Pengertian Belanja Online: Fungsi, Manfaat, Kelebihan, Kekurangan, dll

Anisa Juniardi 28 Okt 2022 4 Menit 0

Aktivitas Online shopping dimaknai secara berbeda oleh setiap orang. Namun, bagaimana pengertian belanja online menurut ahli dan kegunaanya? Karena di sisi lain, kegiatan seperti ini pasti menimbulkan dampak bagi setiap pelakunya.

Di Indonesia pun minat belanja secara daring sudah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari.

Belanja online digadang-gadang menjadi solusi bagi mereka yang ingin menghemat waktu, biaya, bahkan ingin mencari pemasukan tambahan.

Kok bisa? Nah, kami akan membahas sampai tuntas tentang fenomena satu ini! Terlebih Indonesia termasuk negara yang memiliki angka konsumerisme cukup tinggi.

1. Definisi Belanja Online Menurut Para Ahli

Pengertian belanja online bahasa indonesia

Menurut Mujiyana & Elissa, 2013, belanja online (online shopping) adalah proses di mana konsumen secara langsung membeli barang-barang, jasa, dan lain-lain dari seorang penjual secara interaktif dan real time tanpa suatu media perantara melalui internet.

Pengertian belanja online yang sama juga dikeluarkan oleh kamus Oxford yang mengartikan sebagai tindakan atau aktivitas membeli barang maupun jasa lewat internet.

Dari contoh keduanya dapat diartikan bahwa online shopping dilakukan antara pembeli dan penjual tanpa bertemu langsung. Keduanya sama-sama melakukannya dengan memanfaatkan akses internet.

Para pelaku ekonomi di Indonesia biasa menggunakan aplikasi belanja online seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya dalam bertransaksi serta menemukan barang pilihannya.

Apa sih fungsinya?

2. Fungsi Belanja Online bagi Negara

Walaupun terkadang dipandang sebagai kegiatan yang membuat keuangan makin boros, tetapi ternyata ada beberapa fungsi dari aktivitas ini lho!

2.1. Menggerakkan Ekonomi Negara

Aktivitas belanja online rupanya mampu menggerakkan roda ekonomi dan menciptakan sejumlah lapangan pekerjaan baru di sektor pengiriman.

Namun lebih dari itu semua, ketika masyarakat belanja di e-commerce, marketplace, juga online shop, maka secara tidak langsung uang akan terus berputar karena adanya permintaan dan penawaran yang terjadi.

Uang masyarakat yang terus beredar dalam jumlah seimbang dapat menekan laju inflasi yang saat ini dikeluhkan oleh semua lapisan masyarakat, sehingga ekonomi dapat terus berjalan sebagaimana mestinya.

2.2. Memicu pertumbuhan UMKM

Adanya digitalisasi dalam aktivitas belanja memicu lahirnya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang disebut sebagai ujung tombak perekonomian suatu bangsa.

Mengapa demikian? Karena keuntungan dan proses jual-beli yang mudah mampu menekan biaya produksi, sewa, dan sumber daya.

Walhasil satu UMKM yang tumbuh membuat kesadaran masyarakat tentang bisnis meningkat, dari semula berjualan secara tradisional, kini sudah mampu dilakukan secara online.

Hanya dengan mendaftarkan nama online shop di marketplace, melakukan promo, maka pelanggan akan berdatangan sendiri.

Banyaknya jumlah UMKM yang berdiri, kesempatan untuk membuka perdagangan luar negeri dari segi ekspor pun juga cukup besar, sehingga mampu memberi pemasukan pada negara.

2.3. Membantu Promosi Brand Lokal

Tak dipungkiri bahwa sejak geliat belanja lewat marketplace begitu ngetren di kalangan masyarakat tanah air, brand lokal atau local pride pun mulai menjadi femonema yang eksklusif.

Fakta tersebut dapat dilihat dari segudang produk sekaligus brand asal Indonesia yang mulai dipakai oleh pejabat dalam negeri seperti Ridwan Kamil, Jokowi, sampai diminati masyarakat asing.

Ya, belanja brand dalam negeri faktanya memang mampu mengurangi impor berlebih yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha domestik.

Erigo salah satunya, yakni brand lokal yang sudah mampu melakukan ekspansi ke luar negeri.

3. Manfaat Belanja Online bagi Konsumen

Pengertian belanja online beserta contohnya

Dari segi konsumen, online shopping memberikan sejumlah manfaat dari beberapa sisi yang meliputi:

3.1. Hemat Waktu

Tujuan utama belanja online pada dasarnya memang untuk efisiensi waktu, karena konsumen tidak perlu mendatangi pusat perbelanjaan di saat-saat tertentu.

Apalagi ketika terjadi pandemi covid-19, kebiasaan tersebut mulai dialihkan melalui internet demi menjaga keamanan dan kesehatan bersama.

Penghematan waktu juga berpengaruh pada pengeluaran rutin untuk biaya bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk pergi ke mall atau department store.

Laman: 1 2

Bagikan ke:
Anisa Juniardi
Ditulis oleh

Anisa Juniardi

I love being I am. Menulis dan membaca pada ruang yang telah disediakan oleh Tuhan. Iya. Saya seorang content writer SEO dan yeaah.. here we go

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com