Cara Praktis untuk Dropship dari Tokopedia ke Shopee (Bagus untuk Pemula)

Penulis
Ifan Prasya
Diterbitkan pada
29 Desember 2020
Waktu membaca
7 Menit

Dropship memberi kita banyak keuntungan, mulai dari hemat biaya, waktu kerja fleksibel, serta minim risiko. Untuk memulainya juga praktis, misalkan dengan cara dropship dari Tokopedia ke Shopee.

Dalam tulisan ini, kamu akan belajar tentang:

  • Hal-hal apa saja yang wajib kamu perhatikan dan terima (konsekuensinya)
  • Langkah demi langkah, mulai dari berburu supplier di Tokopedia hingga menjualnya di Shopee

Namun sebelum itu, silakan bookmark artikel ini supaya bisa kamu akses sewaktu-waktu jika dibutuhkan (kami akan selalu update secara berkala). Sudah siap? Mari kita mulai.

 

Sebelum Dropship Tokopedia-Shopee, Pahami Ini

Sebelum memulai dropship, ada baiknya kamu sudah tau segala kelebihan dan kekurangan, beserta risikonya. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan apakah mau lanjut atau tidak.

Untuk itu, silakan pelajari terlebih dulu, apa bedanya dropship, reseller, supplier. Selain itu, ada beberapa konsekuensi yang harus kamu terima. Apa saja? Scroll terus..

1. Kamu dan Supplier Berada di Kota yang Sama

Dropshipper harus jeli dalam mencari supplier. Bukan hanya kualitas produk dan layanan, tetapi juga lokasinya.

Kenapa ini penting?

Karena, saat posisi kamu dan supplier terlampau jauh, akan terjadi ketimpangan pada pembayaran ongkir. Tarifnya akan berbeda. Misalnya begini:

  • Supplier berada di Jakarta dan kamu berada di Malang.
  • Ada pesanan produk A yang akan dikirim ke Bandung menggunakan JNE Express.
  • Ongkir yang kamu tanggung: Jakarta – Malang = Rp22.000.
  • Ongkir yang ditanggung pembeli: Jakarta – Bandung = Rp11.000.

Nah tuh, jadinya kamu harus nombok Rp11.000. Padahal, untung dari dropship juga relatif tidak besar. Rata-rata berada di kisaran Rp10.000 per barang.

Kalau sudah begini, solusinya ada 2:

  1. Cari supplier yang lokasinya sama dengan lokasi kamu saat ini.
  2. Ganti alamat toko dropship kamu dengan alamat supplier.

Cara paling praktis adalah opsi kedua. Namun bukan tanpa kendala, ya. Karena jika kamu mengambil barang dari banyak supplier, apa kamu juga akan terus-terusan ganti alamat?

2. Siap untuk Perang Harga Antar Dropshipper

Customer cenderung melirik harga yang lebih miring saat membeli barang. Apalagi, jika barangnya sangat mudah ditemukan di marketplace dengan kondisi fisik yang sama. Contoh:

  • Foto produk relatif sama
  • Deskripsi produk juga
  • Peraturan retur sama lagi
  • (dan banyak lagi kesamaan lainnya)

Customer tidak lain melihat perbedaan menonjol selain nama toko dropshipper. Kalau sudah begitu, opsi yang paling mudah bagi customer adalah: mencari barang yang lebih murah di toko sebelah.

Ujung-ujungnya, akan sangat sulit buatmu untuk memberi harga yang lebih tinggi, dengan margin keuntungan yang kamu mau.

Maka dari itu, sebagai dropshipper, kamu wajib menerima konsekuensi jika harus bersaing secara harga. Bahkan untuk foto pun, meski kamu membuat yang berbeda, suatu saat pasti akan ditiru oleh kompetitor.

Oh iya, alternatif cara lain untuk menambah keuntungan lebih adalah dengan mengambil untung dari promo cashback di aplikasi Tokopedia saat membelikan barang untuk customer kamu di Shopee.

3. Ekspedisi yang Digunakan Harus Sama

Masih berhubungan dengan perbedaan ongkos kirim, namun kali ini pada ekspedisi yang dipakai.

Atur toko baru kamu menggunakan layanan ekspedisi yang disediakan oleh supplier. Karena jika beda, akan sangat fatal akibatnya. Contohnya begini:

  • Supplier hanya menyediakan ekspedisi JNE Express
  • Toko kamu menambah layanan SiCepat Ekspres
  • Ada pesanan produk A yang menggunakan ekspedisi SiCepat Ekspres

Lalu, apa yang akan terjadi?

Sudah jelas ya, melihat contoh di atas, kamu tidak akan bisa update resi di pesanan Shopee.

Karena, resi yang harus diinput ke pesanan adalah resi SiCepat, sesuai apa yang dipesan customer. Sedangkan, resi yang kamu dapat dari supplier di Tokopedia adalah JNE Express. Sama sekali tidak sinkron.

Maka dari itu.. kamu wajib samakan layanan ekspedisi dari supplier di toko dropship kamu.

4. Tidak Bisa Internal Dropship di Tokopedia

Apa itu internal dropship? Gampangnya, kamu beli barang di Tokopedia, lalu menjualnya di Tokopedia juga.

Kalau ketahuan melanggar (sistem akan mendeteksi 1 nomor resi yang sama & diinput 2 toko berbeda), uang akan dikembalikan ke pembeli dan kamu yang akan menanggung rugi.

Sebaliknya, akan diperbolehkan jika kamu melakukan external dropship. Yaitu.. kamu beli barang di Tokopedia dan menjualnya di Shopee. Atau sebaliknya, kamu beli barang di Shopee lalu menjualnya di Tokopedia.

Tapi tenang saja, apa yang akan kamu praktekkan di poin berikutnya sudah memenuhi peraturan, kok. Jadi, aman-aman saja~ 😉

Cara Praktis untuk Dropship dari Tokopedia ke Shopee

Catatan: Pada konten ini, kamu akan ditunjukkan skema bagaimana cara untuk memesan barang dari Tokopedia dan menjualnya ke Shopee dengan margin keuntungan. Sedangkan, untuk segala tips yang berhubungan dengan dropshipping, kami sudah membuat konten terpisah di sini: Cara Menjadi Dropshipper dari Nol Sampai Dapat Orderan Pertama.

1. Temukan Supplier yang Kredibel

Langkah pertama dan yang paling penting, adalah menemukan supplier yang cocok dan kooperatif.

Bisa saja kamu mendaftar di platform dropship yang sedang marak. Tapi sekali lagi, orang yang mendaftar bisa jadi >1.000 orang. Sama-sama ingin cuan. Sama-sama jualan barang yang mirip-mirip.

Sangat besar potensi untuk perang harga. Maka solusinya, kamu harus bersedia untuk mencari supplier sendiri di Tokopedia. Caranya praktis, kok:

1. Buka situs Tokopedia.

2. Ketik kata kunci produk yang ingin kamu jual. Misalnya: “kotak makan bento”.

cari supplier kotak makan bento

(c) Tokopedia.com

3. Filter pencarian menggunakan kriteria berikut: (1) Power Merchant; (2) Lokasi toko; (3) Rating +4.

filter toko supplier di tokopedia

(c) Tokopedia.com

4. Urutkan hasil pencarian dari Harga Terendah.

sorting toko supplier di tokopedia

(c) Tokopedia.com

Selesai.

Dari sini, kamu sudah berhasil menemukan calon supplier yang bagus. Selanjutnya, kamu cek-ricek satu-satu produk dan tokonya, pilih yang paling cocok.

Kemudian kirim chat seperti ini:

Permisi, saya (nama) dari (kota). Mau nanya dong.. apakah toko ini bisa dropship? Jika bisa, boleh diinformasikan bagaimana syarat dan ketentuan, serta cara daftarnya? Terima kasih 🙂

Lakukan ini sampai kamu berhasil dapat supplier yang potensial.

Memang sih, akan memakan waktu cukup lama dan rasanya sulit untuk mendapat tangan pertama jika hanya dari Tokopedia. Tapi, tidak ada salahnya mencoba.

2. Tentukan Harga Jual Produk (Margin)

Langkah berikutnya, adalah menentukan margin keuntungan. Kamu ingin cuan berapa?

Tapi hati-hati, untuk bagian ini, kami menghimbau agar selalu mengamati harga pasar. Jangan sampai, harga barang jualanmu terlampau tinggi, ya. Supaya pembeli tidak lari ke toko sebelah.

Untuk mencarinya, gunakan platform Shopee, karena kamu akan jualan di sana. Melanjutkan contoh di atas tadi, kami mencari produk “kotak makan bento” di Shopee.

Dan hasilnya seperti ini:

harga pasar dropship shopee

(c) Shopee.co.id

Dari hasil tersebut, kita masih bisa untuk menekan margin keuntungan di angka Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk 1 produk yang terjual. Karena harga pasaran berada di angka Rp40-60 ribuan.

Supaya lebih jelas, kami akan beri contoh yang berbeda. Kali ini, kami mengulas studi kasus dari Rio Gandhi[1] (YouTuber Jualan), dengan rincian berikut:

  • Produk yang dijual: Dummy CCTV Anti Maling
  • Supplier: Shiny Electro
  • Harga beli: Rp35.000
  • Harga jual: Rp55.000

Berikut adalah contoh produk dari supplier:

harga beli dropship cctv

(c) Channel YouTube Rio Gandhi

3. Buat Akun Toped (Khusus untuk Beli)

Kalau untuk akun ini, bebas saja. Karena hanya akan digunakan untuk membeli barang di Tokopedia, bukan jualan.

Memakai akun pribadi juga boleh (justru dianjurkan). Karena apa? Supplier akan mudah percaya jika identitas kamu jelas, terlihat pada foto yang kamu gunakan, namanya asli atau tidak.

Ingat ya, kita mencari supplier yang bagus, dan kalau bisa tidak banyak dropshipper lain yang tau. Hal ini untuk menekan persaingan yang terjadi, apabila kamu bergabung di platform dropship.

Untuk membuat akun, kami rasa tidak perlu dijelaskan secara rinci, tinggal buka aplikasi, daftar pakai e-mail & password, selesai.

(atau kami akan membuatnya di konten yang terpisah, bagian ini akan diperbarui)

4. Buka Toko & Upload Barang di Shopee

Setelah kamu berhasil mendapat supplier, biasanya nanti akan diberi seperangkat alat sholat dropship. Misalkan, foto produk, spreadsheet stok barang, daftar harga, peraturan retur, dan banyak lagi.

Catat dan rapikan semua perangkat tadi, lalu kamu buka toko baru di Shopee. Langkahnya juga simpel, tinggal daftar di aplikasi Shopee seperti biasa. Masukkan no HP dan password, verifikasi email, selesai.

Selanjutnya, tinggal upload barang dari supplier ke toko baru kamu. Isi dengan komplit ya, mulai dari judul, deskripsi, foto, sampai ke stok yang tersedia.

Khusus untuk stok, kami ada tips: buat stok minim (<5) untuk memancing customer supaya cepat-cepat Checkout.

Untuk contoh listing produk jualannya, lihat gambar berikut:

produk cctv dropship di shopee

(c) Channel YouTube Rio Gandhi

(untuk cara posting produk, kami sudah bahas di konten utama, cek bagian Catatan di atas)

Setelah posting dan promosi, hal yang perlu disiapkan adalah ketika ada pembelian di Shopee. Nanti akan muncul nota pesanan seperti ini:

dapat orderan dropship shopee

(c) Channel YouTube Rio Gandhi

5. Beli Produk Pesanan di Tokopedia

Jika sudah ada pesanan masuk, langkah berikutnya adalah memesan produk di supplier lewat Tokopedia.

Langkahnya seperti ini:

1. Buka toko supplier. Cari produk yang sesuai dengan pesanan customer.

2. Klik tombol Beli Langsung. Data customer yang wajib kamu lengkapi: (1) Alamat pengiriman, (2) nomor HP. Jika sudah, langsung Pilih Pembayaran dan lunasi tagihannya, ya.

beli supplier tokopedia

(c) Channel YouTube Rio Gandhi

Selesai. Sampai di sini, barang akan diproses oleh supplier dan kamu tinggal menunggu.

Jangan lupa untuk selalu standby memantau dengan cara mengaktifkan notifikasi HP.

6. Update Resi di Pesanan Shopee

Apabila sudah dapat notifikasi berupa nomor resi dari Tokopedia, langkah berikutnya adalah memperbarui resi di pesanan Shopee.

Caranya mudah:

1. Buka notifikasi resi di Tokopedia, kemudian copy.

2. Paste nomor resi di pesanan Shopee.

update resi dropship di shopee

(c) Channel YouTube Rio Gandhi

Selesai.

Sampai di sini, kamu sudah berhasil menyelesaikan 1 produk dengan profit yang lumayan.

Coba kita rangkum, ya:

  • Harga beli barang di supplier Tokopedia: Rp35.000/pcs
  • Harga jual barang di toko Shopee kamu: Rp55.000/pcs
  • Margin keuntungan yang kamu dapatkan: Rp20.000/pcs
  • Ongkos kirim: ditanggung oleh pembeli

Rangkuman

Bagaimana, cara dropship dari Tokopedia ke Shopee cukup praktis dan menguntungkan, bukan?

Namun lagi-lagi, kami tidak bosan untuk mengingatkan bahwa:

  • Sebaiknya, kamu pilih supplier yang masih 1 kota dengan lokasimu saat ini, supaya tidak terjadi ketimpangan ongkos kirim.
  • Untuk menekan persaingan antar dropshipper, cari supplier secara manual di Tokopedia, dibandingkan ikut platform dropship.
  • Untuk awalan, sebaiknya pasang harga yang wajar sesuai pasaran, dengan profit Rp10.000.

Baik, kami kira cukup sampai di sini ya, teman-teman.

Jika ada yang belum paham, jangan sungkan untuk langsung DM kami di Instagram @pintarjualan.id. Follow untuk dapat berita terbaru seputar jualan online.


Referensi

  1. Kanal YouTube Rio Ghandi
Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ifan Prasya

Terampil dalam meracik strategi SEO Content Marketing untuk bisnis yang mampu meningkatkan angka penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *