{"id":13307,"date":"2023-01-20T15:17:50","date_gmt":"2023-01-20T08:17:50","guid":{"rendered":"https:\/\/pintarjualan.id\/?p=13307"},"modified":"2023-01-20T15:17:50","modified_gmt":"2023-01-20T08:17:50","slug":"cara-lazada-dan-tokopedia-hadapi-tiktok-yang-makin-mendominasi-tren-belanja-online","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pintarjualan.id\/cara-lazada-dan-tokopedia-hadapi-tiktok-yang-makin-mendominasi-tren-belanja-online\/","title":{"rendered":"Cara Lazada dan Tokopedia Hadapi TikTok yang Makin Mendominasi Tren Belanja Online"},"content":{"rendered":"\n

Bagaimana cara Lazada dan Tokopedia antisipasi TikTok usai dirilisnya data dari ByteDance yang menunjukkan bahwa TikTok Shop<\/a><\/strong>, sebuah platform belanja andalan warga TikTok mengalahkan popularitas e-Commerce<\/em> tersebut?<\/p>\n

Keduanya dikabarkan tengah membentuk strategi dan inovasi baru agar mampu menggaet serta mempertahankan pembeli yang gemar belanja online.<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n

The Information<\/em> bahkan mengungkapkan jika GMV (Grorss Merchandise Value)<\/em> yang dimiliki TikTok mampu menembus angka US$4,4 miliar atau setara dengan Rp68 triliun. Tentu saja angka ini sangat tinggi untuk nilai transaksi di wilayah Asia Tenggara.<\/p>\n

Sedangkan platform belanja daring yang diluncurkan Meta seperti Instagram Shop, Marketplace Facebook, dan WhatsApp ternyata belum mampu melampaui jumlah tersebut meskipun ketiganya digabungkan.<\/p>\n

Walaupun beberapa pihak menyebut Lazada dan Tokopedia<\/a><\/strong> mulai ketar-ketir, akan tetapi keduanya mulai mengantisipasi lewat beragam terobosan yang menjanjikan.<\/p>\n

Dimulai dari Lazada yang akan menitikberatkan pada pertumbuhan bisnis jangka panjang dengan sistem berkelanjutan. Caranya adalah menggunakan power<\/em> dan brand<\/em> perusahaan melalui:<\/p>\n