Perbedaan Thrift dan Preloved: Mana Yang Lebih Baik?

Anisa 25 Feb 2023 4 Menit 0

ADVERTISEMENT

Shopaholic, sudah tahu belum perbedaan thrif dan preloved saat belanja barang? Walaupun keduanya sekilas sama, tetapi ternyata ada beberapa hal yang membedakannya lho!

Walaupun sama-sama berasal dari barang second atau secondhand, akan tetapi bisnis usaha thrift dan preloved punya perbedaan yang mencolok.

Ya, selama ini banyak kawula muda hingga dewasa mengira jika thrifting baju dan beli barang preloved sama saja.

Namun, tahukah kamu? Sebenarnya untuk membedakan antara thrifting dan preloved sangat gampang. Biar nggak pusing, coba baca penjelasannya berikut ini!

ADVERTISEMENT

1. Pengertian Thrift dan Preloved

Sebelum membahas perbedaan thrift dan preloved, cari tahu dulu yuk pengertian dan seluk beluk di antara kedua istilah baju bekas tersebut!

ADVERTISEMENT

1.1 Apa itu Thrift?

Dalam kosa kata Bahasa Inggris, thrift diartikan sebagai penghematan atau sifat hemat. Istilah ini diperuntukkan bagi barang-barang bekas impor yang dijual dalam jumlah tertentu di suatu negara.

Kemudian istilah thrifting mengacu pada aktivitas pembelian produk bekas impor, mulai dari merek branded kelas menengah hingga atas.

Jadi, thrifting baju adalah membeli baju second layak pakai dari luar negeri dengan harga serendah atau semiring mungkin.

Para pembeli memilih aktivitas ngethrift ini umumnya dipengaruhi oleh dua faktor, yakni kondisi ekonomi dan keinginan untuk mengurangi risiko penumpukan limbah kain.

Lalu, apa perbedaan thrift dan preloved?

ADVERTISEMENT

1.2. Apa itu Preloved?

Preloved adalah barang bekas milik pribadi yang dijual langsung ke orang lain, entah itu produk lokal maupun impor.

Umumnya istilah preloved ini lebih banyak ditujukan pada produk kosmetik, baju, sepatu, aksesori, dan barang-barang kebutuhan lainnya. Makanya muncul istilah “mau preloved baju”.

Baju preloved adalah baju yang telah dipakai (sebanyak satu hingga dua kali) kemudian dijual kembali karena beberapa alasan.

Misalnya baju sudah tidak muat, kosmetik yang dibeli ternyata tidak cocok, sepatu yang dibeli dari aplikasi belanja online rupanya tidak muat di kaki, dan sebagainya.

Daripada mubazir, lebih baik dijual kembali karena bisa jadi bisnis sampingan yang bisa menghasilkan pemasukan.

So, di mana letak perbedaan thrift dan preloved?

ADVERTISEMENT

3. Perbedaan antara Thrift dan Preloved

Perbedaan antara thrift dan preloved dapat dilihat asal dari barang tersebut.

Thrift merupakan pakaian atau baju bekas yang berasal dari luar negeri (impor), sementara preloved yaitu barang pribadi yang dijual satuan oleh pemiliknya langsung kepada pihak pembeli.

Selain itu, barang thrift dan preloved dapat dibedakan dari beberapa hal berikut ini!

ADVERTISEMENT

3.1. Tempat Penjualan

Apa bedanya thrift dan preloved

Source: thrifted. Com

Barang thrift biasanya dijual di tempat khusus jual-beli produk impor bekas, baik secara offline maupun online, sehingga pembeli bisa memilihnya secara bebas sesuai selera dan budget.

Nah, untuk barang preloved, rata-rata penjual tidak memiliki tempat untuk memajang secara langsung di hadapan pembeli, sehingga memilih menjual barang second tersebut lewat online.

  • Thrift: baju dijual melalui situs jual baju bekas seperti neokyo.com, thrifted.com, dan beberapa website khusus thrifting lainnya.
  • Preloved: umumnya barang dijual melalui marketplace Facebook, Tokopedia dan Shopee, Lazada, serta e-Commerce lain.

Jadi jelas ya gerai atau tempat jual beli thrift dan preloved ini?

ADVERTISEMENT

3.2. Kondisi Barang

Perbedaan mencolok thrift dan preloved

Source: thrift. Plus

Istilah baju bekas memang sempat ramai diperbincangkan beberapa tahun terakhir ini. Namun, tahukah kamu perbedaan thrift dan preloved lainnya? Yaps, dari kondisi barang!

Thrift merupakan hasil donasi atau sumbangan dari sebagian besar kaum penyuka barang baru di negara-negara maju. Seperti Amerika, Jepang, Korea, dan lainnya.

Laman: 1 2

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Anisa
Ditulis oleh

Anisa

Seorang Content Writer SEO dan Content Creator yang suka belajar hal-hal baru, terutama tentang transformasi dunia digital agar bermanfaat dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang relevan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *