6 Cara Mendapatkan Modal Usaha Untuk UMKM (Baru Mau Mulai Bisnis)

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
28 Juli 2021
Waktu membaca
5 Menit

Cara mendapatkan modal usaha untuk UMKM memang susah-susah gampang. Namun sebenarnya begitu banyak opsi yang dapat dilakukan. Semuanya sudah tersedia, tinggal mau praktek atau tidak.

Dalam tulisan ini, kami sudah merangkum beberapa alternatif seputar modal usaha. Khususnya untuk pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah. Apa sajakah itu?

  • Pentingnya memiliki modal untuk mulai bisnis,
  • Cara-cara mendapat suntikan dana untuk mulai usaha.

Namun sebelum itu, ketuk Bookmark (⭐) di pojok kanan atas browser untuk menyimpan postingan ini – agar mudah diakses lagi nanti. Jika sudah, mari kita mulai.

 

Pentingnya Modal Untuk Memulai Bisnis

Menurut kamu, seberapa penting adanya modal saat memulai usaha baru? Kata motivator, modal terpenting adalah niat dan usaha. Tapi realitanya, kita tetap butuh modal uang untuk mulai usaha.

(Kecuali usaha yang modalnya minim seperti reseller, dropship. Pun, tetap butuh modal internet, pemasaran online, dll.)

Dikutip dari Mokapos, ada penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Texas University dan UCLA, NYU; mengenai ketersediaan modal usaha. Penelitian tersebut menunjukan hasil sebagai berikut:

  • 50% usaha yang mengajukan pinjaman pada awal pendirian dapat bertahan.
  • 70% usaha tanpa pinjaman (modal minim) tidak dapat bertahan – berhenti di tengah jalan.

Perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Terlebih untuk kondisi perekonomian Indonesia yang tentu realitanya berbeda. Tapi setidaknya, dari hal tersebut kita punya gambaran yang cukup jelas.

Bahwa, adanya modal akan mempercepat akselerasi usaha dan memungkinkan untuk bertahan lama. Karena itulah, penting bagi UMKM untuk mendapatkan modal awal sebelum memulai usahanya.

Cara Mendapatkan Modal Usaha Untuk UMKM

Dalam sesi ini, kami sudah merangkum beberapa ide untuk mendapat suntikan dana modal usaha, terlebih untuk UMKM. Apa sajakah itu? Berikut ide-idenya:

  • Bank
  • Koperasi
  • P2P Lending
  • Pemerintah
  • Ecommerce

Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Pinjaman dari Bank

Sebetulnya, langkah ini hanya akan berhasil jika usaha kita sudah berjalan. Kenapa? Karena pihak bank hanya akan memberikan pinjaman kepada usaha yang sudah memiliki data kesehatan uang yang bagus.

Prospeknya bagaimana, laju kas masuk dan keluarnya bagaimana, apakah bagus untuk dilanjutkan atau tidak. Karena itu, kalau usaha kamu sudah berjalan, boleh saja menambah modal usaha melalui bank.

(Kalau usaha belum berjalan, skip cara ini – karena sudah pasti ditolak.)

pinjaman modal dari bank

Pinjaman modal usaha (c) bca.co.id

Jenis pinjaman yang diberikan bermacam-macam, namun biasanya dibagi menjadi dua:

  • Tanpa agunan
  • Dengan jaminan

Masing-masing bank tentu berbeda. Jika memilih pinjaman tanpa agunan (kredit tanpa agunan), maka konsekuensi yang diterima adalah bunganya cukup besar. Sedangkan, pinjaman dengan jaminan sering disebut kredit multiguna.

Baca juga: Daftar Kode Bank Transfer BCA, BNI, Mandiri, BRI, dan 130+ Lainnya [Lengkap]

2. Pinjaman dari Koperasi

Alternatif berikutnya adalah mengajukan pinjaman modal usaha kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Koperasi itu sendiri juga cukup transparan, karena pada dasarnya dijalankan berdasarkan kepentingan bersama.

Seluruh aktivitas pinjam-meminjam dilaksanakan atas asas kekeluargaan. Namun tentu saja, kamu wajib mendaftar sebagai anggota  untuk bisa mendapatkan modal usaha dari koperasi.

(Tapi tenang saja, proses pendaftaran dan persyaratannya cukup mudah, kok.)

3. Pinjaman dari P2P Lending

Apa itu P2P Lending? Ialah penghubung antara peminjam dan pemberi modal. Seluruh pihak bisa personal atau bisnis. UMKM yang ingin mulai usaha dapat mengajukan pinjaman ke P2P Lending ini.

cara kerja p2p lending

(c) investree.id

Namun lagi-lagi, sebaiknya usaha yang kamu punya sudah berjalan, ya. Karena nanti akan ada penilaian mengenai seberapa sehat arus kas masuk dan keluar, peluang bisnis ke depan, dan faktor lainnya.

P2P Lending ini dapat menjadi alternatif ketika kamu tidak ingin meminjam ke bank karena bunga yang terlalu besar. Beberapa kelebihan P2P Lending lainnya antara lain:

  • Proses pengajuan dan pencarian relatif cepat
  • Suku bunga yang ditetapkan relatif rendah
  • Besaran pinjaman modal relatif cukup besar

4. Pinjaman dari Pemerintah

Siapa pernah dengar Kredit Usaha Rakyat (KUR)? Itulah yang dimaksud dengan pinjaman modal dari pemerintah. Pemerintah Indonesia telah memberikan layanan kredit bagi UMKM lewat KUR ini.

Lalu, bagaimana cara mendapatkannya? Cukup dengan mendaftar di layanan KUR melalui bank yang telah ditentukan. Yaitu:

  • KUR BRI
  • KUR Mandiri
penyaluran kredit usaha rakyat umkm

(c) kur.ekon.go.id

Jenis-jenis pinjaman modal yang diberikan juga cukup variatif. Mulai dari yang paling kecil (mikro) sebesar Rp25.000.000 hingga yang cukup besar yaitu Rp500.000.000.

Kelebihan dari KUR antara lain bunga yang diberikan relatif rendah dan dapat diajukan tanpa agunan. Namun kekurangannya, pemilihan usaha cukup selektif dan tidak sembarang orang bisa mendapatkan.

5. Pinjaman dari E-commerce

Mungkin kamu akan berpikir, “Lho, bagaimana caranya mendapatkan modal dari e-commerce? Memangnya bisa?

Jawabannya adalah bisa. Kita dapat mengajukan pinjaman modal kepada e-commerce yang membuka kredit bagi UMKM. Beberapa e-commerce yang mengadakan layanan ini antara lain:

  • Tokopedia Modal Toko
  • Jenius Flexi Cash

Tokopedia sendiri telah membuka layanan kredit yang dinamakan Modal Toko. Persyaratannya juga relatif cukup mudah. Asal punya toko di marketplace ijo yang sudah 6 bulan aktif, sudah dapat mengajukan pinjaman modal.

Pun, Jenius juga punya fitur yang namanya Flexi Cash. Sebuah fitur untuk mengajukan kredit maksimal Rp50.000.000 yang akan dibayar lunas selama 36 bulan. Bunga yang ditetapkan relatif rendah, yakni sekitar 1-2% per bulan.

6. Modal Usaha dari Tabungan

Yaps, kamu tidak salah baca. Untuk membuka usaha kecil, sebetulnya modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. Kita bisa memulai dengan modal kecil terlebih dulu.

Tabungan pribadi pun dapat digunakan, asal kamu sudah memenuhi dana darurat, ya. Supaya nanti jika tidak ada pemasukan bulanan, kamu masih dapat bertahan selama berbulan-bulan.

akun instagram toko thrift preloved

Usaha barang preloved (c) instagram.com/thriftbydews

Masalahnya, bagaimana caranya untuk menabung? Salah satunya, dengan menambah pemasukan. Ada beberapa opsi yang dapat kamu lakukan untuk memperbesar tabungan ini.

Berikut beberapa ide yang mungkin bisa kamu coba:

7. Modal Usaha dari Investor

Last but not least, kita dapat mendapatkan modal usaha dari investor. Dari mereka yang sudah punya banyak uang namun tidak punya waktu untuk menjalankan bisnis-bisnis yang baru.

Langkah ini cukup sulit memang. Namun jika sudah mendapatkan partner yang cocok, maka semuanya akan berjalan lancar. Asal kita dapat menjalin hubungan baik dan menjaga kepercayaan investor.

Caranya? Ya, dengan mendatangi mereka. Bergabung dengan komunitas-komunitas yang memiliki lingkaran bisnis yang luas. Lalu, ajukan bisnis plan kamu kepada mereka. Ajak ngobrol, ajak meeting.

Rangkuman

  • Mendapatkan modal usaha untuk UMKM memang susah-susah gampang. Ada banyak opsi, namun juga punya kekurangan. Salah satu yang paling besar adalah, usaha harus berjalan terlebih dulu untuk melihat prospeknya.
  • Rekomendasi paling besar terletak pada modal dari tabungan pribadi. Karena risikonya ditanggung sendiri. Namun memang, cara tersebut cukup lama dan harus telaten untuk menabung tiap bulannya.

Bagaimana, apakah kamu ada ide baru untuk daftar di atas? Jika ada (atau justru punya pertanyaan), Tinggalkan Balasan (✍) di kolom komentar di bawah, ya. Sebisa mungkin akan kami jawab dan carikan solusi praktisnya.

Apabila kamu suka konten ini, maka bagikan juga kepada teman-teman yang lain dengan mengetuk ikon sosial media di bawah. Baca juga artikel kami yang lainnya di sesi Artikel Terkait (📌) di bawah postingan ini.

Akhir kata, terima kasih dan semoga membantu, yaa~ 🤗

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *