Advertisement

Cara Jualan di TikTok untuk Pemula dari Nol Sampai Sukses [Panduan A-Z]

Ifan Prasya
Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
01 Juli 2021
Waktu membaca
6 Menit

Untuk bisa jualan di TikTok, kita perlu strategi khusus. Supaya, video yang kita upload tidak terlihat hard-selling. Karena audiens di TikTok lebih suka dengan konten-konten yang bahkan, tidak ada hubungannya dengan jualan.

Namun bukan berarti kita tidak dapat menawarkan produk di sana. Hanya saja, perlu adanya riset dan promosi yang dilakukan secara hati-hati. Dalam panduan praktis ini, kami sudah merangkum sejumlah penjelasan mengenai:

  • Apa itu TikTok? Seperti apa karakter audiensnya?
  • Cara-cara promosi dan jualan di platform TikTok,
  • Tipe-tipe iklan yang sering muncul di TikTok.

Namun sebelum masuk ke topik pembahasan, ketuk Bookmark (⭐) di pojok kanan atas browser untuk menyimpan postingan ini – agar tidak ketinggalan update. Jika sudah, mari kita mulai.

 

Apa itu TikTok?

TikTok merupakan sosial media berbasis video maksimal 60 detik. Kebanyakan konten yang populer merupakan konten hiburan dan tips trik berbagai topik, mulai dari guyonan hingga serius.

Sejauh ini, TikTok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia. Baik dari sistem operasi iOS (Apple) maupun Android. Total pengguna aktifnya juga cukup tinggi, mencapai 800 juta pengguna per bulan.

Aplikasi berbagi video satu ini tersedia di 155 negara dan 75 bahasa di seluruh dunia. Menurut Statistica, audiens menghabiskan waktu sebanyak 52 menit tiap harinya untuk scrolling video TikTok. Setidaknya, pengguna 8x sehari buka aplikasi ini.

Topik video paling populer di platform TikTok adalah humor receh. Sedangkan, format video yang disenangi oleh audiens antara lain:

  • Meme
  • Duet
  • Reaction
  • Lip sync
  • Vlog
  • Tutorial
  • Challenge

Selain itu, aspek yang membuat platform TikTok populer adalah hashtag-nya. Setiap creator memiliki strategi masing-masing untuk mempopulerkan hashtag yang dibuatnya. Dengan tujuan masuk FYP (For Your Page) di banyak pengguna.

Catatan: FYP (For Your Page) merupakan istilah untuk feed yang ada di TikTok. Feed ini seperti fitur “Explore” yang ada di Instagram. Jadi, video-video yang muncul merupakan video yang memang disukai oleh pengguna tersebut.

Karakter Audiens TikTok

Pada Januari 2020 lalu, menurut Statistica, TikTok masuk ke dalam aplikasi sosial media dengan pengguna aktif paling banyak di dunia, mencapai 800 juta setiap bulannya. Sebuah pencapaian yang cukup masif dan mahligai!

Tidak hanya itu, TikTok juga menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh, mencapai 1,3 milyar unduhan. Hal ini membuktikan, basis pengguna TikTok sangatlah besar.

Lalu, seperti apa karakteristik penggunanya? Kurang lebih seperti ini:

  • Didominasi oleh Gen-Z dengan usia 10-19 tahun,
  • Diikuti oleh generasi sebelumnya yang berusia 20-29 tahun dan 30-39 tahun.

Namun, jenis-jenis konten yang beredar di TikTok juga cukup beragam. Bahkan konten berfaedah seperti tips trik dan panduan praktis seputar finansial, life hack, pekerjaan & karier; juga banyak yang masuk trending.

Cara Promosi & Jualan di TikTok

Sejujurnya, kurang tepat apabila kita jualan di TikTok secara terang-terangan. Karena pada dasarnya, TikTok merupakan platform sharing video dengan durasi perhatian (time spent) yang sangat cepat.

Pengguna akan sangat mudah untuk scrolling video sesuai dengan minat mereka. Apalagi, konten-konten yang hadir di TikTok kebanyakan konten hiburan, karena memang diminati oleh banyak orang.

Jadi, akan jauh lebih tepat jika kita berpromosi di TikTok. Fokusnya untuk mendapatkan perhatian dari para pengguna + meningkatkan interaksi di akun official brand kita yang ada di TikTok.

Sampai di sini, sepakat ya? Baiklah kalau begitu. Lalu, bagaimana cara promosi di TikTok yang efektif?

1. Cari Topik Konten Populer

Konten-konten di TikTok sangatlah mudah untuk viral, dengan catatan, memang disukai oleh pengguna. Karena itu, sebelum posting konten apapun, ada baiknya untuk cari tau topik-topik apa saja yang diminati banyak orang.

Tadi di awal sudah disinggung, bahwa topik seputar candaan sangat diminati karena tergolong ringan. Apalagi untuk konten-konten tersebut dikonsumsi oleh Gen-Z yang cukup kekinian.

2. Gunakan Hashtag Populer

Setelah menemukan topik konten yang populer, kini cari tau lagi mengenai hashtag yang paling banyak dipakai. Kamu bisa mengetahuinya lewat fitur Explorer yang ada di aplikasi ataupun website TikTok.

Dengan menggunakan hashtag ini, kesempatan konten kamu dilihat oleh orang-orang akan semakin besar. Mengingat, peran hashtag cukup membawa pengaruh yang cukup tinggi di algoritma TikTok.

3. Rajin Posting Konten

Apabila sudah mengetahui topik-topik mana saja yang sering dikonsumsi oleh pengguna, kini saatnya kamu meracik kontennya. Di sinilah, biasanya butuh usaha dan kesabaran ekstra untuk tetap konsisten.

Konsistensi di TikTok cukup penting bagi akun manapun yang ingin terlihat menonjol dan selalu muncul di FYP audiens. Karena, TikTok sangat senang apabila ada akun yang aktif, kemudian disukai oleh banyak orang pula.

Baca juga konten menarik lainnya:

4. Interaksi dengan Audiens

Setelah rutin posting konten, giliran kamu menjalin interaksi bersama audiens. Balas komentar-komentar mereka dengan nada yang personal, tidak menggunakan template apapun.

Berperilaku seperti orang pada umumnya, tidak kaku, dan acapkali menyelipkan candaan-candaan yang mencairkan suasana. Dengan membangun interaksi, akun kamu akan dinilai cukup menjawab kebutuhan audiens.

5. Collabs dengan Influencer

Setelah punya basis konten dan audiens yang cukup dan konsisten, maka saatnya kamu bisa menjalin kolaborasi bersama influencer. Influencer ini tidaklah harus influencer dengan ratusan ribu followers, melainkan di kisaran 1 ribuan pun sudah cukup.

Laman: 1 2

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *