Cara Membuat Proposal Usaha dengan Mudah dan Praktis [Panduan A-Z]

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
02 Juli 2021
Waktu membaca
5 Menit

Postingan ini hadir untuk menjawab setiap pertanyaan, “Bagaimana cara membuat proposal usaha? Harus mulai dari mana, ya?” Kalau kamu termasuk salah satu yang penasaran, baca sampai habis, ya.

Dalam panduan praktis ini, kami sudah merangkum beberapa informasi penting terkait:

  • Apa itu proposal usaha dan kegunaannya,
  • Rincian yang harus ada di dalam proposal usaha,

Namun sebelum itu, ketuk tombol Bookmark (⭐) di pojok kanan atas browser untuk menyimpan postingan ini – agar tidak ketinggalan update. Jika sudah, mari kita mulai.

 

Apa itu Proposal Usaha?

Proposal usaha merupakan dokumen tertulis yang menjelaskan tentang strategi dan perencanaan sebuah usaha. Tujuannya untuk memberi gambaran secara komprehensif mengenai usaha yang akan dijalankan.

Gambaran mengenai apa? Ya tidak lain dan tidak bukan, berupa pertimbangan-pertimbangan khusus sebelum usaha tersebut dijalankan. Meliputi:

  • Seberapa besar peluang usaha yang diambil,
  • Seberapa sulit jika usaha tersebut dijalankan,
  • Berapa biaya yang dibutuhkan selama usaha berjalan,
  • Siapa target pasar yang akan menjadi calon konsumen,
  • dan masih banyak lagi.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut dibutuhkan agar usaha yang sudah direncanakan dapat berjalan sesuai harapan. Syukur-syukur, nanti tidak sampai jatuh pada kerugian.

Banyak usaha yang sudah direncanakan saja gagal, apalagi yang tidak?

Begitulah kira-kira alasan kenapa kita membutuhkan proposal. Ya walaupun, tidak boleh berhenti pada rencana saja. Melainkan, harus konsekuen agar rencana tersebut segera diwujudkan.

Selingan: Berbicara mengenai peluang usaha, kami juga telah merangkum beberapa ide bisnis yang menarik dan prospektif untuk dijalankan. Kamu bisa baca di postingan berikut:

Manfaat & Kegunaan dari Proposal Usaha

Seperti yang sudah disinggung, proposal usaha dapat memberikan gambaran secara komprehensif mengenai peta persaingan, prospek peluang, hingga biaya-biaya yang dibutuhkan agar dapat berjalan.

Secara lebih rinci, berikut manfaat serta kegunaan proposal usaha bagi para pemilik bisnis:

  • Mengetahui dengan jelas siapa target konsumen yang disasar. Dengan begitu, strategi pemasaran dapat lebih terarah dan efektif.
  • Dapat mengerti apa yang menjadi permasalahan utama dari target pasar. Lalu, kita beri solusi yang paling pas melalui produk yang kita hasilkan.
  • Dapat mengetahui secara komprehensif mengenai peta persaingan dari usaha yang akan dijalankan. Apa saja kelebihan, kekurangan, peluang, hingga tantangannya.
  • Mengetahui berapa budget yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah usaha. Berguna untuk mengukur kemampuan modal yang dimiliki setiap calon pengusaha.
  • Apabila ingin mengajukan pinjaman, proposal usaha berperan cukup penting untuk meyakinkan pihak peminjam (paling sering adalah bank).

Cara Mudah Membuat Proposal Usaha

Proposal usaha tidak ada template yang formal dan saklek. Kita bisa membuatnya sesuai dengan gaya masing-masing. Namun ketika menulis sebuah proposal usaha, kita memerlukan beberapa poin yang harus ada.

Meliputi:

  • Pendahuluan
  • Profil usaha
  • Target pasar
  • Produk & layanan
  • Analisis SWOT
  • Perencanaan biaya
  • Strategi pemasaran
  • Penutup

Mari kita bahas satu per satu.

1. Buat Pendahuluan

Pendahuluan di sini meliputi gambaran umum dari proposal yang dibuat. Formatnya bebas. Kamu dapat menyampaikannya secara deskriptif dalam bentuk paragraf maupun poin-poin.

Lalu, di pendahuluan ini, kamu dapat melengkapinya dengan daftar isi. Meliputi judul dan halaman dari masing-masing poin yang akan disampaikan di dalam proposal.

2. Lengkapi Profil Usaha

Sampaikan rincian profil usaha yang akan dijalankan. Dalam profil tersebut, ada beberapa poin yang bisa kamu tuliskan:

  • Nama usaha
  • Nama produk / layanan
  • Jenis usaha (kategori)
  • Tujuan mendirikan usaha
  • Target pasar yang disasar
  • Rincian produk / layanan
  • Analisis SWOT
  • Rincian budget
  • Strategi pemasaran

Profil tersebut berguna untuk mengidentifkasi sebuah usaha. Mau bergerak di bidang apa? Berangkat dari situ, nanti akan ketemu siapa calon konsumennya, siapa kompetitornya, dan bagaimana strategi pemasarannya.

3. Tentukan Target Pasar

Setelah melengkapi bagian profil, kini kamu dapat menentukan target pasar dari produk dan layanan yang akan dibuat. Target pasar ini bisa ditentukan di awal, supaya kamu mendapatkan gambaran mengenai produk apa yang paling cocok.

Langkah ini dinamakan dengan customer-first. Yakni, mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh calon konsumen. Lalu, menyusun produk atau layanan yang dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Maka nantinya, kita tidak perlu bersusah payah dalam meyakinkan mereka, karena produk atau layanan kita sudah menjadi jawaban dari setiap permasalahan yang mereka alami.

4. Rincikan Produk & Layanan

Dalam sesi ini, kamu bisa menjelaskan seperti apa produk atau layanan yang akan dijual. Bagaimana produk tersebut dapat menyelesaikan masalah target pasar. Seberapa besar pengaruhnya.

Lalu, apa saja benefit yang didapatkan ketika pasar menggunakan produk dan layanan yang kamu tawarkan. Apa saja komposisi (jika produk) yang tersusun di dalamnya. Apa saja penawaran (jika jasa) yang diberikan kepada calon konsumen.

Jelaskan serinci mungkin. Jangan lupa agar tetap selaras dengan permasalahan yang dihadapi oleh target pasar, ya. Karena sekali lagi, produk dan layanan itu ada, untuk menyelesaikan masalah kita semua.

5. Buat Analisis SWOT

Analisis SWOT berguna untuk mengidentifikasi apa kekuatan dan kelemahan kita, seperti apa peluang yang ada di pasar, lalu seberapa besar tantangan yang akan dihadapi ketika usaha tersebut berjalan.

Dalam analisis SWOT, ada beberapa poin yang akan diteliti:

  • Strength (kekutaan)
  • Weakness (kelemahan)
  • Opportunity (peluang)
  • Threat (tantangan)

Untuk rincian penjelasannya, kamu dapat membaca penjelasan kami yang lebih lengkap di postingan yang berbeda. Kunjungi postingan berikut untuk lebih jelasnya:

6. Buat Perencanaan Biaya

Masuk ke bagian perencanaan biaya. Biaya di sini bermacam-macam, ya. Namun yang paling penting adalah sebagai berikut:

  • Biaya Tetap
  • Biaya Variabel
  • Total Biaya Produksi
  • Total Penerimaan
  • Total Keuntungan
  • BEP (Break Event Point)
  • R/C Ratio (Revenue Cost Ratio)
  • B/C Ratio (Benefit Cost Ratio)

Belum lagi, biaya-biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan pemasaran. Namun ini bisa dihitung nanti, ketika produksi sudah berjalan (atau bisa dimasukkan ke bagian strategi pemasaran).

7. Susun Strategi Pemasaran

Dalam bagian ini, silakan sampaikan apa saja strategi yang akan diambil untuk memasarkan produk. Sejauh ini, ada beberapa teknik yang dapat digunakan.

Apa sajakah itu?

  • Pemasaran lewat sosial media
  • Pemasaran lewat mesin pencari

Pun, dalam platform-platform tersebut, dibagi lagi menjadi 2 tipe: organik, iklan. Organik artinya hanya mengandalkan konten untuk menarik minat calon pembeli. Sedangkan iklan menggunakan bantuan FB/IG Ads, Google Ads, dll.

8. Akhiri dengan Penutup

Penutup di sini berisikan rangkuman dari sejumlah poin yang telah dibahas. Jika nantinya proposal tersebut diajukan kepada bank agar mendapatkan pinjaman, maka akhiri dengan kalimat yang meyakinkan.

Pastikan bahwa kita memang antusias untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh target pasar. Jadi selain menawarkan produk yang jadi solusi mereka, juga perhatian terhadap masalah-masalah lain yang masih berhubungan.

Pada akhirnya, usaha tersebut ada untuk kebaikan bersama. Bukan hanya untuk menghasilkan uang saja. Sudut pandang seperti inilah yang akan mendapat perhatian lebih.

Rangkuman

  • Proposal usaha merupakan rencana bisnis yang disusun agar pemilik mendapatkan gambaran mengenai seberapa prospek peluang, berapa biaya yang dibutuhkan, apa saja kelebihan dan kekurangn; agar usaha dapat berjalan lancar.
  • Beberapa poin yang harus ada dalam proposal usaha antara lain: pendahuluan, profil usaha, target pasar, produk & layanan, analisis SWOT, perencanaan biaya, strategi pemasaran, dan penutup.

Bagaimana, informasi di atas sudah cukup menjawab, ya? Kalau ada yang belum kamu mengerti atau penyampaian kami kurang jelas, beri tau segera lewat kolom komentar di bawah. Kami akan bantu jawab semaksimalnya.

Kalau suka konten ini, jangan lupa bagikan dengan mengetuk tombol sosial media di bawah, ya. Follow (👋) akun Instagram kami di @PintarJualan.id untuk mendapatkan notifikasi seputar jualan online, lelucon ecommerce, dan banyak topik menarik lainnya.

Akhir kata, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat buatmu. Terima kasiih~ 🤗

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *