Cara Jualan di TikTok untuk Pemula dari Nol Sampai Sukses [Panduan A-Z]

Ifan Prasya 01 Jul 2021 6 Menit 0

4. Interaksi dengan Audiens

Setelah rutin posting konten, giliran kamu menjalin interaksi bersama audiens. Balas komentar-komentar mereka dengan nada yang personal, tidak menggunakan template apapun.

Berperilaku seperti orang pada umumnya, tidak kaku, dan acapkali menyelipkan candaan-candaan yang mencairkan suasana. Dengan membangun interaksi, akun kamu akan dinilai cukup menjawab kebutuhan audiens.

5. Collabs dengan Influencer

Setelah punya basis konten dan audiens yang cukup dan konsisten, maka saatnya kamu bisa menjalin kolaborasi bersama influencer. Influencer ini tidaklah harus influencer dengan ratusan ribu followers, melainkan di kisaran 1 ribuan pun sudah cukup.

Kadang, micro-influencer ini justru memberikan hasil yang cukup bagus. Karena biasanya, interaksi yang terjalin di akun tersebut masih cukup tinggi dan begitu dekat dengan audiens.

6. Buat Hashtag Challenge

Dalam kolaborasi bersama influencer tersebut, kamu juga dapat menyelipkan kampanye hashtag. Di TikTok, istilah tersebut dinamakan hashtag challenge. Yakni, orang-orang akan menirukan isi konten sesuai dengan gaya masing-masing.

Challenge ini sangat mudah viral, namun juga cepat turun antusiasmenya. Jadi, gunakan momen sebagai penentu untuk membuat challenge yang akan diikuti oleh banyak pengguna.

7. Pasang Iklan di TikTok

Langkah yang bisa kamu terapkan berikutnya, adalah pasang iklan di TikTok Ads. Memang masih baru dan belum banyak brand yang menggunakannya, tapi justru kamu dapat mengeksplorasi kesempatan tersebut.

Namun dengan catatan, kamu sudah menyiapkan berapa biaya iklan yang akan dihabiskan. Dan tentu saja, risiko untuk tidak mendapatkan hasil yang sesuai harapan akan selalu ada. Jadi, putuskan dengan bijak, ya.

Baca juga konten menarik lainnya:

Tipe-tipe Iklan di TikTok

TikTok juga menawarkan layanan iklan bagi brand yang ingin mendapatkan perhatian, interaksi, hingga konversi. TikTok telah memiliki basis data pengguna yang cukup besar, sehingga cukup PD untuk menawarkan layanan ini.

Dalam riset yang kami lakukan, setidaknya ada beberapa tipe iklan yang dapat brand jalankan di TikTok. Apa sajakah itu? Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Partnership

Nama lain dari kerja sama dengan influencer. Artinya, kamu mengajak influencer untuk turut mempopulerkan brand maupun produk secara spesifik dengan konten-konten sekreatif mungkin.

Saran kami, apabila ingin mendalami tipe iklan yang satu ini, ya wajib teliti dalam memilih influencer. Tidak semua influencer punya rate card yang terjangkau. Namun, kamu dapat mengincar “micro influencer” untuk alternatifnya.

2. Brand lenses

Setiap brand yang terdaftar di TikTok dapat membuat sticker sendiri. Sticker ini bisa dibuat dengan tujuan mengkampanyekan brand tersebut. Sangat cocok apabila ingin menambah brand awareness di sosmed TikTok.

Memang sih, pembuatan sticker dan filter TikTok ini sedikit memakan waktu dan biaya. Namun untuk efektivitasnya dalam meningkatkan nama brand, terbilang cukup bagus dan affordable.

3. Hashtag challenge

Kampanye hashtag ini juga sedikit melibatkan peran influencer sebagai langkah awalnya. Supaya para follower dapat dengan mudah mengikuti challenge tersebut, hingga menjadikannya viral dan diikuti makin banyak orang.

Lagi-lagi, langkah ini membutuhkan sedikit usaha dan biaya (jika memakai layanan TikTok Ads). Bahkan jumlahnya cukup besar untuk ukuran usaha mikro, kecil, dan menengah. Tapi tidak ada salahnya, siapa tau dapat “jack pot” kan?

4. Brand takeover

TikTok Ads juga menawarkan layanan periklanan dengan tampilan full satu layar. Konten seperti ini cukup menarik perhatian bagi siapapun target audiens yang sedang asyik scroll di FYP mereka masing-masing.

Dalam iklan tersebut, brand dapat mencantumkan link menuju ke website, atau menawarkan hashtag untuk challenge bersama. Namun lagi-lagi, biaya yang dibutuhkan untuk iklan jenis ini cukuplah besar.

5. In-feed native video

Iklan video biasa yang muncul setiap kali pengguna ingin play video di FYP mereka. Iklan video tersebut dapat di-skip, mirip sekali dengan iklan-iklan yang sering kita lihat di platform YouTube.

Format video iklan tersebut mirip seperti IG Stories dengan durasi maksimal 15 detik. Budget iklan yang dihabiskan sangat bergantung pada demografi, usia, dan jenis kelamin dari target audiens yang disasar.

Rangkuman

[su_note]
  • TikTok merupakan sosial media berbasis video maksimal 60 detik. Konten-konten di TikTok terbilang kreatif dengan topik terpopuler seputar humor. Formatnya ada yang meme, lipsync, vlog, duet, hingga reaction.
  • Karakteristik audiens TikTok lebih suka konten-konten yang ringan, humor receh, namun sesekali juga ingin konten berfaedah mengenai kehidupan sehari-hari. Pengguna paling banyak yakni Gen-Z (10-19 tahun).
  • Tipe-tipe layanan TikTok Ads antara lain: in-feed native video, brand takeover, hashtag challenge, brand lenses, dan partnership. Layanan ini masih baru dan mungkin belum cukup banyak brand yang memakainya.
[/su_note]

Bagaimana, apakah ada yang belum jelas dari tulisan di atas? Jika ada, Tinggalkan Balasan (✍) di kolom komentar di bawah untuk bertanya, ya. Sebisa mungkin kami bantu carikan jawaban dan solusi praktisnya.

Kalau suka postingan ini, kami rasa, kamu juga akan menyukai postingan kami yang lain. Baca topik lainnya di sesi “Artikel Terkait” di bawah postingan ini. Kami sering bahas topik-topik seputar online shop, pemasaran digital, hingga ekspedisi.

Follow (?) akun Instagram kami di @PintarJualan.id untuk mendapatkan notifikasi langsung dari admin. Di sana, kamu bisa ikutan komentar dan diskusi, atau bertanya kepada kami. Ditunggu likes, comments, dan DM-nya!

Akhir kata, terima kasih dan semoga dapat membantu, yaa~ ?

Laman: 1 2Lihat Semua

Bagikan ke:
Ifan Prasya
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com