Apa itu Preloved? Cara Mendapatkan Second Stuff Kualitas Bagus & Harga Murah

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
23 Juni 2021
Waktu membaca
6 Menit

Kalau kamu sering menjumpai akun-akun IG dengan produk jualan yang cepat habis stoknya, bisa jadi itu barang preloved. Apa itu preloved? Singkatnya, barang-barang second stuff namun masih cukup diminati karena brand dan kualitasnya.

Untuk menelisik lebih jauh, kami sudah merangkum beberapa poin mengenai barang bekas namun bagus ini. Meliputi:

  • Apa yang dimaksud dengan barang preloved?
  • Cara menjual barang second agar cepat laku,
  • Cara mendapatkan barang second berkualitas.

Sebelum masuk ke poin pembahasan, ketuk Bookmark (⭐) di pojok kanan atas browser untuk menyimpan postingan ini – agar tidak ketinggalan update. Jika sudah, mari kita mulai.

 

Apa itu Barang Preloved?

Preloved adalah istilah untuk barang bekas (second stuff) yang masih terawat dan layak dipakai, seperti beli baru; untuk dijual kembali ke orang lain dengan harga lebih terjangkau.

Secara etimologi (cieelah 😁), “Pre-loved” berarti bekas dicintai. Artinya, barang tersebut benar-benar dirawat dengan sepenuh hati. Maka tidak heran, jika barang tersebut masih sangat kinclong dan terlihat seperti baru dibeli.

Biasanya, barang-barang tersebut mengacu ke gaya hidup perempuan. Misalkan:

  • Skincare
  • Pakaian
  • Tas
  • Sepatu
  • Jam tangan
  • dan aksesoris lainnya

Bedanya dengan Thrift?

Lalu, apa hubungannya dengan thrifting? “Thrift” artinya menghemat, sehingga bisa dikatakan sebagai aktivitas menjual barang karena biaya perawatannya lebih tinggi ketimbang produktivitasnya.

Biasanya karena jarang dipakai, hanya memenuhi almari, maka lebih baik dijual saja. Lalu, barang-barang thrift biasanya dijual oleh pengepul, sedangkan preloved dijual oleh personal.

Jadi, kedua istilah tersebut saling berhubungan. Ilustrasi sederhananya, seperti ini:

  • Pre-loved β†’ barang yang dijual oleh personal/makelar (barang koleksi pribadi),
  • Thrifting β†’ aktivitas untuk membeli barang tersebut (baik dari personal / pengepul),
  • Thrift-store β†’ toko yang menjual barang second stuff (pengepul).

Meskipun didominasi oleh tren gaya hidup perempuan, namun nyatanya banyak juga dari laki-laki yang menerapkan belanja fesyen barang second ini. Maka tidak heran jika aktivitas tersebut begitu populer di nusantara.

Kenapa Populer di Indonesia?

Dilansir dari Kompas [1], Riri Rengganis (Vice Executive Chairman Indonesian Fashion Chamber) mengatakan, fenomena thrifting di Indonesia dipicu oleh 3 faktor:

  • Kreativitas padu padan busana,
  • Harga barang lebih murah,
  • Lebih ramah lingkungan.

Aktivitas tersebut dirasa seru dilakukan karena ada tantangan untuk memadukan pakaian yang dijual. Harganya lebih terjangkau dibanding beli baru. Lalu, dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menambah limbah pabrik.

Sampai di sini.. sudah mulai ada gambaran, ya? Kalau ingin tau sekilas tentang cara berbisnis barang preloved, baca postingan mimin IG berikut ini:

Kalau sudah, mari lanjut ke sesi kedua: cara mendapatkan barang-barang preloved yang masih bagus dan harganya miring.

Cara Mendapatkan Barang Preloved Berkualitas

Baik offline maupun online, sebenarnya tips untuk cari barang preloved itu sama saja. Hanya metodenya yang berbeda. Secara garis besar, kami merangkum beberapa tips yang dapat diterapkan, yakni:

  • Membeli barang karena memang membutuhkan,
  • Pilih toko thrift yang memang terbukti trusted,
  • Selalu teliti setiap detail pakaian yang dijual,
  • Pasang alarm (pergi pagi) dan tampil biasa saja,
  • Selalu budayakan untuk menawar harga (offline),
  • Setelah dapat pakaiannya, cuci dengan air hangat.

Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Beli Barang Karena Butuh

Sudah pasti, ya. Kita sebaiknya memang membeli barang tersebut karena sedang membutuhkannya. Ya, kami akui itu sulit πŸ˜‚

Tapi mulai sekarang, latih sedikit demi sedikit. Kalau kamu tiba-tiba ingin sesuatu, tahan dulu, lalu tanyakan kepada diri sendiri. “Apakah aku bener-bener butuh barang ini? Atau cuma sekadar ingin saja?

Biasanya, perempuan sudah jago kok soal hal ini. Mereka menunggu waktu setidaknya 2-3 hari untuk berpikir sebelum membeli barang. Hal ini bisa dilihat kalau sedang belanja, betapa lamanya mereka memilih barang.

2. Pilih Thrift Shop Trusted

Tips kedua ini agak tricky, karena memang gampang-gampang susah. Kalau kamu cari toko online, pastikan untuk memperhatikan review dari pembeli yang lain, foto produk yang dipajang, serta engagement dari postingan mereka.

akun instagram toko thrift preloved

(c) instagram.com/thriftbydews

Kalau ingin rekomendasi, berikut beberapa toko thrift online (Instagram) yang sejauh ini jual produk kualitas bagus:

  • @libom2andhandshop
  • @youpoppin
  • @pe.es.o
  • @gang_buntu
  • @celanataranku
  • @get.me.please
  • @brokebutcool_
  • @tjap90an
  • @90stuff.co
  • @thriftbydews
  • @classyjunkies
  • @bukanbarangbiasa.id
  • @nomadenstuff_
  • @21thriftshop
  • @summershit_
  • @markea.id

Bagaimana, cukup komplit, bukan?

Toko-toko di atas menjual begitu banyak ragam pakaian yang bisa kamu pilih. Mulai dari atasan, bawahan, hingga mode-mode pakaian seperti 80-an, 90-an, minimalis, dan banyak lagi. Silakan dipilih sesuai dengan selera kamu, ya.

Untuk pencarian toko offline, kamu dapat menggunakan bantuan Google Maps. Atau, cari kueri penelusuran dengan kata kunci “thrift shop (kota kamu) yang bagus” *ganti (kota kamu) sesuai tempat tinggal, ya.

Baca juga konten serupa:

3. Teliti Setiap Item Pakaian

Khusus buat kamu yang beli pakaian secara offline, ada baiknya untuk mengecek setiap detail dari pakaian yang akan dibeli. Serinci mungkin, seteliti mungkin. Jangan sampai ada satu aksen pun yang lolos pengecekan.

Karena biasanya, untuk toko-toko offline, mereka sudah pandai mengemas barang yang terlihat bagus-bagus saja; padahal mungkin ada sedikit cacatnya. Ada yang robek, luntur, atau beberapa detail tidak terpasang (kancing, strap, resleting, dsb).

Sedangkan, bagi kamu yang membeli secara online, ya tidak ada usaha lagi untuk cek-ricek barang. Kamu hanya perlu meyakinkan diri bahwa toko tersebut memang “trusted” menjual barang-barang yang sudah dikurasi kualitasnya.


tips beli barang preloved kualitas bagus

(c) pintarjualan.id


4. Set Alarm & Tampil Biasa

Berlaku baik offline maupun online, sama-sama harus sigap ketika ingin beli barang branded yang banyak dicari orang.

Kalau ingin cari toko sambil keluar rumah, ya sebaiknya pasang alarm pagi-pagi dan tampil dengan busana biasa saja. Karena biasanya, penjual sudah paham ketika calon pembeli terlihat “trendy” maka biasanya harga selalu dinaikkan.

Kalau ingin beli secara online, ya pasang notifikasi dari setiap akun yang kamu incar barang-barangnya. Notifikasi feed dan story supaya tidak ketinggalan update stok terbaru.

Kalau bisa, siapkan juga template form order dan saldo yang cukup, ya (wajib ini mah πŸ˜…).

Baca juga konten serupa:

5. Selalu Tawar Harganya

Sekali lagi diingatkan, apalagi kalau kamu beli barang preloved secara offline atau bertemu untuk COD.

Tawar harganya dalam batas wajar. Dan juga, jangan langsung tawar begitu saja. Ada baiknya kamu survei terlebih dulu mengenai harga rata-rata yang dijual di pasaran.

Oh iya, beberapa tips berikut (meskipun sedikit terdengar absurd) terbukti manjur untuk membantu kamu ‘ahli’ dalam tawar-menawar harga barang:

  • Sering pergi ke pasar dan perhatikan orang-orang sekitar saat menawar harga,
  • Sering-seringlah untuk bersikap ‘sok akrab’ dengan melemparkan candaan,
  • Siapkan argumen kenapa kamu menawar harga tersebut di bawah tawaran,
  • Jika kamu kalah dalam ‘adu argumen’ maka segera (pura-pura) pergi.

Poin terakhir, saat kamu pergi, kemungkinannya ada dua: (1) dipanggil lagi oleh penjual, (2) dibiarkan saja. Dan ya, tidak apa-apa. Kamu bisa datang lagi esok pagi, atau cari toko yang lain.

6. Cuci Air Hangat Setelah Dapat

Setelah kamu seleksi barangnya, tawar harganya, maka langkah berikutnya jangan langsung dipakai, ya. Melainkan, cuci pakaian tersebut dengan air hangat.

Kelebihan cuci pakaian menggunakan air hangat:

  • Lebih mudah menghilangkan noda membandel,
  • Deterjen lebih mudah larut, sehingga bisa hemat.

Jangan lupa untuk memperhatikan jenis pakaian yang kamu beli. Kalau ada treatment khusus, lakukan dengan hati-hati, ya. Supaya barang tersebut masih dapat dipakai tanpa mengubah bentuk fisiknya.

Rangkuman

  • Barang preloved adalah barang yang terawat dengan cukup baik dan dijual kepada orang lain. Bisa dibiland barang second stuff namun kualitasnya masih sangat bagus, bahkan seperti beli baru.
  • Barang-barang second stuff kini menjadi cukup populer di Indonesia karena beberapa faktor: mengundang kreativitas untuk padu padan busana, harga lebih terjangkau, dan lebih ramah lingkungan.
  • Untuk mendapatkan barang kualitas bagus meski bekas, beberapa tips yang bisa dilakukan: beli karena butuh, cari toko yang trusted, teliti setiap item, selalu gercep dan tawar harganya, cuci dengan air hangat setelah dapat.

Bagaimana, sampai di sini sudah cukup paham dengan barang-barang bekas namun berkualitas, ya? Meski bekas, tapi nilai barang tersebut masih ada dan justru semakin mahal jika termasuk ke barang langka.

Mungkin cukup sampai di sini dulu pembahasan kita kali ini. Jika kamu suka, silakan bagikan ke teman-teman lewat tombol sosial media di bawah. Jangan lupa untuk Bookmark (⭐) agar postingan ini tetap tersimpan dalam browser-mu.

Kalau ada yang masih belum jelas, Tinggalkan Balasan (✍) di kolom komentar. Untuk tetap terhubung, Follow IG (πŸ‘‹) kami di @PintarJualan.id. Di sana, kami sering berbagi tips seputar jualan online dan lelucon e-commerce.

Akhir kata, terima kasih dan semoga membantu~ πŸ™

Sumber Data

  1. Fenomena Thrifting Sedang Digandrungi, Apa Pemicunya?” tulisan Retia Kartika Dewi, Kompas.com (2020).

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *