Advertisement

Cara Kirim Barang Cair Lewat Ekspedisi (JNE, JNT, ID Express, TIKI, dll)

Diterbitkan pada
16 Juli 2022
Waktu membaca
5 Menit

Apakah Anda punya usaha di bidang minuman atau obat-obatan herbal berbentuk cair? Atau benda berwujud liquid lainnya? Kalau begitu, wajib sekali mengetahui trik dan cara kirim barang cair yang tepat!

Seperti yang sering bersliweran di berbagai pemberitaan media, beberapa pengiriman paket gagal akibat kendaraan terbakar.

Ternyata setelah ditelusuri, petugas menemukan adanya cairan berbahan kimia berbahaya yang memicu ledakan.

Padahal ada beberapa ketentuan dalam mengelola dan mengirim barang cair. Salah satunya yakni memperhatikan cara packing barang tersebut!

Aturan & Kebijakan Kirim Barang Cair

Sebelum memutuskan untuk berjualan atau mengirim barang nonpadat atau cair, ketahui dan patuhi dulu aturan serta ketentuannya!

1. Tidak Mengandung Zat Berbahaya

Kandungan berbahaya yang dimaksud di sini ialah suatu zat yang mampu terjadinya daya ledak dan riskan untuk disimpan di dalam tempat tertutup dengan panas tinggi.

Banyak ekspedisi yang tidak berkenan menerima paket atau pengiriman barang berbentuk cair dengan kandungan berbahaya.

Sebab, zat cair berbahaya mampu memicu terjadinya ledakan dan kebakaran dahsyat.

Terlebih lagi jika barang tersebut berada di dalam ruangan panas dan proses perjalanan yang cukup panjang.

Kemungkinan untuk meletup akan kian besar dan berisiko tinggi.

“Oleh karena itu, setiap penjual maupun pelanggan jasa kurir di Indonesia diharuskan untuk tetap transparan dalam menginformasikan jenis barang.”

Sekali pun bagian CS atau admin di kantor kurir lupa menanyakan isi paket, pastikan pengirim berinisiatif memberi tahu tentang barang tersebut.

Guna mencegah terjadinya kecelakaan dalam perjalanan.

Jika pihak ekspedisi menerima, maka otomatis paket akan diberi stampel berbahaya dan label khusus agar diperlakukan secara hati-hati.

2. Packing atau Pengemasan Sesuai Aturan

Cara packing kayu Sicepat dengan pengemasan barang milik J&T tentu tidak jauh berbeda standarnya.

Sebab, pengemasan atau cara membungkus barang yang aman sangat menentukan sampai atau tidaknya paket hingga di lokasi tujuan.

Salah satunya yakni memperhatikan bahan pelapis, material pendukung, cara mengemas, dan pilihan ekspedisi.

Nah, pengemasan benda cair sangat berbeda dari benda padat. Karena jika terjadi kebocoran maka akan membasahi dan mengotori paket milik yang lain.

Apalagi jika benda cair tersebut mengandung bau yang menyengat.

Ibarat kata, pemilik usaha kamera dan aksesori tentu akan berbeda teknik pengemasannya dengan pebisnis herbal-maupun zat cair lainnya.

Setiap ekspedisi menetapkan aturan mereka masing-masing terakit aturan packing.

Seperti Cara Packing Kayu JNE yang terbilang mengutamakan unsur kedetilan, asuransi, dan bahan-bahan pendukungnya.

3. Perhatikan Jenis Kemasannya

Ada beberapa jenis kemasan barang berwujud cair.

Mulai dari kaleng, botol kaca, botol plastik, dan kemasan plastik biasa.

Menurut beberapa pengirim yang sudah berpengalaman dalam dunia ekspedisi, cara mengirim barang lewat kurir juga mesti dilihat kemasan yang digunakan.

Apabila kemasan bahan cair tersebut botol kaca atau beling (seperti botol sirup), maka biasanya pihak kurir akan meminta untuk melapisinya dengan plastik, bubble wrap, dan kayu.

Teknik pengemasan seperti itu dimaksudkan agar paket tetap aman.

Terutama bila terjadi keretakan, pecah, dan sebagainya, benda cair tersebut tidak langsung mengenai barang-barang di sampingnya.

4. Gunakan Layanan Asuransi

Memanfaatkan dan menggunakan layanan asuransi sangat direkomendasikan bagi pengirim barang bersifat cair.

Laman: 1 2

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Anisa Juniardi

I love being I am. Menulis dan membaca pada ruang yang telah disediakan oleh Tuhan. Iya. Saya seorang content writer SEO dan yeaah.. here we go

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *