Advertisement

Khofifah: Kopi Liberika Gunung Lawu Memiliki Potensi Tinggi

Penulis
Noer
Diterbitkan pada
04 Maret 2022
Waktu membaca
2 Menit

Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kopi liberika gunung lawu memiliki potensi tinggi. Hal itu disampikan saat kunjungan kerja ke Magetan.

Belum lama ini kopi Indonesia juga menembus pasar Afrika. Berdasarkan data statistik BPS, ekspor kopi Indonesia ke Mesir mencapai USD 79,20 juta pada Januari – November 2021.

Bahkan, Duta Besar RI untuk Mesir yang diwakili oleh Atase Perdagangan KBRI Kairo, Irman Adi Purwanto Moefthi juga telah meresmikkan Kedai Kopi El Omda di Kairo pada (06/02/2022).

Wael M. El Tawargy, Trader Kopi sekaligus mitra bisnis kopi El Omda yang hadir dalam Grand Opening tersebut menambahkan, peluang ekspor kopi ke Mesir sangat terbuka.

Hal ini memungkinkan koperasi-koperasi petani kopi dari Indonesia dapat terus memperkuat kualitas kopi dan berkomunikasi langsung dengan para pembeli dari Kairo.

Baca juga: Kopi Indonesia Disukai di Mesir, Kedai El Omda Buka di Kairo

Menurut Khofifah, kopi liberika merupakan komoditas yang sangat terbatas. Selain itu, kebutuhan akan kopi di dunia luar juga sangat tinggi sehingga memiliki potensi bisnis tinggi.

“Karena kopi jenis liberika ini sangat kecil ketersediaanya, dan ternyata bisa dihasilkan oleh petani lereng gunung lawu.” tandasnya saat kunker dikutip dari Jatim.siberindo.co, Sabtu (19/2/2022).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Khafifah juga melihat potensi kerajinan di Magetan. Ia melihat langsung proses pembuatan anyaman bambu dari pengrajin di Desa Ringin Agung.

Menurut mantan meteri sosial tersebut, perlu inovasi dalam mengembangkan produk hasil olahan bambu agar dilirik oleh pasar. Baik dalam skala nasional maupun internasional.

“Kami berharap, para pengrajin bisa mengupdate model maupun kwalitas kerajinannya agar bisa laku dipasar luar negeri,” ujarnya seperti dikutip Jatim.siberindo.co, Sabtu (19/2/2022).

Selain memberi motivasi kepada para pengrajin, Khofifah juga menunjukkan contoh-contoh kreasi-kreasi bambu yang laku di pasar internasional, seperti di Amerika Latin.

Gubernur Jawa Timur tersebut menjelaskan, untuk mengenalkan produk-produk dari berbagai daerah di Jawa Timur, dapat diusulkan untuk menjadi Desa Devisa.

Baca juga: DKP Kepri Dorong Budidaya Rumput Laut Jadi Bisnis Potensial

Desa Devisa merupakan program baru dari LPEI (Lembaga Pembiayaan Eksport Indonesia ). Tahun ini, Khofifah menyebut, Jawa Timur telah mendapat kuota 15 desa dari pengajuan 20 desa.

“Untuk Desa Devisa nantinya akan ada pendampingan, terkait bagaimana packaging produknyanya, pembiayaan sampai kepada akses pasarnya” jelas Khofifah.


Artikel ini telah terbit di Jatim.siberindo.co dengan judul “Sambangi Pengrajin Bambu di Magetan, Gubernur Jatim : Kopi Liberika Gunung Lawu Memiliki Potensi Tinggi”.

Link: https://jatim.siberindo.co/19/02/2022/sambangi-pengrajin-bambu-di-magetan-gubernur-jatim-kopi-liberika-gunung-lawu-memiliki-potensi-tinggi/

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Noer

Menjadi content writer (CW) di PintarJualan.id sejak Desember 2021. Menulis atas dasar perintah dan arahan dari Project Manager atau PM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *