Advertisement

Jawaban Wamendag Terkait Pengawasan Kripto, Pasar Jangan Khawatir!

Diterbitkan pada
16 Februari 2022
Waktu membaca
2 Menit

Jakarta, 16 Februari 2022 – Tak lama setelah sektor keuangan dilarang OJK fasilitasi transaksi aset kripto, Wakil Menteri Perdagangan (Wemendag) berikan jawaban tegas terkait pengawasan kripto di Indonesia.

Seperti diketahui, di tengah maraknya aset kripto, OJK mengeluarkan larangan bagi seluruh sektor keuangan menyediakan sarana prasarana untuk transaksi kripto. Hal ini ternyata membuat Jerry Sambuaga sebagai Wamendag akhirnya turun tangan.

Ia dengan tegas memita OJK untuk tidak menganggu ranah kripto dan fokus saja pada bidangnya sendiri, salah satunya mengenai kisruhnya pinjaman online yang tengah marak.

Baca Juga: Katalog Promo Indomaret Terbaru Minggu Ini, 8 – 22 Februari

Menanggapi persoalan tersebut, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat tindakan Wamendag sudah sesuai.

“Respon tegas dari Wamendag ini sudah bagus. Artinya bahwa Wamendag langsung memberikan suatu jawaban keras dan ini positif untuk pasar. Karena yang getol membangun bursa kripto itu kan Wamendag. Yang melakukan sosialisasi juga beliau,” kata Ibrahim kepada dari MNC Portal Indonesia pada Rabu (16/02/2022), dilansir dari economy.okezone.com.

Ibrahim memaparkan, dalam proses pendirian bursa kripto wajib memenuhi sejumlah syarat diantaranya bursa, asosiasi, pedagang hingga kustodian.

“OJK ini melarang kalau jasa keuangan memfasilitasi kripto. Ini sebetulnya sudah aturan lama. Tapi pada waktu itu Bappebti tidak ada tanggapan. Sekarang abru ada respon dari Wamendag,” tukasnya.

Ia mengharapkan melalui respon tegas bisa meluluhkan OJK agar dapat mengabulkan keinginan Wamendag. Sebab jika kustodian belum dapat persetujuan dari OJK, bursa kripto hanya akan jalan di tempat.

Sebelumnya, Dewan Komisioner OJK yang diketuai Wimboh Santoso sempat mengeluarkan putusan bahwa sektor keuangan di bawah naungan Bank Indonesia dan OJK tidak diberikan ijin fasilitasi transaksi kripto karena tidak ada acuannya.

Hal tersebut lantas membuat Jerry Sambuaga selaku ketua Wamendag angkat bicara. Ia menuturkan bahwa baik OJK dan Kemendag punya cakupan wilayah masing-masing. Sementara kripto sebagai aset investasi berada di bawah naungan Bappebti Kementerian Perdagangan.

Baca Juga: Baru! QRIS SooltanPay Bantu UMKM Makin Cuan

Lebih lanjut, Jerry juga menyoal kebijakan OJK yang membuat larangan fasilitas transaksi kripto. Ia berpendapat, harus ada penjelasan sejauh mana larangan tersebut, apakah ada batasan atau bersifat menyeluruh.

Sebab, kebijakan yang kurang tepat dapat menimbulkan efek negatif terhadap upaya pengaturan, perdagangan dan pengawasan kripto.

Artikel ini telah tayang di economy.okezone.com dengan judul ”Wamendag soal Pengawasan Kripto, Pasar Tak Lagi Bingung”.

Link sumber: https://economy.okezone.com/read/2022/02/16/320/2548159/wamendag-soal-pengawasan-kripto-pasar-tak-lagi-bingung

Bagikan ke:
Ditulis oleh

Ayu Triworo

More than delighted to help people grow their business better everyday by crafting best strategic of digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *