7 Plugin Ongkos Kirim Terbaik untuk Toko Online (Hitung Otomatis)

Diterbitkan pada
17 Februari 2021
Waktu membaca
6 Menit

Plugin ongkos kirim merupakan salah satu bagian penting untuk Website toko online. Hal ini dikarenakan pentingnya mengetahui nominal ongkos kirim dari tempat penjualan ke area pembeli. Oleh sebab itu, Website toko online memerlukan plugin ongkir sebagai tambahan untuk memaksimalkan kerja website yang sudah dibangun.

Dengan adanya plugin ongkir, calon konsumen bisa melakukan pengecekan sendiri jumlah ongkos kirim yang dibebankan apabila membeli barang yang ia inginkan dari toko yang bersangkutan.

Karena tidak dapat dipungkiri salah satu alasan yang kerap kali mempengaruhi keputusan pembelian adalah nominal ongkos kirim. Plugin ongkir yang tersedia saat ini juga cukup banyak sehingga pelaku usaha yang ingin memasangnya bisa memilih sesuai kebutuhan dan keinginan.

Dalam artikel ini, kami akan berikan rekomendasi plugin ongkos kirim yang dapat Anda gunakan untuk menunjang fasilitas toko online. Langsung simak aja yuk!

7 Plugin Ongkos Kirim Terbaik untuk Website Toko Online

Berikut adalah sederet plugin ongkos kirim yang dapat kamu pakai untuk kebutuhan menghitung ongkir di toko online.

1. IndoOngkir

Plugin ongkos kirim ini bisa didapatkan dengan cara berbayar yakni sekitar Rp.297 ribu untuk 1 tahun yang diperuntukkan bagi paket basic. Dengan kata lain Indo ongkir tidak menyediakan versi gratis ataupun percobaan. Tidak hanya paket basic, pengguna juga bisa memilih paket lainnya seperti paket extend dan juga paket pro.

Perlu digarisbawahi bahwa yang ada di Indo ongkir tersedia dengan fitur yang sama. Meski demikian tetap terdapat perbedaan bagian kuantitas dari kapasitas jumlah website yang dapat dipasang plugin. Perlu diketahui untuk paket basic limitnya adalah satu website. Sementara itu untuk paket extend dan juga pro terbilang lebih leluasa karena bisa digunakan untuk 5 dan juga 10 website.

Sisi keunggulan dari Indoongkir sendiri adalah pengguna dapat kurir yang berlainan wilayah yang juga berlainan. Sebagai contoh, di wilayah Jawa Timur kurir j&t, di Bekasi free ongkir, di Semarang menggunakan kurir JNE dan lain sebagainya.

Indoongkir selaku plugin ongkos kirim telah mensupport lebih dari 10 ekspedisi pengiriman yang ada di dalam negeri sehingga memungkinkan fleksibelitas yang lebih bagi para pelaku usaha untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan kebutuhan ekspedisi yang berbeda-beda. Selain itu IndoOngkir juga telah support terhadap multiple shipping origin dan juga shipping zone.

Baca juga:
Pengertian Waralaba: Arti, Jenis, Tipe, Kelebihan dan Kekurangan

2. Epeken

Plugin ongkos kirim ini juga tidak kalah efektif untuk dijadikan pendukung untuk Website toko online. Tidak heran jika sudah banyak toko online yang menggunakan plugin Epeken untuk mengecek nominal ongkos kirim yang dibebankan. Perlu diketahui Epeken ini juga sudah diintegrasikan dengan WooCommerce dari yang sebelumnya masih menggunakan API.

Seiring berjalannya waktu developer dari plugin ini berusaha mengembangkan pada akhirnya bisa seperti saat ini. Jika ditelusuri, Epeken ini berasal dari kata peken yang mempunyai arti pasar dalam bahasa Jawa.

Pengoperasiannya sudah dimulai sejak tahun 2015 dan hingga kini telah banyak melayani Website toko online di penjuru berbagai negeri. Keunggulan dari plugin Epeken ini terbilang cukup mencolok yakni berupa adanya dropship readiness sehingga memberi kemudahan bagi para dropshipper dalam mengecek ongkos kirim di kotanya masing-masing.

Kemudahan lain yang ditawarkan oleh plugin ongkos kirim Epeken ini adalah paket yang bisa dibilang percobaan dengan biaya yang terjangkau yakni 25 ribu rupiah untuk satu bulan. Beberapa ekspedisi yang didukung oleh plugin ini diantaranya J&t, JNE, JTR Trucking, RPX, TIKI, NSS Express, LION, PARCEL dan Pos Indonesia.

Plugin dengan estimasi ongkos kirim menggunakan ojek online juga bisa didapatkan dari Epeken ini. Alhasil secara keseluruhan dapat memudahkan para pelaku usaha yang terhubung online.

3. OngkosKirim.ID

Plugin ongkos kirim ini juga tidak kalah direkomendasikan untuk digunakan para pelaku usaha dalam membangun website toko online nya. Plugin ongkos kirim ini menyediakan versi yang gratis sehingga memberi kesempatan kepada siapa saja para pelaku usaha untuk mencobanya. Satu hal yang perlu digaris bawahi dari plugin ini adalah tidak memiliki batasan waktu terkait versi gratisnya.

Dengan kata lain versi gratis bisa dinikmati selamanya. Meski demikian satu hal yang tidak boleh dikesampingkan terkait batasan yang ada ketika menggunakan versi yang gratis.

Adapun batasan yang dimaksud terkait dengan jumlah pilihan ekspedisi yang ada. Untuk versi gratis sendiri pengguna bisa memilih berbagai ekspedisi seperti, JNE Oke sicepat-best JNE yes dan Tiki ons. Oleh sebab itu bagi para pelaku usaha yang merasa cocok dengan ongkoskirim.id bisa melakukan upgrade untuk mendapatkan versi yang lebih leluasa untuk memilih ekspedisi.

Terkait harga yang dipatok untuk versi premium sekitar 199 ribu dan ada juga yang harganya 399 ribu rupiah. Jadi tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan yang dimiliki. Perlu diketahui bahwa plugin ini sudah terintegrasi bersama WooCommerce.

Baca juga:
Apa Bedanya e-Commerce, Marketplace, dan Online Shop?

4. Tonjoo Studio

Plugin ongkos kirim bernama Tonjoo Studio ini memang sudah lama dikenal sebagai agensi yang mengembangkan website dan juga software di tanah air. Perlu diketahui bahwa awalnya plugin ongkos kirim dari tonjoo studio ini masih menggunakan API yang sebelumnya sebagai dokumentasi nya.

Namun saat ini sudah mandiri dengan API dokumentasinya. Tersedia berbagai paket yang bisa dipilih mulai dari trial personal multi hingga Developer. Paket-paket tersebut berurutan berdasarkan yang terendah hingga yang tertinggi. Untuk kisaran harga yang berbayar di mulai dari 280 ribu rupiah hingga 700 ribu rupiah.

Dalam beberapa waktu plugin ini menawarkan potongan harga yang membuat lebih hemat tentunya. Untuk versi trial sendiri memiliki berbagai keterbatasan seperti jangka waktu pemakaian yang bisa aktif selama 14 hari saja. Selain itu versi trial plugin ongkir ini juga tidak disupport dengan priority forum.

Oleh sebab itu jika dirasa masih kurang untuk dipakai pada website yang bersangkutan maka bisa membeli versi yang lebih tinggi seperti personal multi ataupun developer. Adapun ekspedisi yang tersedia dari plugin ini diantaranya Tiki, JNE, Pos Indonesia, Lion Parcel, Sicepat, J&t Express, Ninja Express, REX dan beberapa lainnya. Hal ini memang memberikan keleluasaan bagi para calon konsumen untuk memilih ekspedisi yang mereka inginkan.

5. Raja Ongkir

Plugin ongkir ini terbilang cukup familiar karena sering digunakan untuk mengecek resi melalui smartphone. Selain mengecek resi rajaongkir juga bisa digunakan sebagai plugin Website toko online berbagai kelebihan seperti kemudahan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari praktisi pemilik toko hingga programmer. Untuk praktisi sendiri, raja ongkir memudahkan penjual maupun pembeli dalam memeriksa ongkos kirim barang pesanannya.

Untuk pemilik toko rajaongkir akan menyediakan widget yang Mampu menampilkan nominal ongkos kirim secara lebih mudah. raja Ongkir sudah menggunakan dokumentasi API yang membuat perhitungan otomatis lebih mudah. Raja Ongkir ini sudah terhubung dengan ekspedisi seperti Tiki (Titipan Kilat), JNE, Pos Indonesia,PCP, RPX dan juga ESL express.

Raja Ongkir menghasilkan data yang akurat yang disesuaikan dengan ongkos kirim dari masing-masing ekspedisi sehingga lebih terjamin. Rajaongkir juga mempunyai aplikasi Android yang memungkinkan pengecekan ongkos kirim di mana dan kapan saja.

6. Woongkir

Berikutnya ada plugin bernama Woongkir. Perlu diketahui bahwa plugin yang satu ini merupakan karya anak bangsa Karena berasal dari dalam negeri. Para pengguna WooCommerce bisa memanfaatkan perubahan ini. Secara fungsi plugin ini hampir sama dengan plugin ongkos kirim lainnya yaitu memudahkan untuk melakukan pengecekan dominan ongkos kirim tanpa harus diinput secara manual.

Plugin ongkos kirim bernama Woongkir ini menggunakan  API dan jika dilihat dari jumlah pengunduhan nya sudah lebih dari 2000 kali di WordPress. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa performa plugin ongkir yang satu ini cukup baik.

Ada banyak ekspedisi yang mendukung untuk plugin ini  diantaranya Pos Indonesia, JNE, j&t Express, RPZX, Wahana Express, Ninja Xpress, Indah logistik, Lion Parcel dan lain-lain. Dari banyaknya ekspedisi yang digunakan tentu memberikan banyak pilihan dan keleluasaan bagi para pengguna untuk menentukan yang terbaik.

Baca juga:
Apa itu Dropshipper, Reseller, dan Supplier?

7. WooCommerce JNE Shipping

Pilihan plugin ongkir yang satu ini memiliki perbedaan dari pelukin yang sebelumnya karena hanya menyediakan satu ekspedisi saja yaitu JNE. Adapun ekspedisi JNE di sini meliputi versi JNE full, JNE eksklusif dan JNE free. Perlu diketahui bahwa pilihan JNE free membuat pengguna bisa menggunakan JNE Reguler.

Perlu adanya upgrade ke versi JNE eksklusif ataupun JNE full agar mendapatkan fitur yang lebih banyak. Fitur lebih banyak yang dimaksud ini adalah widget cek ongkos kirim, pilihan   pengiriman, perhitungan berat dan masih banyak yang lainnya.

Manfaat Plugin Ongkos Kirim untuk Hitung Ongkir Otomatis

Dengan adanya plugin ongkos kirim sebagai otomasi perhitungan nominal ongkos kirim untuk website maupun toko online tentu memberikan banyak manfaat. Pertama perihal kenyamanan pengguna website.

Dikatakan nyaman karena dengan adanya plugin, pengunjung toko online maupun website bisa melakukan pengecekan langsung biaya ongkos kirim ke daerah mereka. Apabila hal ini bisa dilakukan dengan mudah maka akan muncul berbagai kemungkinan yang lebih besar untuk menilai baik pada website yang bersangkutan. Jika sudah demikian maka bukan tidak mungkin pengunjung tersebut berniat untuk membelinya.

Kedua adalah perihal kebebasan memilih ekspedisi yang diinginkan. Semakin banyak ekspedisi yang ditawarkan oleh plugin yang dipilih nantinya tentu akan semakin memberi keleluasaan bagi para pengunjung untuk ekspedisi yang diinginkan.

Hal ini memang tidak dapat dipungkiri karena tiap ekspedisi memberikan harga yang biasanya berbeda. Baik itu selisih sedikit ataupun lebih banyak. Maka dari itu para pengunjung tentu bisa menyesuaikan dengan budget yang mereka miliki dengan adanya pilihan ekspedisi.

Baca juga:
Apa itu Analisis SWOT? Contoh & Cara Membuatnya untuk Bisnis UMKM

Ketiga perihal kepraktisan website maupun toko online yang dibangun sebagai tonggak bisnis. Hal ini menyangkut dari tujuan awal pembuatan website maupun toko online tentu untuk mengefisiensikan segala hal termasuk kemudahan bagi para konsumen nantinya.

Tidak hanya itu sebagai itu juga akan semakin mudah untuk menarik minat para pengunjung karena memberikan fasilitas berupa pengecekan nominal ongkos kirim yang memadai. Semakin praktis website yang ditawarkan tentu akan semakin baik tidak hanya bagi konsumen tetapi juga menjual yang notabennya membutuhkan berbagai kemudahan saat diakses.

Jika dibandingkan dengan website tanpa plugin ongkos kirim, secara kasat mata tentu akan lebih menarik website ataupun toko online yang menggunakan plugin ongkos kirim.

Demikian informasi mengenai plugin ongkir beserta manfaatnya. Semoga mudah dimengerti dan dapat menambah wawasan seputar bisnis online dengan fitur-fitur yang dibutuhkan.

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Wahyu Saputro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *