Advertisement

Ekspor Benih Padi Sembada 188 ke Brunei Darussalam Berlanjut

Penulis
Noer
Diterbitkan pada
16 Februari 2022
Waktu membaca
2 Menit

Jakarta – Ekspor benih padi Sembada 188 ke Brunei terus berlanjut. Sepuluh ton benih padi Sembada 188 dari PT Biogene Plantation, Indonesia, diekspor ke Brunei pada Februari 2022.

Benih padi Sembada 188 mulai diekspor ke Brunei sejak tahun  2018. Kargo kali ini merupakan pengiriman yang ke-10 sejak tahun 2018. Total yang telah diekspor mencapai 104,1 ton.

Baca juga: Kopi Indonesia Disukai di Mesir, Kedai El Omda Buka di Kairo

Beras varietas Sembada 188 telah dipasarkan secara meluas di pasar domestik Brunei. Pemasaran melalui jaringan distribusi nasional dan memperoleh sambutan yang baik.

Hal itu membuat ekspor benih terus berkelanjutan. Benih Sembada 188 di Brunei telah menghasilkan panen 6 ton per hektar, dua kali lipat dari benih padi asli yang ditanam di Brunei sebelumnya.

Padi Sembada 188 dipanen 2 kali setahun karena kontur tanahnya harus diolah terlebih dahulu. Jika ditanam di Indonesia, bisa 3 kali panen, dengan volume 12 ton per hektar.

“Dengan mempertahankan kualitas dan harga yang kompetitif, saya bangga ekspor produk benih Sembada ke Brunei terus berkelanjutan,” ujar Dubes RI, Dr Sujatmiko dikutip dari Siberindo.co, Selasa (15/02/2022).

Ia menambahkan, selain benih padi, Indonesia masih berpeluang terus menawarkan produk-produk pertanian kepada Brunei. Seperti kopi dan sebagainya.

Baca juga: Banjir Permintaan, Koperasi Tolak Permintaan Rumput Laut ke India

Dilansir dari Siberindo.co, Selasa (15/02/2022), dengan kebijakan diversifikasi ekonominya, Pemerintah Brunei terus mengembangkan sektor pertanian untuk swasembada pangan nasional.

Rata-rata peningkatan nilai produksi sektor pertanian dan agrimakanan Brunei selama 2 dekade tumbuh 4,9%, yaitu dari BND182,6 juta pada tahun 2000 menjadi BND470,9 juta pada tahun 2020.

Lahan pertanian aktif di Brunei pun mengalami peningkatan. Dari yang awalnya hanya 15 ha pada 2010, kini menjadi 411,65 ha pada tahun 2020.

Untuk lahan khusus penanaman padi, Brunei telah mengembangkan Kawasan Kemajuan Pertanian atau KKP Kandol seluas 500 hektar guna meningkatkan jumlah produksi.

Meski demikian, seiring dengan upaya peningkatan swasembada yang dilakukan pemerintah Brunei tersebut, peluang untuk menyuplai aneka produk pangan dari Indonesia tetap ada.

Hal itu terlihat dari angka ekspor produk pertanian Indonesia ke Brunei yang masih terus meningkat. Seperti ekspor sayuran, buah, rempah-rempah dan tanaman.

Baca juga: Cara Ekspor Barang ke Luar Negeri untuk Eksportir Pemula [Lengkap]

Pada tahun 2020 misalnya, dari Rp.51,55 milyar (2019) menjadi Rp.59,9 milyar, atau secara kuantitas dari 2.962 mt menjadi 3.116 mt, mengalami peningkatan.

KBRI Bandar Seri Begawan sendiri masih terus mendorong peningkatan kerja sama bisnis di sektor pertanian antara Indonesia dengan Brunei Darussalam.

Artikel ini telah terbit di Siberindo.co dengan judul “Beras Indonesia Digemari, Ekspor Benih Padi Sembada 188 ke Brunei Berlanjut”.

Link: https://siberindo.co/15/02/2022/beras-indonesia-digemari-ekspor-benih-padi-sembada-188-ke-brunei-berlanjut/

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Noer

Menjadi content writer (CW) di PintarJualan.id sejak Desember 2021. Menulis atas dasar perintah dan arahan dari Project Manager atau PM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *