{"id":3384,"date":"2022-05-28T13:35:26","date_gmt":"2022-05-28T06:35:26","guid":{"rendered":"https:\/\/pintarjualan.id\/2022\/05\/28\/purchase-order-adalah\/"},"modified":"2022-10-25T14:59:00","modified_gmt":"2022-10-25T07:59:00","slug":"purchase-order-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pintarjualan.id\/purchase-order-adalah\/","title":{"rendered":"Purchase Order: Apa Itu, Fungsi, Alur, Format, dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n
Purchase order adalah sebuah berkas atau dokumen penting yang dibuat oleh pembeli dan diberikan pada pihak penerima (penjual).<\/span><\/p>\n Biasanya berkaitan erat dengan permintaan atau kebutuhan akan barang dan produk lainnya.<\/span><\/p>\n Bentuk dan format surat ini pun sudah pasti berbeda dari surat delivery order<\/a> yang lebih mirip dengan surat jalan.<\/span><\/p>\n Walaupun begitu, masih banyak yang belum mengenal dengan baik apa itu purchase order, manfaat, pentingnya, dan isi dari surat tersebut.<\/span><\/p>\n Apalagi PO yang ini sering disamakan dengan <\/span>pre order<\/span><\/i>. <\/span><\/p>\n Kamu sendiri pun pasti pernah mendengarnya bukan? Nah agar lebih memahaminya lagi, kenali dulu yuk!<\/span><\/p>\n <\/p>\n Definisi PO atau Purchase Order adalah<\/b> sebuah lembaran atau dokumen resmi bersifat legal dan penting yang diterbitkan oleh pihak pembeli dengan tujuan tertentu. <\/span><\/p>\n Biasanya dokumen PO ini berisi informasi seputar daftar barang yang diperlukan dan ingin dibeli oleh para pembeli dalam satu waktu.<\/span><\/p>\n Setelahnya, surat PO akan diserahkan pada pihak penerima (penjual) untuk segera memproses pesanannya terhadap barang yang ia butuhkan. <\/span><\/p>\n Jika pesanan produk dari pembeli sudah diserahkan atau dikirim, maka pihak penjual berhak melakukan penagihan pada pembeli. <\/span><\/p>\n Mengapa? Agar penjual dapat terhindar dari kerugian dan bisa melacak stok produk. <\/span><\/p>\n Jadi, tanggungjawab pembeli di sini setelah ia menerima barang yang sesuai dengan yang terdaftar pada lembaran PO, maka tugasnya ialah membayar seluruh tagihan yang tertera.<\/span><\/p>\n Nah, dari sisi penjual sendiri, lembaran <\/span>purchase order<\/span><\/i> akan menjadi bukti bahwa antara dirinya dan pembeli memiliki kesepakatan atau telah terjadi hubungan transaksi.<\/span><\/p>\n Kegunaan Purchase Order baik bagi pembeli maupun penjual sama-sama pentingnya.<\/span><\/p>\n Walaupun dokumen ini lebih sering dijumpai pada perusahaan berskala menengah ke atas, akan tetapi untuk jenis UMKM saat ini juga turut menggunakannya.<\/span><\/p>\n Mengapa?<\/span><\/p>\n Kalau begitu, apa saja poin-poin atau komponen yang ada pada purchase order?<\/span><\/p>\n \n Via: supplierairbersih. Com<\/p><\/div>\n<\/p> Komponen dan informasi yang termuat dalam lembaran purchase order memang agak mirip dengan invoice, tetapi memang beberapa lainnya berbeda.<\/span><\/p>\n Sebab, lembar PO paling tidak memuat:<\/span><\/p>\n Salah satu persamaan antara invoice dan purchase order adalah keduanya merupakan dokumen penting yang akan diberikan pada pihak penjual oleh pihak pengirim.<\/span><\/p>\n Kalau begitu, apa dong perbedaannya?<\/span><\/p>\n Bagi perusahaan berskala nasional atau multinasional yang memang sudah besar dan diakui, pencetakan dokumen purchase order dilakukan secara digital.<\/span><\/p>\n Artinya dokumen tersebut berbentuk soft file dan bisa dicetak apabila diperlukan kapan pun.<\/span><\/p>\n Sayangnya untuk beberapa bisnis menengah ke bawah, PO dibuat secara manual.<\/span><\/p>\n Hal ini tentu saja dinilai kurang efektif, bahkan dapat dipalsukan oleh oknum tak bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n Selain itu, dokumen PO yang dibuat secara manual juga rawan rusak bahkan sulit terbaca sehingga mempengaruhi kondisi stok internal perusahaan.<\/span><\/p>\n Apalagi jika ternyata daftar barang yang dipesan banyak, apakah pihak penerbit tidak kewalahan? <\/span><\/p>\n Oleh sebab itu, mengintegrasikan purchase order dengan software pelaporan keuangan yang dibuat oleh perusahan jauh lebih baik. <\/span><\/p>\n Mungkin kamu penasaran, bagaimana sih alur purchase order yang sebenarnya di lapangan?<\/span><\/p>\n Pertama, pihak pembeli membuat rincian barang yang dipesan dalam lembaran PO. <\/span><\/p>\n Setelah itu, mengirimnya ke pihak <\/span>supplier<\/span><\/i> atau pemasok. <\/span><\/p>\n Selanjutnya, pemasok akan menerima PO tersebut dan mempertimbangkannya, apakah pihak mereka akan menolak atau menyetujui kontrak transaksi jual beli tersebut.<\/span><\/p>\n Jika pemasok atau penjual menerimanya, maka mereka harus mengeluarkan invoice berdasarkan PO tersebut.<\/span><\/p>\n Nah, di sinilah peran dokumen PO yakni sebagai alat atau pedoman dalam pembuatan invoice.<\/span><\/p>\n Berikutnya, invoice tersebut bisa dikeluarkan sebelum barang dikirim sesuai persetujuan bersama.<\/span><\/p>\n Yang jelas, ketika barang sudah dikirim dan diterima, maka pihak penjual berhak mengajukan penagihan dan pembeli harus melunasi tagihan tersebut.<\/span><\/p>\n Contoh:<\/strong><\/p>\n Denny ditugaskan oleh perusahaannya untuk membeli sejumlah bahan baku kue oleh perusahaan bakery and pastry tempat ia bekerja.<\/span><\/i><\/p>\n Menyanggupi perintah tersebut, Denny pun membuat rincian PO yang berisi jumlah bahan baku yang diinginkan lengkap diikuti harga yang diminta.<\/span><\/i><\/p>\n Ia pun mengirimkannya ke supplier atau distributor bahan-bahan kue.<\/span><\/i><\/p>\n Menerima dokumen atau laporan PO itu, pihak supplier kemudian menyetujuinya dan menyediakan produk yang diperlukan Denny.<\/span><\/i><\/p>\n Pihak supplier pun kemudian mengirimkan bahan yang Denny butuhkan dan mengeluarkan invoice agar jumlah tagihannya segera dibayar.<\/span><\/i><\/p>\n<\/blockquote>\n Q: Apa saja fungsi PO?<\/span><\/i><\/p>\n A: Fungsi PO sangat beragam. Mulai dari mencegah kesalahan pengiriman barang, sebagai dasar pembuatan invoice, dokumen penting untuk menagih pembayaran pada pembeli, sampai mencegah timbulnya kerugian.<\/b><\/p>\n Q: Apa isi atau format purchase order?<\/span><\/i><\/p>\n A: Terdiri dari nama perusahaan, nama pembeli, penerima, daftar barang dan harganya, nomor telepon, alamat email, alamat pengirim dan penerima, serta lainnya.<\/b><\/p>\n Q: Siapa yang merilis dokumen PO?<\/span><\/i><\/p>\n A: Lembaran atau dokumen PO dirilis dan diterbitkan oleh pihak pembeli dan diserahkan pada <\/b>supplier<\/i><\/b> atau pemasok.<\/b><\/p>\n <\/p>\n Mengenal purchase order adalah kewajiban bagi pengusaha sukses<\/a> yang ingin terus berkembang.<\/p>\n Terutama lajur keuangan dan urusan gudangnya.<\/p>\n Nah, kamu pun juga bisa mempelajari informasinya terlebih dahulu lewat artikel ini.<\/p>\n Kalau suka, silakan tekan tombol share dan bagikan ke teman-teman kamu ya.<\/p>\n Jangan lupa juga follow akun kami di Instagram @pintarjualan.idPengertian Purchase Order<\/b><\/h2>\n
Manfaat dan Fungsi Purchase Order<\/b><\/h2>\n
\n
Komponen Berkas Purchase Order<\/b><\/h2>\n
\n
Apa Perbedaan Purchase Order dan Invoice?<\/b><\/h2>\n
\n
Informasi Penting Soal Purchase Order<\/b><\/h2>\n
Alur Purchase Order<\/b><\/h2>\n
\n
FAQ<\/b><\/h2>\n
Penutup<\/b><\/h2>\n