Cara Packing Barang Aman & Tidak Rusak Agar Selamat Sampai Tujuan

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
17 Maret 2021
Waktu membaca
4 Menit

Sebagai seller, paham tentang bagaimana cara packing barang agar aman dan tidak rusak ialah kewajiban. Supaya produk yang dikirim bisa sampai rumah pembeli dengan selamat.

Tapi tetap saja, ada banyak seller yang belum mengerti betul bagaimana caranya. *mungkin juga kamu yang sedang baca* Karenanya, tulisan ini akan memberikan insights seputar:

  • Jenis barang dan kemasan yang cocok dan sesuai standar pengiriman,
  • Langkah-langkah mengemas barang dengan aman tanpa takut rusak.

Namun sebelum itu, ketuk tombol Bookmark (⭐) di pojok kanan atas browser untuk menyimpan postingan ini. Jika sudah, mari kita mulai dari yang paling mudah: mengenal jenis barang & kemasannya.

 

Mengenal Jenis-jenis Bahan Kemasan Barang

Sebelum masuk ke bagian cara, coba kita kenalan dulu sama jenis-jenis bahan yang digunakan untuk mengemas barang. Baik barang yang ringan seperti kertas, atau bahan dengan perlakuan khusus (mudah pecah).

1. Kardus

Bahan ini sering dipilih untuk menampung barang dengan beragam varian ukuran. Mulai dari ukuran mini (<20 cm) hingga ukuran jumbo (>100 cm).

Lebih cocok untuk digunakan sebagai kemasan tersier. Maksudnya, kemasan paling luar yang isinya ada beberapa barang. Teksturnya lebih kuat dan mudah untuk dikustomisasi ukurannya.

2. Kertas

Kertas ini masih bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa bahan: kertas polos dan kertas koran.

Namun, bahan yang familiar dan banyak digunakan seller untuk packing barang ringan adalah kertas samson. Bisa dipesan sesuai dengan permintaan, baik dari ukuran maupun ketebalannya.

3. Kayu

Packaging kayu sangat cocok untuk barang-barang yang butuh perlakuan khusus: mudah pecah belah. Seperti gadget/elektronik, kaca, perhiasan, dan lainnya.

Mirip seperti kardus, bahan kayu juga seringnya dipakai untuk kemasan tersier. Setelah barang dikemas dengan aman menggunakan bubble wrap, plastik, lalu kardus; barulah dilapisi dengan kayu agar lebih kokoh.

4. Plastik

Bahan plastik ini macam-macam kegunaannya. Ada yang dipakai untuk kemasan primer (misal. standing pouch), ada pula untuk kemasan sekunder (agar lebih rapi).

Jenis plastik yang sering dipakai seller untuk membungkus paket adalah plastik polymailer. Biasanya, para seller sering menyebutnya dengan istilah plastik olshop.

5. Bubble Wrap

Bubble wrap digunakan sebagai kemasan sekunder, yakni tambahan untuk melindungi barang yang mudah pecah. Hampir mirip dengan kegunaan bahan kayu, namun seringnya dipakai pada lapisan kedua.

Secara teknis, bubble wrap akan meredam barang di dalamnya dari goncangan ataupun benturan yang terjadi saat proses pengiriman.

6. Styrofoam

Styrofoam disebut juga bahan plastik busa. Biasanya berwarna putih dan teksturnya sedikit kaku. Sangat cocok untuk mengemas bahan praktis seperti makanan.

Karena ketahanannya yang cukup rentan, styrofoam sangat jarang digunakan untuk pengiriman jarak jauh. Cukup dalam kota, seperti pengiriman GoSend atau Grab Express.

Baca juga:
Cara Cek Resi Grab Express Live Tracking (Pengiriman Barang Sehari Sampai)

Cara Packing Barang Agar Aman & Tidak Rusak

Setelah mengenal beberapa jenis bahan kemasan, sekarang mari kita lanjut dengan langkah-langkah untuk mengemas barang. Mulai dari memproses pesanan, menyiapkan barang, hingga pengantaran.

1. Identitas Pengirim, Penerima, Isi Barang

Langkah pertama, sebelum menyiapkan semuanya, kita perlu mencatat beberapa hal berikut:

  • Identitas pengirim
    • Nama lengkap / nama olshop
    • Alamat lengkap (hingga RT / RW)
    • Nomor ponsel yang aktif
  • Identitas penerima
    • Nama lengkap
    • Alamat lengkap (hingga RT / RW)
    • Nomor ponsel yang aktif
  • Keterangan isi barang
    • Berat (kg)
    • Jumlah (pcs)
    • Bahan

Sebagai catatan saja, khusus untuk keterangan isi barang, kamu boleh-boleh saja menghilangkannya. Namun akan lebih bagus jika dicantumkan keterangannya.

Supaya nantinya, jika terjadi kerusakan / hilang, proses klaim garansi bisa cepat karena sudah teridentifikasi isi barangnya dengan baik dan jelas.

2. Kenali Karakteristik Barang Sebelum Dikemas

Masih belum masuk ke proses pengemasan juga, sebaiknya benar-benar kenali karakteristik barangnya terlebih dulu.

Supaya apa? Simpel. Supaya tidak terjadi kerusakan saat proses pengiriman. Untuk memudahkan seller dan pembeli agar sama-sama aman dan tidak perlu repot-repot mengurus klaim asuransi.

Dengan mengenali karakteristik barang, kita bisa memilih bahan kemasan yang cocok dan aman. Seperti yang sudah dibahas di sesi sebelumnya, tiap-tiap barang punya treatment yang berbeda-beda.

Biasanya, jenis barang dibedakan menjadi beberapa tipe seperti berikut:

  • Barang elektronik
  • Barang berukuran jumbo
    • Furniture
    • Kendaraan
  • Barang mudah pecah
    • Kaca
    • Keramik
    • Guci
    • dll
  • Barang berbahan cairan
    • Parfum
    • Madu
    • Korek api
    • dll
  • Barang berupa makanan & minuman

3. Mulai Packing Paket dengan Alat & Bahan

Setelah semua beres, waktunya untuk menyiapkan alat-alat dan bahan kemasan sekaligus barang yang akan dikemas. Langkah-langkahnya sederhana saja:

  1. Siapkan alat dan bahan.
    • Alat untuk mengemas
      • Gunting
      • Lakban
      • Solatip
    • Bahan kemasan (sesuaikan dengan barang yang akan dikemas)
      • Plastik
      • Kertas
      • Kardus
      • Kayu
      • Bubble Wrap
      • Styrofoam
  2. Setelah itu, mulai bungkus barang menggunakan lakban/solatip sesuai dengan urutan pengemasannya (primer dan sekunder). Misalnya seperti ini:
    • Kemasan primer: Plastik
    • Kemasan sekunder: Bubble wrap
  3. Jika sudah rapi dan tidak ada celah, bungkus lagi menggunakan bahan kemasan tersier. Misalnya:
    • Kemasan tersier: Kardus
  4. Lalu, jangan lupa tempelkan identitas pengiriman (pengirim, penerima, isi barang) menggunakan pelapis solatip bening. Usahakan seluruh bagian kertas tertutup rapat agar tidak luntur ketika terkena air.
  5. Selesai! ✅

Barang sudah siap untuk dikirim ke kurir terdekat. Kamu bisa order sendiri via aplikasi, atau datang langsung ke kantor. Jika lewat marketplace, bisa request pick up.

4. Pilih Kurir yang Paling Nyaman & Cocok

Sebenarnya, langkah ini bisa di-skip. Karena kurir yang digunakan sudah ditentukan oleh pembeli di marketplace. Sesuai dengan keinginan mereka pula.

Tetapi, jika kamu memang baru pertama kali, memilih kurir yang cocok juga wajib dilakukan. Kiat-kiatnya cukup sederhana:

  • Kurir sudah punya agen dekat rumah atau lokasi usaha kamu sekarang.
  • Sudah menjadi partner marketplace tempat kamu jualan online.
  • Sering mengadakan promo atau program gratis ongkos kirim.
  • Pengiriman tepat waktu dan harga yang hemat di kantong.

Kalau kamu masih belum ada gambaran mau pilih kurir yang mana, tenang saja. Kami sudah membuatkan review-nya yang bisa kamu baca di postingan ini: Jasa Kurir Terbaik di Indonesia.

5. Bantu Pembeli untuk Lacak Barang

Last but not least, tips ini khusus buat kamu yang sedang merintis usaha jualan di internet.

Yaitu, selalu berusaha untuk menjalin hubungan yang baik dengan setiap pelanggan yang sudah order. Mereka adalah agen-agen rahasia yang akan suka rela mempromosikan barang jualan kamu kepada kerabat dan teman-temannya.

Salah satu upaya yang bisa kamu lakukan adalah membantu mereka ketika ada kendala saat proses pelacakan barang.

(Karena hal ini sangat sering dialami oleh pembeli saat belanja online.)

Beberapa kiat praktisnya cukup mudah dilakukan:

  • Berikan panduan praktis untuk cek resi / tracking barang. Kamu bisa rekomendasikan link berikut kepada kostumer: https://pintarjualan.id/cek-resi
  • Bantu mereka jika mengalami kendala. Berikan penawaran untuk retur barang jika ternyata ada kerusakan dan tidak sesuai dengan foto & deskripsi di marketplace.
  • Berikan ucapan yang sifatnya personal saat pelanggan memberikan ulasan di laman produk marketplace tokomu.

Baca juga:
Cara Kirim Barang Lewat Pos Indonesia (Beserta Syarat dan Ketentuan)

Rangkuman

  • Sebelum mengemas barang, ada baiknya jika kita paham dengan jenis-jenis bahan kemasan: plastik, kertas, kayu, kardus, bubble wrap, styrofoam; beserta kegunaannya.
  • Cara packing barang disesuaikan dengan jenis barang yang akan dikirim: mudah pecah belah, elektronik, furniture, makanan & minuman, bahan cairan.
  • Selalu gunakan layanan asuransi saat memesan jasa kurir. Hal ini sangat membantu jika nantinya terjadi kerusakan atau hilang saat proses pengiriman.

Bagaimana, packing barang aman sebenarnya cukup simpel, ‘kan?

Meski kamu tidak mengemas sendiri (karena mungkin saja sudah ada karyawan yang bertugas di pengemasan produk), sebagai seller yang baik & tidak sombong, tetap wajib paham yaa. Okaii~

Oh iya, kalau kamu suka dengan konten ini, pastikan sudah Follow IG kami di @PintarJualan.id karena di sana akan ada banyak diskusi menarik & seru untuk diikuti. Kami tunggu! 🤗

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *