8 Cara Memulai Bisnis Online dari Nol Sampai Sukses Mendapatkan Pembeli

Ifan Prasya 26 Agu 2022 7 Menit 0

ADVERTISEMENT

Untuk tahap awal, buka usaha online bisa langsung secara nasional, ya. Sesimpel jualan online di marketplace, pembeli bisa datang dari wilayah mana pun.

Pembedanya, (mungkin) tipe wilayahnya: desa, kabupaten, kota kecil, kota besar, kota metropolitan (urban).

ADVERTISEMENT

Demografi

Tentang identitas calon pembeli. Meliputi:

  • Jenis kelamin (Laki-laki atau perempuan)
  • Usia (13-17, 18-24, 25-35, dan seterusnya)
  • Status (jomblo, sudah nikah, sudah punya anak, dan seterusnya)
  • Pekerjaan (junior, staff, senior, manager, dan seterusnya)
  • Level pendapatan (biasanya tergantung wilayah dan jabatan)
  • Latar belakang pendidikan (kuliah S1, S2, atau tidak)

Gunanya, untuk bisa tahu apakah calon pembeli kamu punya kebutuhan, daya beli, dan ketertarikan pada produk kamu atau tidak.

ADVERTISEMENT

Psikologi

Tentang daya pikat secara psikologi.

Psikologi yang dimaksud adalah sisi emosional, kepercayaan, hingga attitude. Hal ini juga memberi pengaruh pada keputusan orang untuk membeli suatu barang.

(Misalnya kamu yang suka beli barang walau tidak butuh-butuh amat 😛 )

Selain itu, ada juga orang yang membeli barang karena status sosial, supaya dipandang baik oleh orang lain. Di sinilah letak magisnya faktor psikologi.

Lalu, apa saja yang perlu dicatat? Cukup beragam, mulai dari:

  • Gaya hidup
  • Status sosial
  • Hobi dan minat
  • Olahraga kesukaan
  • Hiburan yang disukai
  • Trend yang sedang naik daun
  • dan masih banyak lagi

ADVERTISEMENT

Behaviour

Tentang kebiasaan yang dilakukan oleh calon pembeli.

Masih berhubungan erat dengan faktor psikologi, kamu juga sebaiknya bisa mengerti alasan target pasarmu membeli barang.

Apakah mereka membeli karena cinta dengan brand-nya (loyalitas), atau karena harganya kompetitif. Juga, seberapa sering mereka membeli barang dan kapan?

Untuk mengetahuinya, kamu perlu membuat daftar pertanyaan seperti ini:

  • Apa alasan utama mereka membeli barang?
  • Berapa kali mereka memberi satu jenis barang?
  • Kapan biasanya mereka membeli barang tersebut? Tiap minggu kah? Sebulan sekali? 3 bulan sekali? Atau 1 tahun sekali?
  • Berapa lama biasanya mereka berpikir dulu sebelum membeli?
  • Di mana mereka membelinya, dan/atau menggunakannya?

Nah, keempat segmen ini harus bisa kamu jawab dengan rinci. Karena kamu menyediakan produk untuk menyelesaikan masalah mereka, sehingga kamu harus mengenali mereka dengan baik.

Masuk akal, ya? Memang sih agak ribet, tapi yakinlah kalau ini sangat berguna untuk langkah-langkah berikutnya. Lanjut, ya..

ADVERTISEMENT

4 — Jualan di Marketplace & Sosmed

Setelah tau seluk beluk calon pembeli, kini saatnya menawarkan produk kepada mereka, dengan memanfaatkan tempat mereka berkumpul dan membeli barang: (1) marketplace, (2) sosial media, (3) aplikasi chat.

ADVERTISEMENT

Marketplace

Untuk memulai, kamu bisa gunakan marketplace. Di sana sudah berkumpul banyak orang yang siap melakukan pembelian.

Sehingga cukup mudah buat kamu untuk mendapatkan orderan pertama. Walaupun butuh waktu yang agak lama, karena ada beberapa kekurangan yang perlu disiasati:

  • Persaingan cukup ketat karena barang yang dijual mirip-mirip
  • Seringkali terjadi perang harga antar penjual yang merugikan

Karena itu, dibutuhkan beberapa kiat untuk bisa keluar dari “perang” tersebut. Kami akan tulis kiat-kiat selengkapnya (link akan dicantumkan setelah tulisan terbit).

Untuk tau lebih lanjut, baca selengkapnya tentang Perbedaan Marketplace vs e-Commerce.

ADVERTISEMENT

Sosial Media

Kemudahan lain juga bisa kamu dapatkan saat berjualan online lewat sosial media. Saran kami, cukup gunakan 2 sosial media untuk jualan: (1) Facebook, (2) Instagram.

Gunakan Facebook apabila target pasar kamu mayoritas orang dewasa. Kemudian gunakan Instagram apabila targetnya remaja dan millenial.

Halaman Selanjutnya
(Namun, kamu juga bisa gunakan...

Laman: 1 2 3 4

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ifan Prasya
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *