Advertisement

Shuttlecock Buatan UMKM Batang Tembus Pasar Luar Negeri

Penulis
Noer
Diterbitkan pada
27 Februari 2022
Waktu membaca
2 Menit

Jakarta – Industri rumahan produsen kok bulutangkis (shuttlecock) produksi UMKM di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah menembus pasar luar negeri.

Bahkan, kok made in Batang tersebut telah lulus sertifikasi dari Badminton World Federation (BWF) dan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Baca juga:Bisnis Online Madu Pasangan ini Banjir Pesanan 300kg per Hari

Informasi tersebut disampaikan Bupati Batang, Wihaji, saat mengunjungi industri rumahan shuttlecock di Pasekaran, Kecamatan Batang, baru-baru ini.

“Ini sangat luar biasa walaupun diproduksi secara tradisional. Shuttlecock sudah dipasarkan di 30 provinsi di Indonesia dan lima negara,” kata Bupati Wihaji.

Ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi home industri shutterlecock di Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Wihaji menyebutkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bernama IND Shuttlecock tersebut telah mencapai omzet Rp500 juta per bulan.

“Ini luar biasa, perputaran uangnya bisa mencapai Rp400 hingga Rp500 juta. Ini tergantung produksi tenaga kerjanya semakin banyak produksi omzetnya semakin banyak,” katanya.

Baca juga: Ekspor Benih Padi Sembada 188 ke Brunei Darussalam Berlanjut

Bupati pun menginstruksikan jajarannya melakukan pembinaan kepada UMKM produsen shuttlecock tersebut. Salah satunya lewat pelatihan SDM, demi memenuhi kebutuhan tenaga kerja pembuat kok bulutangkis.

“Saya sudah perintahkan Disperindaskop membuat pelatihan khusus pembuatan shuttlecock. Usai pelatihan bisa langsung dipekerjakan,” katanya.

Pemilik IND Shuttlecock, Ahda Al Faizu, menyatakan, kepiawaiannya membuat kok bulutangkis berawal dari pengalamannya bekerja di salah satu UMKM sejenis di Malang.

“Saya punya tekad dan cita-cita, akhirnya saya pulang ke Batang dan memproduksi kecil-kecilan. Alhamdulillah, shuttlecock (produksi saya) diterima di pasaran,” ujarnya.

Kini, dengan 10 orang tenaga kerja, UMKM nya mampu memproduksi 1.200 buah kok per hari.

Kebutuhan bahan baku dipenuhi dari pasokan luar negeri karena ketersediaan bahan baku lokal belum bisa mencukupi.

Baca juga:Salut! 5 Ton Arang Tempurung Kelapa di Bintan Tembus Pasar Malaysia

Menurutnya, produk IND Shuttlecock versi internasional sudah sesuai regulasi WBF, yaitu seberat 5,0-5,2 gram. Sedangkan, untuk pasar Indonesia, Shuttlecock memiliki berat 4,9 gram, sesuai standar PBSI.

Terkait harga, Shuttlecock buatan UMKM Batang tersebut dijual Rp 35 rbu – Rp 80 ribu. “Shuttlecock pruduk saya kita jual satu slof, dari mulai Rp 35 ribu hingga Rp 80 ribu,” katanya.


Artikel ini telat terbit di Siberindo.co dengan judul “Hebat! “Shuttlecock” Buatan UMKM Batang Tembus Pasar Luar Negeri”.

Link: https://siberindo.co/26/02/2022/hebat-shuttlecock-buatan-umkm-batang-tembus-pasar-luar-negeri/

Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Ditulis oleh

Noer

Menjadi content writer (CW) di PintarJualan.id sejak Desember 2021. Menulis atas dasar perintah dan arahan dari Project Manager atau PM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *