Advertisement

Apa itu Dropshipper, Reseller, dan Supplier? Bagaimana Cara Kerjanya

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
16 Desember 2020
Waktu membaca
7 Menit

Toh, capeknya seorang dropshipper ada pada kegiatan melayani kostumer dengan sebaik mungkin. Maintenance stok dan yang paling penting adalah membangun brand.

2 — Stok tidak real-time

Nah, masalah ini juga sering terjadi. Stok yang ditampilkan oleh supplier kerapkali tidak sinkron dan real-time. Maka risikonya adalah melakukan pembatalan order yang berujung pada penurunan performa toko kamu.

3 — Pengiriman yang kompleks

Misalkan kamu mengambil barang dari >2 supplier, hal ini akan menjadi kendala. Karena sekali lagi, kamu harus menyelaraskan jasa pengiriman yang dipakai di masing-masing supplier pada setiap produk yang kamu pasang di marketplace.

4 — Kualitas barang di luar kendali

Barang yang dikirim dari supplier ke alamat pembeli tidak bisa kamu cek kualitasnya. Satu-satunya upaya adalah memastikan dengan membeli barang dan mengeceknya sendiri.

Namun hal ini juga masih bisa ada keteledoran dari supplier. Misalkan keliru dalam pengemasan, kualitas barang yang tidak sesuai deskripsi, dan masalah lainnya. Hal ini tentu akan berpengaruh pada nama baik tokomu.

5 — Sulit untuk membangun brand

Karena biasanya, barang dropship yang dijual adalah itu-itu saja. Tidak banyak faktor pembeda antara dropshipper satu dengan yang lainnya. Dengan begitu, akan sulit bagimu untuk membangun brand toko.

Contoh Platform Dropship

1 — DropshipAja.com

dropshipper reseller dropshipaja

Beranda DropshipAja.com

2 — 101Red.com

101red dropshipper reseller

Beranda 101red.com

Pengertian Reseller dan Contohnya

Reseller adalah cara jualan dengan menjual kembali produk dari supplier dengan margin tertentu. Syaratnya, reseller harus stok barang terlebih dulu untuk mendapat potongan harga.

Kelebihan Reseller

1 — Keuntungan relatif lebih besar dibanding dropshipper

Hal ini wajar karena reseller wajib membeli barang sejumlah minimal order (biasanya 1 lusin atau tergantung supplier). Dengan begitu, reseller bisa mendapat potongan harga yang lebih besar dibanding dropshipper.

2 — Bisa mengatur jumlah stok barang

Dengan membeli stok terlebih dulu, reseller bisa mengatur stok yang tersedia di toko. Jika memang stok sudah menipis, reseller bisa langsung membeli lagi. Jadi tidak ada lagi kekhawatiran jika stok habis lalu dikomplain pembeli.

Oh iya, biasanya pada pembelian kedua dan seterusnya, beberapa supplier membolehkan pembelian tanpa minimum order. Tetapi lagi-lagi, sangat bergantung pada syarat dan ketentuan masing-masing supplier, ya.

3 — Bisa memastikan kualitas barang

Kualitas barang yang dibeli dari supplier jelas bisa dicek sedemikian teliti oleh reseller. Kamu bisa komplain jika memang barang yang diterima tidak sesuai deskripsi. Dengan begini, reseller bisa tenang dalam menjual barang tersebut tanpa khawatir kerusakan.

4 — Branding lebih mudah dikembangkan

Selain bisa cek kualitas, reseller juga dibolehkan untuk merombak desain kemasan. Di sinilah letak kelebihan yang menurut kami cukup signifikan berpengaruh pada brand.

Karena reseller bisa terlihat berbeda dibanding produk-produk lainnya. Di mana, terlihat beda sangatlah penting, apalagi jika tempat jualannya di marketplace (untuk menghindari perang harga).

Kekurangan Reseller

1 — Modal relatif lebih besar dibanding dropshipper

Laman: 1 2 3 4

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *