Advertisement

TikTok Larang Konten Berisi Promosi, Salah Satunya Aset Kripto!

Diterbitkan pada
10 Februari 2022
Waktu membaca
2 Menit

Jakarta – Media sosial TikTok kini telah mengeluarkan beberapa kebijakan baru. Salah satunya yaitu TikTok larang iklan atau konten promosi dari influencer yang berisi layanan keuangan, aset kripto, saham, maupun investasi.

Seperti yang kita tahu, mendapatkan uang dari TikTok bisa sangat mudah dilakukan jika kita sudah menjadi Influencer. Namun, kebijakan yang muncul tersebut tentu membatasi ruang para konten kreator dalam menambah pendapatan di TikTok.

Larangan tersebut telah muncul dalam ketentuan Branded Content Policy TikTok yang terbaru (telah diperbaharui).

Konten promosi (branded content) yang dimaksud adalah konten yang pembuatnya (seperti influencer) mendapatkan imbalan dari brand (pihak ketiga) sebagai keperluan promosi atau mendapatkan keuntungan satu sama lain melalui konten yang dibuat.

Baca Juga : √16 Cara Menambah Followers TikTok Terbukti Ampuh & Cepat

Seperti dilansir dalam Kompas.com, Senin (7/2/2022), Berikut beberapa jenis produk dan layanan yang dilarang untuk dipromosikan melalui TikTok :

  • Mata uang kripto,
  • Platform perdagangan,
  • Layanan investasi,
  • Skema “cepat kaya”,
  • Valuta asing,
  • Kartu debit,
  • Kartu pra-pembayaran,
  • Perdagangan valas,
  • dan lain-lain.

“Kebijakan ini didesain untuk membuat lingkungan yang aman dan positif untuk pengguna kami,” tulis TikTok ditambah dengan Branded Content Policy akan diperbarui secara berkala.

Larangan yang dimaksudkan tersebut hanya konten yang berisi promosi, bukan semua video secara umum.

Selain itu, aplikasi TikTok sering dibanjiri hashtag yang berkaitan dengan layanan keuangan, kripto, saham dan lainnya.

Misalnya, hashtag atau tagar #investing yang sudah mencapai 2,8 miliar kali ditonton karena banyak sekali orang yang menggunakan tagar tersebut.

Alasan larang tersebut diberlakukan sampai saat ini TikTok belum menjelaskan secara pasti apa yang mendorong larangan konten promosi tersebut.

Tapi, menurut Errol Coleman salah satu konten kreator di TikTok yang sering membahas topik layanan keuangan, menjelaskan bahwa sekarang muncul laporan bahwa sebuah organisasi esport besar mempromosikan token cryptocurrency di media sosial yang ternyata merupakan penipuan.

Menurut pendapatnya, itu merupakan salah satu alasan TikTok mengapa mengeluarkan kebijakan larangan untuk konten yang berbau dengan promosi keuangan atau aset digital.

“Saat ini ada sejumlah akun yang mempromosikan mata uang kripto dan investasi lain yang mencurigakan,” kata Errol yang memiliki 264.000 pengikut di TikTok, sebagaimana telah dirangkum oleh KompasTekno dari Market Business Insider, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga : Bingung Mulai Investasi? Tahun Baru Imlek Momentum yang Tepat!

Ia juga mengaku tidak pernah mempromosikan kontan yang bersinggungan dengan investasi atau keuangan, dan yakin tidak akan ikut terdampak dalam kebijakan ini.

Sebenarnya, kebijakan baru yang dikeluarkan oleh TikTok ini waktunya sangat berdekatan dengan imbauan regulator keuangan Amerika Serikat. Imbauan tersebut berisi supaya para investor lebih berhati-hati dengan penipuan berkedok saran dan informasi investasi.

Selain itu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengungkapkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan mengenai informasi tips, keluhan, dan referral akan melibatkan penipuan investasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “TikTok Larang Konten Promosi Layanan Keuangan dan Mata Uang Kripto”

Link sumber : https://tekno.kompas.com/read/2021/07/15/12050037/tiktok-larang-konten-promosi-layanan-keuangan-dan-mata-uang-kripto

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ditulis oleh

Ambar Arum Juliyanti

I have experience in field of the SEO Content Writer. I am willing and able to learn also work with new things either individual or team. I am also interested in anything about Digital Marketing, SEO and Informatics.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *