Advertisement

Cara Memulai Usaha Toko Kelontong Sederhana [Panduan Praktis]

Diterbitkan pada
19 Februari 2021
Waktu membaca
6 Menit

Bila Anda memberikan pelayanan dengan baik, ramah, dan santun. Maka konsumen akan terus berdatangan ke toko kelontong Anda karena merasakan disambut dan dihargai sebagai pelanggan. Sikap seperti ini juga akan membuat pelanggan merasa nyaman.

Begitu juga sebaliknya, bila Anda tidak memberikan pelayanan yang terbaik dan cenderung kasar, hal tersebut tentu saja akan membuat para konsumen Anda kabur ke toko kelontong lainnya.

7. Analisa Persaingan Produk

Toko kelontong Anda sudah memiliki berbagai produk yang dibutuhkan oleh target pasar namun suatu saat konsumen Anda direbut oleh kompetitor, maka hal yang harus Anda miliki adalah skill dalam menganalisa persaingan produk oleh kompetitor.

Persaingan dalam sebuah usaha merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, sebelum usaha toko kelontong Anda mengalami kalah persaingan, Anda harus bisa menganalisa kemungkinan persaingan produk yang akan dijual oleh kompetitor dalam menarik konsumen.

8. Pembukuan dan Data-Data penting

Dalam membangun sebuah bisnis atau usaha adanya pembukuan atau catatan merupakan sebuah bukti penting. Seperti catatan keluar masuk keuangan. Catatan banyaknya produk yang terjual dan tidak. Serta catatan-catatan lain yang mungkin diperlukan.

Hal tersebut sebagai data dalam financial management untuk usaha toko kelontong Anda kedepannya. Jika Anda memiliki dan menyimpan data-data tersebut Anda sudah memiliki bukti bila ada sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

Baca juga:
Cara Memulai Usaha Laundry Untuk Pemula [Panduan Sukses]

Contoh Usaha Kelontong yang Sudah Sukses

Toko kelontong memang memiliki kesan sebagai usaha sederhana dan kecil. Tapi jangan salah, banyak juga orang-orang yang bisa sukses dengan usaha toko kelontongnya.

Dengan banyaknya kebutuhan sehari-hari masyarakat, bisnis usaha toko kelontong memberi peluang yang cukup besar. Dengan strategi yang tepat, usaha kecil pun bisa menjadi jalan sukses seseorang.

Setelah mengetahui berbagai tips pintar dan sukses dalam menjalankan toko kelontong, Anda juga bisa menjadi orang sukses dengan usaha ini seperti beberapa orang sukses dengan toko kelontongnya.

Contoh-contoh usaha toko kelontong yang sudah tersebut diantaranya sebagai berikut.

1. Toko Kelontong Trijaya Milik Trimulyani

Toko kelontong yang dikelola oleh Trimulyani ini pada awalnya hanyalah sebuah toko kelontong biasa yang memiliki desain sederhana. Dulunya Trimulyani hanya mendapatkan keuntungan sekitar tiga hingga empat juta rupiah.

Namun semenjak ia bergabung bersama SRC (Sampoerna Retail Community) yang bertujuan untuk menggerakkan dan mengembangkan UMKM, warung, dan toko kelontong di seluruh Indonesia, ia memiliki pendapatan meningkat menjadi puluhan juta.

Selain pendapatan meningkat, Trimulyani juga akan dimudahkan dalam mencari supplier dengan kualitas dan harga yang kompetitif dibanding dengan supplier lainnya.

Trimulayani tidak perlu bingung dalam mencari supplier karena di dalam aplikasi SRC tersebut sudah terdapat koneksi supplier.

2. Toko Kelontong Pak Anas

Toko kelontong pak Anas ini tentu saja dikelola oleh bapak Anas sendiri, mulai dari penjualan produk, mencari supplier hingga memberikan pelayanan terbaiknya dalam melayani seorang konsumen yang datang ke toko kelontongnya.

Namun, pak Anas sendiri masih memiliki minim ilmu dalam berbisnis. Sehingga ia meminta bantuan sebuah aplikasi khusus yang membantu para pedagang toko kelontong dalam mengelola tata kelola toko kelontong mereka.

Pengelolaan tersebut diantaranya pengelolaan dalam sistem keuangan, mengelola produk, penyediaan stok produk, keluar masuk barang dan sebagainya. Berkat aplikasi tersebut, toko kelontong pak Anas berkembang pesat dan memiliki peningkatan konsumen yang datang ke toko kelontong pak Anas.

Meskipun kisah kesuksesan toko kelontong pak Anas sedikit dibantu oleh suatu aplikasi yang membantu pedagang kelontong, Pak Anas tetap mau belajar akan perkembangan teknologi bersamaan dengan ilmu bisnis yang diterapkan di usaha toko kelontongnya.

3. Toko Kelontong “Eva”

Toko kelontong ini didirikan oleh seorang pemuda bernama Muhammad Karsayuda. Toko ini didirikan setelah Karsayuda mengalami kegagalan saat membuka usaha bengkel motor.

Dengan jiwa kewirausahaan yang kuat, ketika mengalami kegagalan tersebut, Karsayuda tidak mau menyerah dan mencoba untuk mendirikan toko kelontong. Dalam mendirikan toko ini, dia banyak belajar dari kakaknya yang lebih dulu membuka toko.

Dari sini lah kesuksesan Karsayuda, meskipun hanya sebuah toko kelontong tetapi dia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada para pelanggannya.

Karsayuda menerapkan pengelolaan toko secara disiplin, bagi dari segi waktu hingga pelayanan yang diberikan. Toko ini buka mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Dalam pelayanannya, dia selalu bersikap ramah supaya pelanggan merasa nyaman dan akan datang kembali ketika membutuhkan sesuatu. Berkat kerja kerasnya inilah toko kelontongnya bisa sukses dan memiliki banyak pelanggan.

Baca juga:
10 Tips Memulai Usaha Frozen Food Rumahan untuk Pemula

Beberapa contoh kisah pendiri toko kelontong di atas semoga bisa menambah motivasi Anda untuk tidak ragu ketika akan memulai sebuah usaha. Apapun usaha Anda jika Anda mengerjakannya dengan sungguh-sungguh pasti akan menghasilkan yang terbaik.

Selain itu, strategi usaha yang Anda gunakan juga harus tepat sasaran dengan banyak pertimbangan. Tips-tips pintar sukses cara memulai usaha toko kelontong tadi bisa Anda jadikan referensi dalam me-manajemen usaha Anda.

Baik usaha offline maupun online di marketplace atau toko online pasti punya strategi khusus untuk memulainya. Semoga sedikit informasi di atas dapat bermanfaat dan bisa membantu Anda menuju jalan kesuksesan. Selamat mencoba dan jangan mudah menyerah.

Laman: 1 2Lihat Semua

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Wahyu Saputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *