Advertisement

Budgeting Adalah: Definisi, Tujuan, Manfaat & Contoh Lengkap

Diterbitkan pada
07 Juli 2021
Waktu membaca
6 Menit

Selain marketing dan administrasi, budgeting adalah strategi yang sangat penting diterapkan dalam sebuah bisnis. Penerapan budgeting sangat berpengaruh pada perjalanan bisnis jangka panjang. Tanpa adanya mekanisme ini, pengusaha akan sulit mengelola dan mengatur anggaran perusahaan.

Padahal, anggaran adalah salah satu hal yang vital bagi organisasi berbasis profit. Terlebih jika ingin berjualan, ada baiknya untuk memahami cost budgeting untuk diterapkan pada sistem jualan Anda.

Untuk apa? Yang paling penting adalah untuk mengukur pemasukan dan pengeluaran anggaran. Dengan begitu, Anda dapat menentukan arah pertumbuhan bisnis dan mengontrol perkembangannya setiap waktu.

Budgeting Adalah: Serba Serbi tentang Anggaran Budget

“Saya hanya ingin jualan online kecil-kecilan, apa masih butuh strategi budgeting?”

Tentu saja. Anda tentu tidak mau keuangan bisnis Anda berantakan, bukan? Maka dari itu, penting untuk mempelajari strategi budgeting dan menerapkannya pada bisnis Anda.

Nah, pada artikel kali ini tim Pintar Jualan akan membahas tuntas materi budgeting. Akan ada poin-poin penting yang menjelaskan fungsi, manfaat, prinsip dasar, aspek-aspek serta contohnya. Selamat menyimak.

Definisi

Budgeting artinya penganggaran, sementara cost budgeting adalah penganggaran dana.Keduaistilah ini berasal dari Bahasa Inggris yang kini lazim dipakai dalam dunia finansial.

Dalam kamus ekonomi, makna budgeting lebih kompleks mencakup segala proses perancangan, pelaksanaan dan pengoperasian anggaran.

Menurut Investopedia, budgeting adalah estimasi pengeluaran dan pemasukan dana pada periode tertentu guna menjaga kestabilan keuangan sebuah organisasi/perusahaan. Tapi perlu dicatat, estimasi pada penganggaran berbeda dengan forecasting atau peramalan.

Estimasi pada budgeting menuntut proses yang lebih terperinci dalam mempersiapkan anggaran belanja yang akan dikeluarkan. Bukan hanya sekedar memperkirakan hasil atau nominal tertentu di masa depan.

Secara umum proses budgeting dilakukan sejak awal, yakni mulai dari penyusunan anggaran, pencatatan kebutuhan sampai tahap eksekusi rencana. Mekanisme ini menjadi bagian integral sebuah sistem manajemen yang meliputi perencanaan, manajemen proyek, arus kas dan belanja modal.

Jenis – Jenis Budgeting

Rencana Anggaran / Budget

Financial budgeting adalah proses dimana perusahaan melakukan perencanaan anggaran keuangan. Setiap perusahaan memiliki konsep dan strategi yang berbeda-beda.

Meskipun demikian, secara umum budgeting terdiri dari dua jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Bottom-up Budgeting

Proses penyusunan yang alurnya dari bawah ke atas. Budgeting jenis ini dilakukan oleh pihak khusus yang menggunakan budget. Pada mekanisme ini penyusunan budget lebih tepat sasaran dan akurat karena sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan.

2. Top-down Budgeting

Proses penyusunan anggaran dengan alur dari atas ke bawah. Pada mekanisme ini budgeting dilakukan langsung oleh pimpinan perusahaan tanpa koordinasi atau komunikasi dengan karyawan manajerial. Meski cenderung lebih cepat, proses tapi kurang baik karena biasanya tanpa penghitungan yang tepat.

Baca Juga:

Fungsi

Kenapa budgeting penting? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak beberapa fungsi penganggaran berikut ini:

1. Perencanaan

Penyusunan anggaran berfungsi untuk menciptakan perencanaan secara tertulis dan lebih akurat. Hasil budgeting yang dibuat secara matang memberikan gambaran yang jelas mengenai aktivitas bisnis pada periode waktu tertentu. Misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun.

2. Pelaksanaan / Eksekusi

Hasil dari perencanaan berfungsi sebagai guideline dalam melakukan tugas-tugas perusahaan untuk meraih tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, budgeting juga berperan sebagai kunci untuk menciptakan keserasian antar tim dalam melaksanakan tugas.

3. Pengawasan

Dengan penganggaran akan lebih mudah untuk mengontrol dan mengevaluasi tugas serta kegiatan yang ada di perusahaan. Ini menjadi salah satu parameter untuk melihat apakah perencanaan budget sudah terealisasi atau belum.

Manfaat

Selain berfungsi sebagai strategi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, budgeting memiliki sejumlah manfaat lain yang tak kalah penting. Salah satunya menghindari over budgeting. Over budgeting adalah anggaran berlebihan, kondisi dimana Anda menghabiskan dana lebih dari yang dianggarkan.

Selain untuk budgeting control, penganggaran memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya sebagai berikut:

  • Untuk membantu mengestimasi penjualan, biaya produksi, dan biaya lain yang dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu.
  • Untuk membantu mengatur pengeluaran.
  • Membantu untuk menghindari hutang.
  • Membantu mempersiapkan tabungan atau dana darurat yang sewaktu-waktu diperlukan.
  • Menjadi bahan evaluasi keuangan.
  • Menjaga keuangan agar tetap stabil.
  • Meminimalisir kerugian dalam hal finansial.
  • Menjaga alur bisnis agar tidak keluar dari jalur dan tujuan.
  • Mengantisipasi kondisi keuangan masa depan.
  • Menjadi bahan koordinasi dan komunikasi antar departemen pada perusahaan.
  • Menjadi penentu komposisi permodalan untuk memastikan informasi mengenai dana yang tersedia.
  • Menjadi kontrol yang efektif atas inventaris, penjualan, dan kas.
  • Menyediakan fasilitas kontrol terpusat.

Pada era sekarang, penganggaran dilakukan secara lebih modern, yakni dengan menggunakan e-budgeting. E budgeting adalah mekanisme penganggaran secara elektronik yang menggunakan integrasi teknologi dan informasi.

Dengan sistem tersebut, budgeting semakin efisien dan memudahkan dalam melakukan perencanaan, pengawasan dan evaluasi keuangan.

Baca Juga:

Halaman Selanjutnya
Prinsi Dasar Anggaran...

Laman: 1 2

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ayu Triworo

More than delighted to help people grow their business better everyday by crafting best strategic of digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *