Advertisement

Bitcoin Resikonya Tinggi! Bos OJK Beri Peringatan Hati-Hati

Diterbitkan pada
24 Februari 2022
Waktu membaca
2 Menit

Jakarta – Seiring berkembangnya teknologi, jenis-jenis investasi makin banyak ragamnya. Bitcoin salah satu tren investasi yang saat ini sedang marak. Tapi, Bitcoin merupakan jenis investasi yang resikonya sangat tinggi.

Selain itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberi peringatan kepada masyarakat supaya tidak mudah tergiur dan terjun pada investasi yang belum dipahami dengan mendalam.

Baca Juga : Terinspirasi Ghozali, Bambang Soesatyo Jual NFT Kecelakaan Rp217 Juta

“Banyak muncul produk keuangan, kripto, kripto aset, dan masih banyak lagi. Jadi harus berhati-hati karena ini berisiko tinggi. Pahami dahulu sebelum membeli, apalagi produk-produk ini juga rawan dipergunakan untuk pencucian uang,” kata Wimboh dalam sambutannya pada acara webinar bertema Opportunities, Challenges & Impacts of Utilizing New Tech in Strengthening The AML/CFT Regime, Rabu (23/2/2022).

Menurut Beliau, perkembangan teknologi dan pasar keuangan in sangat cepat namun tidak diikuti dengan pemahaman yang penuh oleh masyarakat. Sehingga bisa mengakibatkan dispute.

Padahal kini semua orang bisa dengan sangat mudah mengakses jasa keuangan karena ada gawai dan juga network.

“Oleh karena itu kami juga mengakomodasi masyarakat untuk lebih paham tentang fintech dan keuangan digital. OJK sangat akomodatif dengan membuka Fintech Center apabila milenial mau mencoba,” ungkap Wimboh.

Ia juga mengatakan, OJK sangat mendukung adanya inovasi digital dalam sektor keuangan. Apalagi kini sangat susah untuk menghilangkan teknologi di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang menjadikan semuanya serba virtual, kita harus mengambil keuntungan ini sebaik dan sebanyak mungkin, tak kecuali bagi para pengusaha yang bisa mendapatkan keuntungan.

“Inovasi adalah kesempatan bagi masyarakat, tapi harus tetap hati-hati agar tidak jadi kasus dan korban. Kami tidak melarang masyarakat untuk berinvestasi, hanya saja kenali risiko, manfaat, dan juga regulasinya,” tambahnya.

Baca Juga : Apa Itu NFT? Bagaimana Cara Kerjanya? Seperti Apa Bisnisnya?

OJK saat ini sedang mempersiapkan berbagai hal untuk menghadapi tantangan kedepan di sektor keuangan. Tidak terkecuali evaluasi yang tidak hanya mengandalkan rekaman dokumen saja, namun mulai menggunakan mesin e-learning dan big data.

Wimboh menambahkan, saat ini dalam mengolah data tidak bisa dengan manual, namun harus menggunakan big data dan Artificial Intelligent (AI).

“Hal-hal ini bisa membantu untuk mengurangi risiko dan hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di cnbcindonesia.com dengan judul “Warning Bos OJK Soal Bitcoin: Hati-hati Resikonya Tinggi!”

Link Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20220223110648-17-317591/warning-bos-ojk-soal-bitcoin-hati-hati-risikonya-tinggi

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ditulis oleh

Ambar Arum Juliyanti

I have experience in field of the SEO Content Writer. I am willing and able to learn also work with new things either individual or team. I am also interested in anything about Digital Marketing, SEO and Informatics.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *