktis memulai bisnis online

Banyak orang bertanya, “Bagaimana cara memulai bisnis online?” Seringkali mereka (atau juga kamu) bingung mau mulai dari mana.

Setidaknya ada 3 problem utama yang dihadapi oleh pemula:

  • Modal dari mana?
  • Mau jualan apa?
  • Gimana cara jualnya?

Dalam tulisan ini, kami akan menjawab ketiga pertanyaan tersebut hingga tuntas. Mari kita mulai.

 

1 — Cari Ide Bisnis yang Potensial

Untuk memulai bisnis online, kamu harus tahu produk apa yang akan kamu jual nanti. Untuk menemukannya, ada 2 tipe produk yang bisa kamu pilih: (1) produk yang paling laku, (2) produk yang “kamu banget”.

Bagaimana kita bisa tahu produk yang laris di pasaran? Caranya sederhana:

  1. Buka aplikasi Shopee di ponsel kamu.
  2. Scroll ke bawah, perhatikan menu Pencarian Populer. Di situ akan terlihat kategori produk yang sedang dicari pembeli.
  3. Scroll ke bawah lagi, perhatikan menu Produk Terlaris. Sesi ini menunjukkan produk apa saja yang paling banyak dibeli.
  4. Selesai.

(Cara ini juga bisa kamu terapkan untuk marketplace Tokopedia, Bukalapak, atau Lazada)

Selanjutnya ada cara kedua, yakni menemukan produk yang sesuai dengan passion alias “kamu banget”. Langkahnya juga tidak terlalu rumit, kok. Cukup ajukan 3 pertanyaan:

  1. Aku sukanya apa, ya? Paling antusias kalau lagi ngapain? (Hobi dan minat)
  2. Ada contoh produk yang sesuai hobi dan jualannya laris? (Potensi bisnis)
  3. Kalau orang tanya ke aku soal produk ini, aku bisa jawab nggak ya? (Kemampuan)

Sebenarnya, kedua cara di atas bisa digabungkan. Kamu pilih produk yang sesuai dengan minatmu, lalu gali potensi bisnisnya menggunakan cara pertama.

Kalau masih terlalu mengawang-awang, kamu bisa cek postingan kami yang sudah membahas tuntas mengenai ide usaha online beserta contoh suksesnya:

2 — Pilih Model Bisnis yang Cocok

Setelah berhasil mendapatkan ide bisnis online yang cocok, kamu bisa lanjut untuk menentukan model bisnisnya.

Model bisnis ini berguna untuk melihat kondisi finansial (modal) dan kecocokan kamu dalam menjalankan bisnis. Sehingga tidak ada lagi alasan “aku gak punya modal untuk buka usaha” 😛

Sepengalaman kami, ada 4 model bisnis yang bisa kamu mulai tekuni:

  1. Dropshipper
  2. Reseller
  3. Distributor
  4. Produsen

Penjelasan untuk keempat jenis bisnis tersebut (+ kelebihan dan kekurangannya) bisa kamu simak pada tabel berikut:

DropshipperReseller
Kamu mempromosikan produk supplier via media sosial / marketplace.

  • Tidak perlu stok barang.
  • Pengiriman dilakukan oleh supplier.
  • Keuntungan relatif kecil.
  • Tidak bisa atur stok dan kualitas produk.
Kamu membeli sejumlah produk dari supplier untuk mendapat potongan harga.

  • Bisa dikemas ulang menggunakan brand kamu.
  • Potongan harga lebih besar dari dropshipper.
  • Modal awal lebih besar dibanding dropshipper.
  • Risiko produk tidak laku relatif sedang.
DistributorProdusen
Sebagai distributor, kamu berperan untuk menyalurkan produk dari pabrik ke reseller.

  • Mendapat harga grosir yang relatif murah.
  • Keuntungan lebih besar dibanding reseller.
  • Modal awal lebih besar dibanding reseller.
  • Risiko produk tidak laku relatif tinggi.
Kamu membuat produk sendiri, mulai dari bahan mentah hingga siap untuk dijual.

  • Bisa mengatur jumlah profit per produk.
  • Punya brand unik dari produk lain.
  • Modal awal cukup besar untuk produksi.
  • Risiko produk tidak laku relatif tinggi.

Apabila kamu baru terjun ke dunia bisnis online, kami menyarankan untuk memulainya dengan menjadi dropshipper.

Setelah ada modal lebih, kamu bisa beralih menjadi reseller. Begitu seterusnya hingga kamu bisa punya produk sendiri.

3 — Kenali Siapa Calon Pembelinya

Berikutnya, setelah menentukan model bisnis, kamu harus mengenal siapa calon pelanggan yang akan membeli produkmu.

Untuk mengetahuinya, kita butuh berpikir sejenak untuk mencatat detail profil mereka, di mana mereka tinggal, hingga kebiasaan mereka apa. Para ahli menyebutnya segmentasi pasar.

Menurut Edward Lowe, pakar bisnis asal Amerika Serikat, ada setidaknya 4 hal yang perlu diteliti: (1) geografis, (2) demografi, (3) psikologi, dan (4) behaviour.

Geografis

Tentang letak usaha dan jangkauannya.

Apakah kamu ingin menjangkau pasar lokal di sekitarmu, atau ingin menarget lokasi lain (regional, nasional, internasional).

Untuk tahap awal, buka usaha online bisa langsung secara nasional, ya. Sesimpel jualan online di marketplace, pembeli bisa datang dari wilayah mana pun.

Pembedanya, (mungkin) tipe wilayahnya: desa, kabupaten, kota kecil, kota besar, kota metropolitan (urban).

Demografi

Tentang identitas calon pembeli. Meliputi:

  • Jenis kelamin (Laki-laki atau perempuan)
  • Usia (13-17, 18-24, 25-35, dan seterusnya)
  • Status (jomblo, sudah nikah, sudah punya anak, dan seterusnya)
  • Pekerjaan (junior, staff, senior, manager, dan seterusnya)
  • Level pendapatan (biasanya tergantung wilayah dan jabatan)
  • Latar belakang pendidikan (kuliah S1, S2, atau tidak)

Gunanya, untuk bisa tahu apakah calon pembeli kamu punya kebutuhan, daya beli, dan ketertarikan pada produk kamu atau tidak.

Psikologi

Tentang daya pikat secara psikologi.

Psikologi yang dimaksud adalah sisi emosional, kepercayaan, hingga attitude. Hal ini juga memberi pengaruh pada keputusan orang untuk membeli suatu barang.

(Misalnya kamu yang suka beli barang walau tidak butuh-butuh amat 😛 )

Selain itu, ada juga orang yang membeli barang karena status sosial, supaya dipandang baik oleh orang lain. Di sinilah letak magisnya faktor psikologi.

Lalu, apa saja yang perlu dicatat? Cukup beragam, mulai dari:

  • Gaya hidup
  • Status sosial
  • Hobi dan minat
  • Olahraga kesukaan
  • Hiburan yang disukai
  • Trend yang sedang naik daun
  • dan masih banyak lagi

Behaviour

Tentang kebiasaan yang dilakukan oleh calon pembeli.

Masih berhubungan erat dengan faktor psikologi, kamu juga sebaiknya bisa mengerti alasan target pasarmu membeli barang.

Apakah mereka membeli karena cinta dengan brand-nya (loyalitas), atau karena harganya kompetitif. Juga, seberapa sering mereka membeli barang dan kapan?

Untuk mengetahuinya, kamu perlu membuat daftar pertanyaan seperti ini:

  • Apa alasan utama mereka membeli barang?
  • Berapa kali mereka memberi satu jenis barang?
  • Kapan biasanya mereka membeli barang tersebut? Tiap minggu kah? Sebulan sekali? 3 bulan sekali? Atau 1 tahun sekali?
  • Berapa lama biasanya mereka berpikir dulu sebelum membeli?
  • Di mana mereka membelinya, dan/atau menggunakannya?

Nah, keempat segmen ini harus bisa kamu jawab dengan rinci. Karena kamu menyediakan produk untuk menyelesaikan masalah mereka, sehingga kamu harus mengenali mereka dengan baik.

Masuk akal, ya? Memang sih agak ribet, tapi yakinlah kalau ini sangat berguna untuk langkah-langkah berikutnya. Lanjut, ya..

4 — Jualan di Marketplace & Sosmed

Setelah tau seluk beluk calon pembeli, kini saatnya menawarkan produk kepada mereka, dengan memanfaatkan tempat mereka berkumpul dan membeli barang: (1) marketplace, (2) sosial media, (3) aplikasi chat.

Marketplace

Untuk memulai, kamu bisa gunakan marketplace. Di sana sudah berkumpul banyak orang yang siap melakukan pembelian.

Sehingga cukup mudah buat kamu untuk mendapatkan orderan pertama. Walaupun butuh waktu yang agak lama, karena ada beberapa kekurangan yang perlu disiasati:

  • Persaingan cukup ketat karena barang yang dijual mirip-mirip
  • Seringkali terjadi perang harga antarpenjual yang merugikan

Karena itu, dibutuhkan beberapa kiat untuk bisa keluar dari “perang” tersebut. Kami akan tulis kiat-kiat selengkapnya (link akan dicantumkan setelah tulisan terbit).

Untuk tau lebih lanjut, baca selengkapnya tentang Perbedaan Marketplace vs e-Commerce.

Sosial Media

Kemudahan lain juga bisa kamu dapatkan saat berjualan online lewat sosial media. Saran kami, cukup gunakan 2 sosial media untuk jualan: (1) Facebook, (2) Instagram.

Gunakan Facebook apabila target pasar kamu mayoritas orang dewasa. Kemudian gunakan Instagram apabila targetnya remaja dan millenial.

(Namun, kamu juga bisa gunakan keduanya, karena gratis dan sudah terintegrasi)

Di langkah selanjutnya akan dibahas tentang bagaimana memanfaatkan Facebook & Instagram sekaligus untuk meningkatkan penjualan produk kamu.

Aplikasi Chat

Jangan salah, aplikasi chat juga memegang peranan penting untuk closing jualanmu. Bahkan sejauh ini, peran customer service dalam penjualan sangatlah besar.

Karena itu, kamu bisa gunakan aplikasi chat seperti WhatsApp dan LINE, untuk menawarkan produk jualan kamu. Bisa lewat stories, atau juga pesan broadcast (asal jangan sering-sering).

5 — Mulai Promosi via Iklan Berbayar

Setelah kamu mulai rutin posting produk di marketplace dan sosial media, sekarang waktunya untuk meningkatkan angka penjualannya.

Cara yang paling praktis dan cepat adalah promosi melalui iklan. Iklan bisa digunakan untuk menawarkan produk kamu langsung ke target pasar yang potensial. Walau tidak gratis, tapi hasilnya begitu menjanjikan (asal konversinya tinggi).

Supaya lebih mudah, kami bagi menjadi 2 cara beriklan: (1) Memanfaatkan fitur berbayar di marketplace, (2) Beriklan di Facebook & Instagram (Facebook Ads).

Fitur Berbayar di Marketplace

Beberapa fitur yang bisa kamu manfaatkan untuk menarik perhatian calon pembeli di marketplace, antara lain:

ShopeeTokopedia
  • Iklanku, fitur untuk memajang produk kamu di hasil pencarian yang relevan.
  • Star Seller, membuat brand kamu menjadi lebih dipercaya oleh calon pembeli.
  • Top Ads, memajang produkmu di hasil pencarian yang diketik oleh calon pembeli.
  • Power Merchant, membuat toko kamu memiliki fitur badge supaya makin kredibel.
  • Broadcast Chat, mengirim pesan massal langsung ke kolom chat follower toko.
BukalapakLazada
  • Push, menaikkan produk kamu di hasil pencarian maupun rekomendasi barang.
  • Promoted Keyword, menaikkan produk kamu berdasarkan kata kunci yang dipilih.
  • Ulasan Instan, toko kamu akan mendapat ulasan positif secara otomatis.
  • Afiliasi Bersponsor, produk kamu akan diiklankan ke mitra Lazada di berbagai platform (blog).
  • Pencarian Bersponsor, produk kamu akan muncul di hasil pencarian yang relevan.
  • Seller Voucher, kamu bisa tawarkan voucher untuk menarik perhatian calon pembeli.

Beriklan di Facebook & IG

Selain marketplace, kamu juga bisa mengiklankan produk kamu lewat Facebook (dan Instagram). Cara kerjanya, kamu membuat rencana iklan, siapkan budget, lalu tinggal jalankan sesuai jadwal.

Nah, di sini juga dibutuhkan hasil riset segmentasi pasar yang dilakukan pada tahap awal tadi. Karena pihak Facebook akan memajang iklan sesuai dengan audiens yang kamu inginkan.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, kamu bisa tonton video berikut:

6 — Buat Website Toko Online Sendiri

Setelah penjualan meningkat signifikan, sudah waktunya bagi kamu untuk membangun website toko online sendiri.

Kenapa? Setidaknya ada beberapa alasan:

  • Karakter Desain, kamu bisa buat seunik mungkin desain toko online-mu sesuai dengan karakter brand.
  • Brand Awareness, karena desain yang unik dan sistem yang berbeda, toko kamu akan jauh lebih dikenal ketimbang (hanya) jualan di marketplace.
  • Data Pelanggan, kamu bisa simpan seluruh data pelanggan untuk keperluan promosi dengan tepat sasaran.
  • Google Ads, kamu juga bisa menambah strategi berpromosi dengan efektif melalui Google Ads (memajang website di hasil pencarian Google).

Dengan alasan tersebut, kamu sangat dianjurkan untuk bisa punya toko online sendiri. Karena bagaimanapun juga, marketplace bukan milik kamu. Tokomu bisa sewaktu-waktu ditutup karena hal-hal yang tak terduga.

Untuk membuatnya, kami simpulkan ada 2 cara: (1) buat sendiri menggunakan WordPress, (2) daftar di platform pembuatan toko online.

Toko Online WordPress

Cara pertama cukup rumit karena banyak hal teknis yang mungkin kamu belum paham. Misalkan, seperti domain, hosting, WordPress, plugin, themes, dan sebagainya.

Untuk cara pertama, kami sarankan kamu menyewa jasa pembuatan website toko online. Budget-nya mulai Rp2-10 juta per tahun (tergantung pada spesifikasi).

Toko Online Instan

Cara ini jauh lebih praktis. Kamu tinggal mendaftar di platform pembuatan website dan semua hal teknis telah diurus oleh mereka.

Berikut beberapa platform yang bisa kamu gunakan:

  • Yukbisnis
  • Tokotalk
  • Bislin
  • Webpraktis
  • Sakoo

7 — Kelola Database (Calon) Pelanggan

Setelah punya toko online sendiri, tentu sudah banyak pelanggan yang datang untuk membeli produk kamu.

Tugas kamu adalah menjaga merekasupaya tidak pergi ke brand lain, dan bahkan bisa menjadi pelanggan loyal yang mempromosikan produk kamu ke teman-temannya.

Namun sebelum itu terjadi, kamu harus mencatat setiap data mereka (mirip dengan segmentasi pasar di awal tulisan ini). Ditambah dengan rincian lain seperti nomor WA, e-mail, akun IG, dan lainnya.

Kegiatan ini dinamakan dengan list building. Walaupun tahap ini ada di nomor 7, tapi kamu juga bisa melakukannya sejak menerima orderan pertama.

8 — Kembangkan Usaha Sampai Besar

Semua sudah berjalan sesuai rencana, usaha online kamu jadi lebih berkembang dari sebelumnya. Penjualan sudah stabil atau bahkan meningkat signifikan.

Step berikutnya, kamu bisa melakukan tahap scalling menjadi lebih besar lagi. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan adalah:

  • Melakukan kampanye SEO & content marketing
  • Mempromosikan produk lewat endorsement
  • Mengembangkan sosial media untuk brand awareness
  • Membuat produk buatan sendiri (jika kamu memulainya dengan menjadi dropshipper atau reseller)
  • Membuka program reseller dan dropship (atau bisa juga semacam agen dan distributor)

Bagaimana, cukup jelas, ya?

Tahap-tahap di atas sebaiknya kamu lakukan secara urut, karena akan memudahkan kamu untuk memulai bisnis online dengan terstruktur dan minim risiko.

Di luar itu, biasanya akan muncul masalah baru. Seperti misalkan:

  • Malu untuk jualan
  • Takut rugi atau gagal
  • Tidak berani keluar dari zona nyaman

Solusinya, kembali pada diri masing-masing. Jika perlu, silakan cari mentor yang siap menemani kamu untuk memulai usaha. Atau kamu juga bisa bergabung dengan grup seller di Facebook atau Telegram.

Dari kami cukup sekian. Jika ada pertanyaan, tulis di kolom komentar, ya. Semoga membantu 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Article

Arti Kode & Istilah Pengiriman LEX ID Lazada Express (Beserta Penjelasan Komplit)

Saat melacak paket sudah sampai mana, pengguna perlu memahami arti kode / istilah pengiriman LEX ID (Lazada Express). Sejumlah informasi yang muncul saat melakukan cek resi. Namun kendalanya, ada banyak informasi yang sulit untuk dipahami. Apalagi untuk istilah yang muncul dalam bahasa Inggris. Karena itu, kami sudah membuat rangkuman untuk mengatasi kendala tersebut. Di antaranya: […]

Ekspedisi /
10 Mei 2021

Arti Kode & Istilah Pengiriman Ninja Xpress (Beserta Penjelasan Komplit)

Saat mengecek paket sudah sampai mana, pengguna akan menjumpai sederet informasi berupa arti kode/istilah pengiriman Ninja Xpress (ekspedisi yang akan kita bahas pada sesi ini). Tetapi masih banyak pula, pengguna yang belum mengerti betul arti dari masing-masing kode tadi menjelaskan tentang apa. Karena itulah, kami ingin bantu dan sudah merangkumnya ke dalam beberapa poin: Apa […]

Ekspedisi /
7 Mei 2021

Arti Kode & Istilah Pengiriman Indah Cargo (Beserta Penjelasan Komplit)

Kendala yang hampir terjadi setiap pengguna cek resi adalah, sulitnya memahami arti kode / istilah pengiriman Indah Cargo. Terkadang ada yang kita tidak mengerti maksudnya apa. Kalau kamu termasuk pengguna yang mengalami hal sama, maka kamu sedang berada di tempat yang pas. Karena kami, sudah merangkum beberapa poin penting untuk mengatasi hal tersebut, meliputi: Apa […]

Ekspedisi /
6 Mei 2021