Advertisement

28 Aplikasi Pencuri Data Pribadi di Android, Cepat Uninstall!

Diterbitkan pada
12 Mei 2022
Waktu membaca
5 Menit

Baru-baru ini polisi berhasil mengungkap 28 Aplikasi pencuri data pribadi di Android yang didownload melalui Google Play Store. Tanpa kita sadari aplikasi tersebut bisa mencuri data pribadi pengguna.

Tentu saja jika tidak segera diatasi akan berbahaya. Apalagi kini aplikasi tersebut sudah diunduh oleh jutaan orang.

Untuk itu, bagi pengguna yang mempunyai aplikasi jahat ini, dihimbau untuk langsung menghapusnya. Jika tidak maka akan banyak hacker yang mengambil keuntungan dari ini.

Penasaran 28 Aplikasi pencuri data pribadi apa saja? Eits, sebelum itu klik “Bookmark” ( ⭐) di pojok kanan atas browser supaya tidak kehilangan postingan ini, ya.

Jika sudah, langsung kita simak dibawah ini. Stay tuned!

11 Aplikasi Jahat Pencuri Data Pribadi di HP, Temuan Polisi

aplikasi pencuri data pribadi di hp menurut polisi-min (1)

Dilansir dari detik.com, Jumat (22/04/2022) Sub Direktorat Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkapkan temuan 11 aplikasi yang bisa mencuri data sensitif pengguna.

Aplikasi tersebut ternyata bisa dengan mudah di download melalui Google Play Store. Bahkan aplikasi dengan nuansa Islam seperti Al Quran untuk mengaji dan Adzan juga termasuk.

Seperti unggahan dalam akun Instagram @siberpoldametrojaya, aplikasi tersebut sudah berhasil diunduh oleh 45 juta pemasangan aplikasi.

Menurutnya, data pengguna ini sangat berpotensi untuk disalahgunakan akibat dari keamanan server dan database yang buruk.

“Aplikasi tersebut mencuri data melalui pengembangan perangkat lunak (SDK) pihak ketiga yang mencakup kemampuan untuk menangkap konten clipboard, data GPS, alamat email, nomor telepon, dan alamat MAC router modem pengguna dan SSID jaringan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan saat dikonfirmasi, Kamis (21/4/2022).

Berikut ini daftar aplikasi di Google Play Store yang bisa mencuri data pribadi pengguna dari temuan Siber Polda Metro Jaya : 

  1. Speed Camera Radar : Berhasil diunduh 10 juta pengguna
  2. Al-Moazin Lite (Prayer Times) : 10 juta pengguna
  3. WiFi Mouse (remote control PC) : 10 juta pengguna
  4. QR & Barcode Scanner : 5 juta pengguna
  5. Qibla Compass – Ramadhan 2022 : 5 juta pengguna
  6. Simple Weather & Clock Widget : 1 juta pengguna
  7. Handcent Nex SMS-Text w/MMS : 1 juta pengguna
  8. Smart Kit 360 : 1 juta pengguna
  9. Al Quran MP3 – 50 Reciters & Translation Audio : 1 juta pengguna
  10. Full Quran MP3 – 50+ Language & Translation Audio : 1 juta pengguna
  11. Audiodroid Audio Studio DAW : 1 juta pengguna

Selain temuan dari Siber Polda Metro Jaya, ada temuan baru lagi dari Google. Penasaran kan? Simak di part selanjutnya dibawah ini, ya!

17 Aplikasi Pencuri Data Pribadi Temuan Google

Google telah memberikan informasi terdapat 17 aplikasi Android yang berbahaya untuk diunduh. Aplikasi tersebut terbukti terinfeksi malware Joker alias Bread.

Pihak Google juga sudah berusaha untuk menghapus aplikasi tersebut dari Play Store dengan meluncurkan layanan Play Protect.

Namun, hal ini hanya menonaktifkan aplikasi di perangkat yang terinfeksi. Jadi, pengguna tetap harus  uninstall secara manual dari perangkat android mereka.

Hal ini sangat penting dilakukan. Karena ketika aplikasi jahat tersebut berada di perangkat pengguna, aplikasi akan mendownload dan menjatuhkan aplikasi lain yang berisi malware.

Nah, berikut ini 17 aplikasi jahat pencuri data di Android yang berhasil dihapus oleh Google :

  1. All Good PDF Scanner
  2. Mint Leaf Message-Your Private Message
  3. Unique Keyboard
  4. Fancy Fonts & Free Emoticons
  5. Tangram App Lock
  6. Direct messenger
  7. Private SMS
  8. One Sentence Translator
  9. Multifunctional Translator
  10. Style Photo Collage
  11. Meticulous scanner
  12. Desire Translate
  13. Talent Photo Editor – Blur focus
  14. Care message
  15. Part Message
  16. Blue scanner
  17. Hummingbird PDF Converter – Photo to PDF

Tentu sangat penting untuk mengetahui aplikasi mana saja yang berbahaya di unduh dan aman diunduh.

Lalu, sebenarnya gimana sih cara kerja aplikasi ini hingga bisa mencuri data pribadi kita? Dan bagaimana cara menghindari hal tersebut?

Nah, kami akan menjelaskan dengan detail di bawah ini, ya. Untuk itu, jangan kemana-mana dan simak dibawah ini..

Cara Kerja Aplikasi Jahat Saat Melakukan Pencurian Data Pribadi

Gimana sih cara aplikasi diatas bisa melakukan pencurian data? Jadi pencurian data melalui aplikasi Android dilakukan menggunakan pengembangan perangkat lunak pihak ketiga.

Adapun beberapa data-data yang bisa dicuri oleh aplikasi tersebut, seperti dalam unggahan Instagram @siberpoldametrojaya, antara lain :

  • Menangkap konten clipboard
  • Data GPS
  • Alamat email
  • Nomor telepon
  • Alamat Mac router modem
  • SSID jaringan

Siber Polda Metro Jaya juga menyebutkan, adanya keamanan server dan database yang minim dan buruk membuat data tersebut mudah dicuri dan disalahgunakan.

Untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi, kami ada 7 cara yang bisa dilakukan. Simak di part selanjutnya, ya!

Cara Menghindari Pencurian Data dari Aplikasi Jahat

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan supaya terhindar dari aplikasi pencuri data diatas. Berikut ini tips nya :

1. Selalu Memperhatikan Izin Aplikasi

Sebelum download aplikasi, ada baiknya memperhatikan izin aplikasi tersebut.

Adapun beberapa izin aplikasi yang janggal untuk diizinkan. Misalnya seperti mengakses kontak di Handphone kamu.

Perhatikan juga aplikasi yang meminta akses data yang tidak relevan dengan tujuan aplikasi tersebut.

Misalnya seperti aplikasi kalkulator, apakah masuk akal jika aplikasi kalkulator meminta izin untuk mengakses kontak di HP atau lokasi kita. Tentu saja tidak kan?

Maka dari itu, perlu dijadikan tanda peringatan utama. 

2. Teliti Latar Belakang Aplikasi

Cari tahu latar belakang aplikasi juga diperlukan, lho! Coba cari tahu perusahaan mana yang membuat aplikasi tersebut.

Apakah perusahaan tersebut mempunyai kredibilitas di mesin pencarian Google? Waspadai jika menemukan informasi skimming dan pencurian data yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

3. Unduh di Tempat Resmi (Google Play Store/App Store)

Tips yang ketiga yaitu download aplikasi di tempat resmi seperti Google Play Store/App Store. Ya, walaupun memang di tempat resmi ini masih ada beberapa aplikasi yang diduga bisa mencuri data, tapi tetap saja kemungkinannya kecil.

Jangan sampai kamu mengunduh aplikasi di situs tidak resmi. Misalnya hanya di pencarian Google. Tentu akan sangat membahayakan perangkat Android kamu.

Ohya, jangan lupa untuk memperbaharui aplikasi Play Store, ya. Supaya sistem di perangkat kamu lebih terjaga keamananya.

4. Update Sistem Operasi Android

Jika ada update sistem operasi di Android, segera lakukan update, ya. Hal ini supaya untuk menjaga keamanan di perangkat Android kita.

Dengan melakukan pembaharuan sistem operasi, para peretas akan semakin susah untuk mencuri data pribadi kita.

5. Pakai VPN jika Menggunakan Wifi Publik

Hati-hati dengan wifi publik, ya. Karena wifi publik bisa dengan mudah meretas data kita hanya melalui jaringan internet.

Untuk mencegahnya, gunakan VPN jika ingin menggunakan wifi publik. Karena VPN bisa menutup dan memfilter akses di perangkat kita melalui jaringan internet.

Pastikan kamu juga menggunakan aplikasi VPN yang aman, ya. Karena sekarang ini banyak juga VPN yang tidak aman. Pilih aplikasi VPN dengan rating positif.

6. Gunakan Password Manager

Hindari penggunaan password yang sama untuk semua akun kamu. Karena jika satu akun kamu berhasil diretas dengan password yang sama maka akun yang lain akan dengan mudah dikuasai hacker.

Untuk itu, gunakan aplikasi pengelola kata sandi. Gunakan juga kata sandi yang kuat dengan berisi karakter acak. Misalnya kombinasi angka, huruf, dan simbol.

7. Menonaktifkan Izin Aplikasi

Jika aplikasi pencuri data tersebut terlanjur di unduh, bagaimana cara mencegahnya supaya aplikasi tersebut tidak berhasil mencuri data kita?

Tenang, ada tips mudahnya yaitu dengan cara mematikan izin aplikasi. Berikut langkah-langkahnya :

  • Klik dan tahan aplikasi yang berhasil diunduh.
  • Tekan info aplikasi.
  • Klik izin aplikasi.
  • Pilih untuk mematikan/menonaktifkan izin aplikasi.
  • Selesai!

Gimana? Sampai disini sudah cukup jelas bukan? Jangan sampai kamu membiarkan aplikasi-aplikasi berbahaya di atas untuk menguasai perangkat kamu, ya.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai 11 aplikasi pencuri data pribadi lewat perangkat Android menurut temuan Siber Polisi dan 17 aplikasi temuan dari Google.

Semoga bisa bermanfaat dan kalian lebih berhati-hati dalam mengunduh aplikasi, ya.

Ohya, jika masih ada yang kurang jelas bisa tulis di kolom komentar dibawah. Jangan lupa untuk bagikan postingan ini ke teman, kerabat, dan saudara yang membutuhkan.

Terimakasih sudah membaca. See you 🙂

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ambar Arum Juliyanti

I have experience in field of the SEO Content Writer. I am willing and able to learn also work with new things either individual or team. I am also interested in anything about Digital Marketing, SEO and Informatics.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *